Kiriman dibuat oleh Muhammad Daffa Aufa Alwan

Nama : Muhammad Daffa Aufa Alwan
NPM : 2315061030

Analisis jurnal mengenai Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Sebagai suatu proses, globalisasi berlangsung dalam dua dimensi dalam interaksi antar negara, yakni dimensi ruang dan waktu
Ruang semakin menyempit dan waktu semakin memendek dalam interaksi dan komunikasi dalam skala global
Globalisasi terjadi di seluruh bidang kehidupan seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan dan bidang lainnya
Teknologi informasi dan komunikasi merupakan pendorong utama globalisasi
Saat ini, perkembangan teknologi begitu pesat sehingga informasi dalam berbagai bentuk dan manfaat dapat disebarluaskan ke seluruh dunia
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum peserta penelitian memiliki perkembangan kepribadian Pancasila yang baik
ini terlihat pada indikator hasil angket dengan skor di atas 80
Mahasiswa merupakan generasi muda harus menjaga jati diri bangsa dalam menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mempunyai kemampuan pilih pengaruh negatif
budaya baru, agar budaya yang masuk tidak merugikan dan tidak berdampak buruk bagi bangsa Indonesia dan kita harus tetap patuh dengan Pancasila sebagai dasar negara mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi bisa membantu pertumbuhan dan pembangunan negara
Perlu mengaktualisaikan Pancasila khususnya pada generasi muda melalui Kementrian Pendidikan nasional dengan mengemas materi dan metode pembelajaran yang tidak bersifat indoktrinasi
Pemerintah melalui kementrian komunikasi dan informasi perlu meningkatkan filtering terhadap globaliasai arus informasi yang dikemas dalam berbagai media, khususnya teknologi informasi (internet) untuk menangkal berbagai susupan informasi yang berbau radikalisme

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Muhammad Daffa Aufa Alwan -
Nama : M Daffa Aufa Alwan
NPM : 2315061030

Setelah membaca jurnal tersebut dapat dianalisis bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta. Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Muhammad Daffa Aufa Alwan -
Nama : M Daffa Aufa Alwan
NPM : 2315061030

A. Etika perilaku politik saat ini masih jauh dari mencerminkan nilai-nilai Pancasila. Korupsi, nepotisme, kolusi, dan politik uang masih menjadi masalah dalam proses pemilihan umum. Selain itu, polarisasi politik dan intoleransi juga masih merajalela. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan politik yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran etika politik. Selain itu, perlu adanya peran aktif tokoh masyarakat dan pemimpin politik dalam memberikan contoh yang baik serta regulasi ketat terhadap konten media yang dapat memengaruhi etika politik. Dengan demikian, diharapkan sistem etika perilakunya politik dapat lebih sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang merupakan landasan moral bangsa Indonesia.

B. Etika generasi muda saat ini sangat bervariasi, namun banyak yang terpengaruh oleh budaya pop dan media sosial yang cenderung individualistik dan konsumtif. Hal ini seringkali tidak mencerminkan nilai-nilai Pancasila yang menekankan gotong royong, keadilan, persatuan, demokrasi, dan ketuhanan yang maha esa.

Untuk mengatasi dekadensi moral yang terjadi dapat dilakukan upaya
1. Pendidikan moral dan karakter harus ditingkatkan di sekolah-sekolah dan keluarga.
2. Peran orang tua dan keluarga sangat penting dalam membentuk karakter dan moral generasi muda.
3. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan moral dan karakter yang baik.
4. Media massa harus memperhatikan etika dan moral dalam penyampaian berita dan informasi.
5. Masyarakat harus memperkuat kesadaran akan pentingnya etika dan moral dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan upaya-upaya ini, diharapkan generasi muda dapat kembali memperkuat nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang sesuai dengan nilai Pancasila.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> forum diskusi

oleh Muhammad Daffa Aufa Alwan -
dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa sistem filsafat merupakan kumpulan
ajaran yang terkoordinasi, dengan beberapa ciri yang berbeda dengan sistem lain, misalnya sistem ilmiah.
Suatu sistem filsafat harus bersifat global, dalam arti tidak ada sesuatu pun yang berada di luar kerangkanya. Sebaliknya hanya memandang realitas dari satu sisi atau tidak lengkap. Suatu sistem filsafat dikatakan lengkap apabila memuat penjelasan terhadap segala fenomena. Pancasila terdiri dari lima asas atau asas yang saling berkaitan. Hal ini menunjukkan bahwa Pancasila bukan sekedar kumpulan nilai-nilai yang terpisah-pisah melainkan merupakan satu kesatuan yang utuh. Setiap sila memegang peranan penting dalam membentuk konsep secara keseluruhan.
Pancasila bukan sekadar kerangka hukum atau ideologi politik, tetapi juga sistem filosofis yang mempunyai pandangan hidup yang mendalam.

PSTI A dan B MKU Pancasila -> Forum diskusi

oleh Muhammad Daffa Aufa Alwan -
Nama: Muhammad Daffa Aufa Alwan
NPM: 2315061030

Dalam video tersebut dijelaskan bahwa Pancasila dalam kajian sistem filsafat dibagi menjadi tiga aspek:
ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
1.Ontologi :
Kajian ontologi mencoba memahami hakikat dasar dari sila-sila Pancasila, dengan manusia sebagai subjek utama. Pancasila ada dalam tiga hal:
adat budaya, religi, dan negara.
2.Epistemologi :
Kajian epistemologi membahas cara memperoleh pengetahuan tentang Pancasila sebagai sistem pengetahuan. Pengalaman dan akal sehat berperan dalam menggali makna Pancasila.
3. Aksiologi :
Kajian Aksiologi membahas tentang nilai-nilai dan manfaat praktis dari ilmu Pancasila. Pancasila mempunyai nilai-nilai yang menciptakan persatuan.
Pancasila sebagai falsafah bangsa Indonesia berperan penting dalam menciptakan keharmonisan masyarakat multikultural, dengan sikap menerima dan saling menghormati terhadap keberagaman budaya dan kepercayaan.