Kiriman dibuat oleh Najwa Aprisda Ramdhani Unila

PSTI A dan B MKU Pancasila -> forum diskusi

oleh Najwa Aprisda Ramdhani Unila -
Nama: Najwa Aprisda Ramdhani
NPM: 231506108

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa filsafat merupakan ciptaan akal manusia dalam menyikapi permasalahan alam. Filsafat yang lengkap meliputi pandangan dunia, gagasan tentang cara hidup, ajaran tentang nilai, makna dan tujuan hidup manusia.

Filsafat hidup dapat dipandang sebagai seperangkat nilai-nilai mendasar yang menjadi pedoman perilaku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan yang tidak didasarkan pada teori yang pasti akan menjadi tidak terarah dan menyimpang.

Filsafat sebagai suatu proses dan produk pemikiran manusia merupakan pemikiran teoritis tentang Tuhan, alam semesta secara keseluruhan, yang mencakup kehidupan manusia, dan kemudian mencakup pemikiran teoritis sebagai pandangan dunia.

Tiga jenis utama masalah filosofis adalah: keberadaan, pengetahuan, dan nilai.

(1) Masalah keberadaan atau keberadaan. Masalah ini berkaitan dengan cabang filsafat metafisika. Masalah metafisika terbagi menjadi tiga, yaitu masalah ontologis, masalah kosmologis, dan masalah antropologis.

(2) Masalah pengetahuan dan kebenaran. Pengetahuan tentang kebenaran ditinjau dari isinya berkaitan dengan cabang filsafat epistemologis. Pengetahuan tentang kebenaran ditinjau dari wujudnya berkaitan dengan cabang filsafat dan logika.

(3) Masalah nilai. Nilai dibedakan menjadi dua yaitu nilai kebaikan dan nilai keindahan. Nilai-nilai perilaku yang baik berkaitan dengan cabang filsafat etika. Nilai keindahan berkaitan dengan cabang filsafat estetika.

Jurnal tersebut dapat membantu membuka pemahaman tentang cara berpikir filsafat dan bagaimana filsafat dapat membentuk pandangan dunia dan tindakan manusia dalam berbangsa dan bernegara.
Nama: Najwa Aprisda Ramdhani
NPM: 2315061086
Kelas: TI B

Berdasarkan analisis jurnal apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila.Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis, dan reigius.

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Pendidikan sebagai suatu lembaga yang berfungsi menanamkan dan mewariskan sistem norma tingkah laku perbuatan yang didasarkan kepada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat. Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia.

Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, maupun aksiologis. Dasar ontologis Pancasila sebagai sistem filsafat bisa diinterpretasikan bahwa adanya negara perlu dukungan warga negara. Kualitas negara sangat bergantung pada kualitas warga negara. Kualitas warga negara sangat erat berkaitan dengan pendidikan.Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila.
Nama: Najwa Aprisda Ramdhani
NPM: 2315061086

1. Menurut pendapat saya kasus penolakan jenazah COVID 19 sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, yang pertama melanggar prinsip "Keadilan Sosial" dan yang kedua "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab". Selain tidak beradab tindakan tersebut dapat merusak kerukunan yang menjadi fundamental dalam nilai-nilai Pancasila.

2. Membantu menyebarkan informasi yang akurat tentang COVID-19, protokol kesehatan, bergabung dengan kelompok relawan atau yayasan yang berfokus pada bantuan kepada korban COVID-19, mengadakan sesi edukasi yang bisa mencakup tindakan-tindakan pencegahan.

3. Ya benar, penolakan jenazah korban COVID-19 dapat merendahkan martabat manusia yang telah meninggal dan keluarganya yang berduka. Perlakuan terhadap jenazah tetap mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila. Tindakan berbelas kasih dan penghargaan terhadap jenazah adalah penting untuk menjaga keadilan sosial, meminimalkan ketakutan, dan mempromosikan kesatuan dalam masyarakat yang beragam. Penolakan jenazah COVID-19 dianggap sebagai pelanggaran terhadap Sila Pancasila ke-2 yakni "Kemanusiaan yang Adil dan Beradab."
Nama: Najwa Aprisda Ramdhani
NPM: 2315061086

Filsafat ilmu pada dasarnya adalah suatu telaah kritis terhadap metode yang digunakan untuk mengkaji ilmu tertentu, baik itu secara empiris maupun rasional.Pancasila di dalam kehidupan .
Pancasila yang memiliki sumber pengetahuan dan nilainilai luhur sudah seharusnya dapat diimplementasikan oleh setiap masyarakat Indonesia.
Merton adalah universalisme, komunalisme, disinterestedness dan skeptisisme yang terarah. Pancasila dapat berperan selaku framework di mana sekian ilmu serentak bekerja secara interdispliner. Ketuhanan Yang Maha Esa dan berpuncak pada Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia .Sila Ketuhanan Yang Maha Esa serta kemanusiaan yang adil dan beradab, meliputidan menjiwai sila-sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Di dalam sila ketiga ini kita harus menempatkan persatuan, kesatuan, kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara Indonesia di atas kepentingan pribadi atau golongan, rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara, cinta tanah air dan bangsa, memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhineka Tunggal Ika. Pancasila dari jendela filsafat, meminjam pelbagai perspektif di dalam teori-teori filsafat dalam rangka membedah hakikat Pancasila. Satu-satunya jalan untuk meluruskan, atau untuk memberi porsi pantas bagi batas-batas pengertian, debat ilmiah filosofis diyakini dapat menghantarkan masyarakat Indonesia dan dinamika kenegaraan pada nilai hakiki Pancasila. Pancasila mulai terbentuk dalam dirinya. Pengetahuan tentang Pancasila tidaklah cukup berkedudukan di luar, akan tetapi harus dapat menyatu dengan pribadinya, Pancasila sebagai pedoman berpikir dan bertindak. Pancasila juga dapat dilakukan di jalur pendidikan.
Nama: Najwa aprisda Ramdhani
NPM: 2315061086

Video tersebut memaparkan mengenai Pancasila memiliki sistem nilai yang didapat dari pengertian nilai-nilai dasar luhur kebudayaan bangsa Indonesia. Dari unsur-unsur kebudayaan tersebut berakar dan mengalir sehingga membuat secara keseluruhan menjadi terpadu menjadi kebudayaan bangsa Indonesia. Pancasila sebagai suatu produk filsafat yang digunakan sebagai suatu pandangan hidup. filsafat Pancasila, diantaranya: pengertian, aliran,manfaat, dan pancasila sebagai sistem filsafat.

Filsafat dapat diartikan menjadi cinta dan kebijaksanaan, yakni cinta memiliki makna kesungguhan dan hasrat yang besar, sedangkan kebijaksaan ialah suatu kebenaran yang sejati. Terdapat 4 aliran-aliran filsafat yakni Rationalisme (mengagungkan akal), Materialisme (mengagungkan materi), Individualisme (mengagungkan individualitas), Hedonisme (mengagungkan kesenangan). Selanjutnya manfaat dari mempelajari filsafat ialah memperoleh kebenaran yang hakiki, melatih kemampuan berpikir logis, bertindak bijaksana, berpikir rasional, komprehensif , dan dapat menyeimbangkan pertimbangan dan tindakan sehingga dipeloreh kelerasan hidup dan menghasilkan tindakan yang bijaksana. Filsafat Pancasila sebagai refleksi kritis dan nasional maksudnya pancasila sebagai dasar negara dan kenyataan budaya bangsa guna mendapatkan pokok-pokok pengertiannya yang mendasar dan menyeluruh. Aspek penyelidikan wawasan filsafat yakni terdiri dari Ontologis (ilmu yang menyelidiki hakikat sesuatu atau keberadaan), Epistemologis (,menyelidiki susunan metode), Aksiologis (manfaat teori)