Nama : Nabilla Chairunisa
NPM : 2315061022
Kelas : PSTI B
Jurnal ini membahas tentang peran media massa dalam mendorong kontrol sosial dan nilai-nilai Pancasila di Indonesia. Jurnalisme sebagai kegiatan mengumpulkan berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa kepada publik. Dalam masyarakat modern, jurnalisme berfungsi sebagai media pendidikan massal yang memberikan pendidikan tambahan kepada pelajar dan masyarakat umum. Fungsi utama pers dalam masyarakat kontemporer dipandang sebagai fungsi kontrol yang harus diselaraskan dengan fungsi pendidikan.
Menyatakan bahwa media memainkan peran penting dalam menciptakan keharmonisan sosial sebagai alternatif dari hukum pidana retributif. Hal ini menunjukkan bahwa media dapat berkontribusi terhadap pencegahan kejahatan dengan mempromosikan nilai-nilai Pancasila dan meningkatkan kesadaran di kalangan individu. Keterbatasan kebijakan pidana disoroti, dengan menekankan perlunya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran individu. Berbagai jenis media dibahas dalam jurnal ini, termasuk media cetak, radio, dan televisi.
Masih terdapat beberapa kendala dalam implementasi nilai-nilai Pancasila oleh media massa, seperti berita yang tidak teruji kebenarannya dan kurangnya pemahaman akan etika pemberitaan. Diperlukan kerjasama antara media massa dan lembaga penegak hukum serta pengawasan yang lebih ketat terhadap konstruksi pemberitaan untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, masyarakat juga perlu lebih kritis dalam menerima informasi dari media massa dan melakukan penelusuran kebenaran berita.
NPM : 2315061022
Kelas : PSTI B
Jurnal ini membahas tentang peran media massa dalam mendorong kontrol sosial dan nilai-nilai Pancasila di Indonesia. Jurnalisme sebagai kegiatan mengumpulkan berita, mencari fakta, dan melaporkan peristiwa kepada publik. Dalam masyarakat modern, jurnalisme berfungsi sebagai media pendidikan massal yang memberikan pendidikan tambahan kepada pelajar dan masyarakat umum. Fungsi utama pers dalam masyarakat kontemporer dipandang sebagai fungsi kontrol yang harus diselaraskan dengan fungsi pendidikan.
Menyatakan bahwa media memainkan peran penting dalam menciptakan keharmonisan sosial sebagai alternatif dari hukum pidana retributif. Hal ini menunjukkan bahwa media dapat berkontribusi terhadap pencegahan kejahatan dengan mempromosikan nilai-nilai Pancasila dan meningkatkan kesadaran di kalangan individu. Keterbatasan kebijakan pidana disoroti, dengan menekankan perlunya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran individu. Berbagai jenis media dibahas dalam jurnal ini, termasuk media cetak, radio, dan televisi.
Masih terdapat beberapa kendala dalam implementasi nilai-nilai Pancasila oleh media massa, seperti berita yang tidak teruji kebenarannya dan kurangnya pemahaman akan etika pemberitaan. Diperlukan kerjasama antara media massa dan lembaga penegak hukum serta pengawasan yang lebih ketat terhadap konstruksi pemberitaan untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu, masyarakat juga perlu lebih kritis dalam menerima informasi dari media massa dan melakukan penelusuran kebenaran berita.
Media cetak memungkinkan adanya informasi rinci dan pembacaan berulang-ulang, namun memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan dan jangkauan geografis. Di sisi lain, radio dan televisi dapat menyampaikan informasi dengan cepat dan menjangkau khalayak yang lebih luas.