Nama: Nayla Ikrimah Sobri
NPM: 2316042097
Dari pemaparan kuliah umum yang berjudul “Adapting NATO’S Security Policy to Emerging Trends and Challenges” yang disampaikan oleh Mr. Robert dapat saya simpulkan bahwa NATO menghadapi tantangan yang kompleks dan beragam dalam menjaga keamanan kolektif di era modern. Kemajuan teknologi telah mengubah lanskap keamanan global, memperkenalkan peluang baru sekaligus risiko yang harus diatasi dengan bijaksana. NATO dihadapkan pada tuntutan untuk terus beradaptasi dan berinovasi dalam struktur dan operasinya guna mengatasi tren-tren yang muncul, termasuk ancaman dari agresi Rusia, taktik perang hibrida, serangan dunia maya, dan kampanye disinformasi yang mengancam stabilitas di kawasan Eropa. Pentingnya membangun kemitraan strategis dengan negara-negara non-NATO dan organisasi internasional menjadi sorotan dalam upaya mengatasi tantangan keamanan bersama. Kolaborasi yang kuat dapat meningkatkan interoperabilitas, pertukaran informasi, dan respons kolektif terhadap ancaman yang terus berkembang. Selain itu, NATO harus memprioritaskan ketahanan nasional dan kolektif, serta meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi ancaman yang semakin kompleks, termasuk dalam domain siber dan ruang angkasa. Melalui respons yang proaktif, seperti peningkatan kehadiran militer di Eropa Timur, latihan pertahanan siber, dan inisiatif komunikasi strategis untuk melawan disinformasi, NATO menunjukkan komitmen dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. Meskipun dihadapkan pada tantangan koordinasi respons antar negara anggota, NATO juga memiliki peluang untuk memperkuat kemitraan dan melakukan inovasi dalam langkah-langkah keamanan. Dengan memfokuskan pada ketahanan, inovasi, dan kemitraan strategis, NATO dapat efektif mengatasi permasalahan keamanan yang terus berkembang, memastikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan Eropa, serta berkontribusi pada keamanan global secara keseluruhan.