གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ RHIEN SILVI

MP Reg D 2024 -> Video Analisis Manajemen Publik di Indonesia

RHIEN SILVI གིས-
Nama Kelompok: THE BLACKOUT

1. 2316041110 NOVENDRA DWI PRADANTA
2. 2316041113 ERNI SAPITRI
3. 2316041115 M. AFDZAL SYAPUTRA
4. 2316041124 ANNISA SALASATUN ROMADHONA
5. 2316041125 MARTHA OKTAVIA SIMBOLON
6. 2316041127 BILAL ALI SYAHPUTRA
7. 2316041130 ALDIVA MUKHSIN
8. 2316041131 DOVAZ MAY ROZA
9. 2316041137 RHIEN SILVI
10. 2316041143 ILHAM WAHYUDI

https://youtu.be/KLjtC0cAHK4?si=eot9w2SazZwG8jSc 



MP Reg D 2024 -> Conflict Resolution on Public Affairs

RHIEN SILVI གིས-
RHIEN SILVI
2316041137


RINGKASAN

North Atlantic Treaty Organization (NATO) adalah sebuah aliansi militer yang dibentuk pada tahun 1949 dengan tujuan utama untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. NATO adalah organisasi yang dominan dan militer tetapi juga politik jadi pada dasarnya hanya 32 negara dan anggota NATO yang membicarakan kerjasama militer dan juga mereka juga membicarakan tentang nilai-nilai bersama di bidang politik. NATO mempertahankan kemampuan militer yang kuat melalui latihan dan operasi bersama, serta bermitra dengan negara dan organisasi internasional untuk mencapai keamanan dan kerja sama. Namun, perubahan dalam lanskap keamanan, termasuk serangan dunia maya dan perang hibrida, menuntut NATO untuk menyesuaikan kebijakannya. Kemajuan teknologi telah mengubah sifat peperangan, dan NATO harus memanfaatkan inovasi untuk mengatasi tantangan kemampuan siber dan senjata otonom. Membangun kemitraan yang kuat dengan negara-negara non-NATO dan organisasi internasional sangat penting untuk mengatasi tantangan keamanan bersama. Upaya kolaboratif dapat meningkatkan interoperabilitas dan berbagi informasi. Meningkatkan ketahanan di tingkat nasional dan kolektif sangat penting untuk menghadapi ancaman yang terus berkembang.Melalui kolaborasi ini, NATO dapat memperkuat jaringannya dan meningkatkan kemampuan dalam menghadapi ancaman global. Selain itu, dengan strategi yang efektif dan pemanfaatan komunikasi yang baik, NATO berupaya mewujudkan keamanan sistem secara keseluruhan. Pendekatan ini memungkinkan NATO untuk lebih siap menghadapi tantangan masa depan serta terus mendorong stabilitas dan kedamaian global. Dengan demikian, NATO tidak hanya berfungsi sebagai aliansi militer, tetapi juga sebagai penjaga perdamaian dan promotor nilai-nilai demokrasi di panggung internasional. Menyesuaikan kebijakan keamanan NATO terhadap tren dan tantangan yang muncul memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berwawasan ke depan. Dengan memprioritaskan ketahanan, inovasi, dan kemitraan strategis, NATO dapat secara efektif mengatasi lanskap keamanan yang terus berkembang. Ancaman strategis dan tantangan hibrida di Eropa telah mendorong NATO untuk memperkuat langkah-langkah keamanannya. Dalam menghadapi tantangan tersebut komunikasi strategis sangat dibutuhkan dalam hal tersebut NATO menggunakan pesan terkoordinasi, diplomasi publik, dan keterlibatan media untuk melawan disinformasi dan membangun ketahanan publik.

MP Reg D 2024 -> Desentralisasi dalam Reformasi Manajemen Publik

RHIEN SILVI གིས-
RHIEN SILVI
2316041137
REG D

Maaf ibu terlambat.
Salah satu contoh pergeseran dari sentralisasi menjadi desentralisasi adalah otonomi daerah, ini merupakan kebijakan yang memberikan tingkat kontrol yang lebih besar kepada pemerintah lokal atau daerah dalam mengelola urusan mereka sendiri. Sebelumnya, banyak negara memiliki sistem pemerintahan yang sangat terpusat di tingkat nasional, di mana keputusan politik dan administratif utama dibuat oleh pemerintah pusat. Namun, dengan adanya tekanan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan, mengakomodasi kebutuhan lokal yang beragam, dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, banyak negara telah beralih ke model desentralisasi. Dalam konteks ini, pemerintah daerah memiliki kewenangan lebih besar dalam mengelola sumber daya dan membuat keputusan yang berkaitan dengan pelayanan publik, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan berbagai bidang lainnya. Indonesia merupakan salah satu contoh negara yang mengalami perubahan signifikan dari sentralisasi menjadi desentralisasi. Dengan diberlakukannya Undang-Undang Otonomi Daerah pada tahun 1999, pemerintah daerah di Indonesia diberikan kewenangan yang lebih besar dalam mengelola sumber daya dan mengambil keputusan terkait pembangunan lokal mereka. Hal ini membawa dampak besar terhadap dinamika politik, ekonomi, dan sosial di tingkat daerah, serta mengarah pada berbagai inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

MP Reg D 2024 -> Diskusi -> Diskusi1 -> Re: Diskusi1

RHIEN SILVI གིས-
RHIEN SILVI
2316041137
REG D

Assalamualaikum ibu, selamat siang. Saya Rhien Silvi izin berdiskusi:
Tantangan pertama adalah mengubah budaya birokrasi yang cenderung birokratis, lambat, dan korup. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan transparansi memerlukan perubahan budaya yang mendalam di kalangan birokrat, yang kedua korupsi masih menjadi masalah serius di Indonesia dan menjadi hambatan utama dalam upaya reformasi administrasi publik. Langkah-langkah tegas perlu diambil untuk memerangi korupsi dan memastikan akuntabilitas yang lebih tinggi di dalam birokrasi. Yang ketiga yakni peningkatan kapasitas dan kompetensi pegawai negeri sipil (PNS) merupakan tantangan besar dalam reformasi administrasi publik. Diperlukan investasi yang signifikan dalam pelatihan dan pengembangan SDM untuk memastikan bahwa PNS memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas, yang keempat adalah mengadopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara efektif dalam administrasi publik masih menjadi tantangan. Perlu pembangunan infrastruktur TIK yang lebih baik serta pengembangan sistem yang dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Yang kelima adalah implementasi desentralisasi telah menghadirkan tantangan tersendiri dalam reformasi administrasi publik. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta pembangunan kapasitas di tingkat lokal, menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik di seluruh wilayah Indonesia, dan yang terakhir adalah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pengawasan merupakan aspek penting dalam reformasi administrasi publik, sedangkan teori yang mendukung adalah teori Good Governance.