Kiriman dibuat oleh Teguh Satrio Aji 2215011108

Nama : Teguh Satrio Aji
NPM : 2215011108


Mata kuliah pendidikan kewarganegaraan di Perguruan Tinggi bertujuan membantu mahasiswa agar mampu mewujudkan nilai dasar agama dan kebudayaan serta kesadaran berbangsa dan bernegara dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dikuasainya dengan rasa tanggung jawab kemanusiaan. Pendidikan kewarganegaraan diberikan kepada mahasiswa sebagai generasi muda penerus bangsa untuk memberikan bekal nilai-nilai kebangsaan dan pemahaman komprehensif mengenai wawasan nusantara, ketahanan nasional, hak dan kewajiban sebagai warganegara, demokrasi, konstitusi serta HAM dalam menghadapi tantangan.

Landasan ideal dan legal pendidikan kewarganegaraan adalah pembukaan UUD 1945, batang tubuh UUD 1945, UU No. 20 Tahun 1982, UU No. 20 Tahun 2003 dan SK Dirjen Dikti No. 43 Tahun 2006. Secara historis, masyarakat membutuhkan sumber-sumber sosiologis dan politis untuk melanjutkan, mempertahankan, dan mendukung eksistensi negara-bangsa.

Teknik Sipil B -> Forum Analisis Jurnal

oleh Teguh Satrio Aji 2215011108 -
Nama : Teguh Satrio Aji
Npm : 2215011108

Analisis makalah “PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI
TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN
TEKNOLOGI".

Konsep dasar Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata Sanskerta:
panca berarti lima dan sila berarti prinsip. Pancasila adalah lima sila yang mengandung pedoman atau tata tertib yang penting dan baik.

Pancasila sebagai filsafat ilmu
Pancasila adalah dasar falsafah dan ideologi negara, yang seharusnya menjadi landasan pemersatu pola hidup bangsa Indonesia, lambang persatuan dan kesatuan, serta pembela bangsa dan negara Indonesia. Pancasila yang terdiri dari lima sila merupakan suatu proses yang merangkum proses pemecahan masalah dalam kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa dan bernegara.

IMPLIKASI SILA SILA DALAM PENGEMBANGAN IPTEK

1. Ketuhanan yang Maha Esa

Tentang nilai-nilai Pancasila dan perintah Tuhan Yang Maha Esa:

a) Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan setiap agama dan kepercayaan sesuai dengan prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab.
b. Menghormati dan bekerjasama antar pemeluk agama dan kepercayaan yang berbeda untuk membangun keharmonisan.
c. Saling menghormati kebebasan beragama menurut agama dan kepercayaan.
yaitu Jangan memaksakan agama dan kepercayaan kepada orang lain. Menurut Muchtar, meskipun nilai-nilai dalam perintah Tuhan Yang Maha Esa itu termasuk nilai-nilai agama, misalnya nilai-nilai agama.

a) Kepercayaan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai Pencipta
semuanya dengan kualitas yang sempurna dan suci
Mahakuasa, Adil, Bijaksana, dll;
b) Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang melakukan segala sesuatu
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. (Prasetio P, 2014)

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Pengaruh kemanusiaan yang adil dan beradab terhadap perkembangan ilmu pengetahuan adalah mengarahkan dan mengelola ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikuatkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, bukan menjadikan manusia sombong dan sombong melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

3. PersatuanIndonesia
Pentingnya pengembangan ilmu pengetahuan adalah bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi harus dikembangkan untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, dan dapat dikembangkan lebih lanjut dalam hubungan masyarakat Indonesia dengan dunia internasional.

4. Kerakyaatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

Nilai dari sila keempat adalah sebagai berikut:

a. Negara melayani semua orang.
b.Kedaulatan ada di tangan rakyat
c. Manusia Indonesia adalah warga negara dan warga masyarakat
mereka memiliki status yang sama, hak dan kewajiban yang sama.
yaitu Memimpin orang adalah kebijaksanaan berdasarkan akal
sehat
e. Keputusan diambil berdasarkan pertimbangan untuk mencapai kesepakatan
wakil rakyat.

Implikasi dari perkembangan ilmu pengetahuan adalah tatanan masyarakat yang berpedoman pada kearifan kebijaksanaan berpikir representatif, yang melandasi perkembangan demokrasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan kata lain, setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, setiap ilmuwan harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain serta bersikap terbuka, yaitu. H. terbuka terhadap kritik/evaluasi atau perbandingan dengan hasil teori lain.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Nilai sila kelima adalah:

a) Perlakuan yang adil dalam segala bidang kehidupan, terutama bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.
b. Terbentuknya keadilan sosial meliputi seluruh rakyat Indonesia.
c. Keseimbangan antara hak dan kewajiban.
yaitu Menghormati hak milik orang lain
e. Cita-cita masyarakat adil dan makmur yang merata secara material dan merata
rohani bagi seluruh rakyat Indonesia.
f. Cinta kemajuan dan pembangunan.

Implikasi sila kelima bagi perkembangan ilmu pengetahuan adalah;
Pedoman keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang melaksanakan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus mendukung keseimbangan keadilan dalam kehidupan manusia, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan diri sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan manusia. bangsa dan negara serta manusia dan lingkungan alamnya.

Teknik Sipil B -> Forum Analisis Soal-2

oleh Teguh Satrio Aji 2215011108 -
Nama : Teguh Satrio Aji
Npm : 2215011108

A. Prinsip pertama:
Tentang satu-satunya tuhan atau hablum minnaallah dan sikap toleran antar manusia atau hablum minnanas.
Terima kasih lainnya:
Tentang orang-orang yang harus menegakkan keadilan dan moralitas setiap detik dalam hidupnya.
Terima Kasih Ketiga:
Informasi tentang penyatuan semua aspek positif dari kehidupan sehari-hari.
Instruksi keempat:
Tentu pemimpin yang harus arif, bijaksana dan juga adil. Terima kasih kelima:
Demi keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

B. Tokoh pancasila, warga negara dan cendekiawan diharapkan menjadi panutan dalam suksesi pancasila. Pemimpin spiritual pancasila adalah pemimpin yang benar-benar memahami hakekat pancasila sebagai ideologi bangsa indonesia. Oleh karena itu, semua tindakan yang dilakukan berpedoman pada ideologi bangsa. Semua model yang diharapkan harus memiliki 5 karakteristik diantaranya:

1. Pemimpin yang beriman.
2. Membela hak asasi manusia
3. Merasakan nasionalisme
4. Bersikap adil
5. Berpendidikan