NAMA RAHANDITTO ACHMAD ZULFI
NPM 2215012061
KELAS A
PRODI S 1 ARSITEKTUR
Yurisprudensi adalah rangkaian proses yang mengembangkan gagasan dan cita-cita hukum yang memuat nilai-nilai moral yang pada hakekatnya mencakup suatu nilai hakiki, yaitu supremasi keadilan. Polisi adalah mereka yang menegakkan hukum, dalam arti sempit hanya berarti polisi dan kejaksaan, yang kemudian diperluas mencakup hakim, pengacara, dan lembaga pemasyarakatan.
Pada masa Orde Baru, komunitas Tionghoa di Indonesia mengalami diskriminasi, sehingga tokoh masyarakat atau tokoh masyarakat Tionghoa terus memperjuangkan haknya sebagai warga negara yang dilindungi undang-undang selama beberapa dekade. Perjuangan komunitas ini terbukti berhasil dengan diundangkannya Undang-Undang Kewarganegaraan No. 12 tahun 2006. Salah satu bukti bahwa komunitas Tionghoa adalah bagian dari bangsa Indonesia adalah persamaan di mata hukum dan pemerintah, maka untuk pertama kalinya, DKI Jakarta dikepalai oleh seorang etnis Tionghoa, yaitu Ahok. Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahaya Purnama, atau gaya kepemimpinan Ahok yang percaya diri sangat cocok untuk Jakarta. Pasalnya, Ahok mampu menerapkan beberapa kebijakan dan mengatasi berbagai persoalan di DKI Jakarta dengan tekadnya. Memasuki pertengahan 2016, kepemimpinan Ahok diwarnai berbagai konflik, seperti perbedaan tajam dengan DPRD, kasus UPS, kasus penggusuran, kasus Sumber Waras dan Reklamasi yang terpublikasi, dan peristiwa tersebut. Itu menghabiskan banyak energi dan menarik perhatian publik, yaitu mengolok-olok Alquran.
Akhirnya, pada 4 November 2016, terjadi aksi damai yang disusul dengan dugaan Ahok sebagai pelaku penistaan agama. Untuk menjaga imparsialitas dan transparansi, Polri menggelar sidang terbuka terbatas dengan semua pihak yang disaksikan oleh pihak independen.
Kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum, bahkan demonstrasi 4 November 2016 dan kecurigaan Ahok bahwa Ahok tidak serius dalam pelaksanaan hukum oleh pemerintah, sehingga persetujuan umat Islam untuk mengontrol proses hukum, semakin mengkhawatirkan. Hujatan Ahok akan kembali terwujud dengan demonstrasi pada 2 Desember 2016. Masalah utama penegakan hukum di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, bukan pada sistem hukumnya, melainkan pada kualitas masyarakat yang taat hukum (aparat penegak hukum).
Banyak faktor yang menyebabkan lemahnya pola pikir aparat penegak hukum, antara lain pemahaman yang kurang baik tentang agama, ekonomi, proses rekrutmen yang tidak jelas, dll. Kesetaraan di bawah hukum tidak berjalan efektif. Wajar jika reaksi masyarakat terhadap penegakan hukum menjadi semakin umum di negeri ini.