གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Shafiera Hazanah Putri

Nama : Shafiera Hazanah Putri
NPM : 2215012057
Kelas : A
Prodi : S2 Arsitektur



Wawasan Nusantara adalah konsep yang mencerminkan cara pandang bangsa Indonesia terhadap rakyat, wilayah, dan negara Indonesia sebagai satu kesatuan politik, sosial, ekonomi, budaya, dan pertahanan. Makna wawasan Nusantara memiliki beberapa elemen penting:

Kesatuan wilayah: Wawasan Nusantara mengakui bahwa Indonesia terdiri dari daratan, laut, dan udara di atasnya sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini mengandung implikasi politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan yang saling terkait.
Kesamaan persepsi: Wawasan Nusantara bertujuan untuk menciptakan kesamaan persepsi di antara seluruh warga negara Indonesia, baik dalam konteks kelompok maupun konteks sosial dan politik. Ini berarti menghargai perbedaan pendapat, tetapi juga mengharapkan adanya kerja sama dan integrasi.
Pedoman dan rambu-rambu: Wawasan Nusantara menjadi pedoman, motivasi, dan rambu-rambu bagi pembuat kebijakan, penyelenggara negara di pusat dan daerah, serta bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Nasionalisme: Wawasan Nusantara bertujuan untuk meningkatkan nasionalisme di Indonesia, dengan mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan individu, suku bangsa, atau daerah. Hal ini mencerminkan cinta tanah air dan kepedulian terhadap bangsa Indonesia.
Kesatuan sosial budaya: Wawasan Nusantara menghendaki terwujudnya kesatuan sosial budaya yang harmonis, tanpa membedakan suku, daerah, agama, atau golongan sosial. Konsep ini mengedepankan persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.
Dengan memahami dan menginternalisasi wawasan Nusantara, diharapkan setiap warga negara Indonesia dapat mengembangkan jiwa nasionalisme, cinta tanah air, serta sikap bela negara. Hal ini penting untuk menjaga keutuhan negara dan membangun masyarakat yang dinamis, kreatif, dan bersatu
Nama : Shafiera Hazanah Putri
NPM : 2215012057
Kelas : A
Prodi : S1 Arsitektur

A. tersebut dapat meningkatkan kesadaran publik tentang isu-isu HAM yang mungkin tidak terlalu dikenal secara luas. Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam upaya perlindungan HAM.
B. Demokrasi di Indonesia mencerminkan nilai-nilai adat istiadat dan budaya asli masyarakat Indonesia dalam beberapa aspek. Salah satu prinsip yang menjadi ciri khas demokrasi Indonesia adalah "Berke-Tuhanan yang Maha Esa," yang menunjukkan hubungan erat antara kehidupan berdemokrasi dengan keberagamaan dan keyakinan masyarakat Indonesia.
C. Praktik demokrasi di Indonesia saat ini secara umum mengacu pada prinsip-prinsip Pancasila dan UUD 1945, serta upaya untuk menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia. Namun, penting untuk diingat bahwa implementasi demokrasi tidak selalu sempurna, dan masih terdapat tantangan dan ruang untuk perbaikan.
Pancasila, yang merupakan dasar negara Indonesia, terdiri dari lima sila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Prinsip-prinsip ini mencerminkan keberagaman, inklusivitas, persatuan, dan keadilan yang menjadi pijakan demokrasi Indonesia.
D. Dalam sistem demokrasi, anggota parlemen bertanggung jawab untuk mewakili kepentingan rakyat dan melaksanakan kebijakan yang sejalan dengan kebutuhan masyarakat. Jika anggota parlemen menggunakan posisinya untuk memajukan agenda politik mereka sendiri dan melupakan kepentingan nyata masyarakat, hal itu dapat dianggap sebagai pengkhianatan terhadap kepercayaan yang diberikan oleh rakyat.
E. Pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama memang memiliki pengaruh besar dalam memobilisasi loyalitas dan emosi rakyat. Kekuatan kharisma mereka seringkali digunakan untuk mempengaruhi pendapat dan tindakan massa, bahkan dalam situasi yang melibatkan tumbal atau pengorbanan yang tidak jelas tujuannya.
Nama : Shafiera Hazanah Putri
NPM : 2215012057
Kelas :A
Prodi : S1 Arsitektur


1. Kasus konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste menarik, karena jenis konflik tersebut hampir tidak terjadi di wilayah perbatasan darat Indonesia lainnya, baik di Kalimantan maupun di Papua. Biasanya masalah yang muncul di wilayah perbatasan darat tersebut berupa belum disepakatinya delimitasi dan demarkasi batas serta maraknya aktivitas lintas batas ilegal. Bisa dikatakan jarang sekali terjadi kekerasan antarwarga. Oleh karena itu, analisis terhadap konflik komunal di perbatasan Indonesia-Timor Leste tersebut penting untuk dilakukan, agar Indonesia dapat membuat langkah antisipasi sehingga kejadian serupa tidak terjadi di masa depan. Tulisan ini berusaha menjelaskan kronologi konflik komunal tersebut, faktor-faktor penyebab, usaha penyelesaian, dan langkah yang bisa dilakukan ke depan. 
2. Jika indonesia tidak memiliki wawasan nusantara maka Negara ini dapat dijajah lagi oleh bangsa lain. Bahkan dapat menjadi Negara yang hancur. Hal tersebut disebabkan karena tidak adanya lagi rasa persatuan dan kesatuan diantara para warga Negara dan tidak adanya rasa untuk melindungi bangsa secara utuh.
3. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan melakukan pengembangan di wilayah tersebut. Setidaknya, ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan, yakni: pendekatan kesejahteraan, pendekat kerja sama, pendekatan keamanan, dan pendekatan daya saing wilayah.