Posts made by Shafiera Hazanah Putri

Nama : Shafiera Hazanah Putri
NPM : 2215012057
Kelas :A
Prodi : S1 Arsitektur

Pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa Bela Negara menjadi sebuah kewajiban yang penting bagi seluruh warga negara. Pandemi ini menguji kesetiaan dan kecintaan warga negara terhadap negaranya, serta menempatkan Bela Negara dalam perundang-undangan dan peran petinggi suatu negara. Bela Negara adalah hak dan kewajiban warga negara yang seimbang dalam hukum, dan diwujudkan dalam upaya memperjuangkan eksistensi negara di mata dunia.


Dalam konteks pandemi COVID-19, Bela Negara dapat diaktualisasikan melalui berbagai tindakan. Salah satunya adalah dengan tetap tinggal di rumah dan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya. Dalam situasi sulit seperti saat ini, Bela Negara harus dilakukan karena pandemi ini adalah masalah bersama yang membutuhkan keterlibatan semua pihak.


Pendidikan kewarganegaraan dan Bela Negara sangat penting bagi warga negara, karena mencerminkan kecintaan dan kesetiaan mereka terhadap negara. Masalah sosial di sekitar kita yang berkaitan dengan Bela Negara perlu mendapatkan perhatian yang serius, karena jika dibiarkan dapat berdampak buruk bagi masa depan negara. Untuk mencegah hal-hal buruk tersebut, perlu dilakukan tindakan konkret.


Salah satu contoh tindakan yang dapat dilakukan adalah menjaga kebersihan dan hanya keluar rumah jika ada keperluan penting. Selain itu, tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi juga merupakan bagian dari Bela Negara. Selain itu, solidaritas, kerja sama, dan gotong royong juga menjadi solusi dalam menghadapi masalah yang sedang terjadi.


Dalam konteks pandemi COVID-19, prioritas pelaksanaan Bela Negara adalah upaya membatasi penyebaran virus dan melindungi mereka yang sudah terpapar. Pemerintah telah mengambil berbagai langkah, seperti membentuk gugus tugas percepatan penanganan COVID-19. Prioritas juga diberikan pada orang tanpa gejala (OTG) yang sulit terdeteksi, karena mereka dapat menjadi pembawa penyakit yang berpotensi menularkan kepada orang lain.


Untuk melaksanakan Bela Negara saat pandemi, langkah-langkah seperti isolasi mandiri, pematuhan terhadap aturan pemerintah, dan memberikan dukungan kepada pahlawan garda terdepan dapat dilakukan. Solidaritas juga dapat ditunjukkan dengan membantu mereka yang kurang mampu dan menjaga lingkungan tetap kondusif. Selain itu, menjauhi diskriminasi terhadap orang yang terkena COVID-19 juga penting.


Dalam konteks pandemi COVID-19, Bela Negara bukan hanya dilakukan melalui aksi fisik seperti menggunakan senjata, tetapi juga melalui tindakan-tindakan positif seperti memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, menjaga kesehatan diri sendiri, dan menjaga keselamatan orang lain


Nama : Shafiera Hazanah Putri
NPM : 2215012057
Kelas :A
Prodi : S1 Arsitektur

Ketahanan Nasional adalah kemampuan suatu bangsa untuk menghadapi dan mengatasi ancaman yang datang. Hal ini melibatkan keuletan, keterampilan, ketangguhan, dan kemampuan mengembangkan potensi untuk menghadapi tantangan tersebut. Terdapat empat sumber ancaman yang dapat mempengaruhi keutuhan negara, yaitu ancaman langsung, ancaman luar, ancaman dalam negeri, dan ancaman tidak langsung.

Ancaman langsung contohnya adalah penjajahan Belanda, sedangkan ancaman luar dapat berupa usaha Amerika Serikat untuk menjajah Filipina. Ancaman dalam negeri mencakup gerakan separatisme, sementara ancaman tidak langsung adalah upaya menguasai ekonomi dengan membeli tanah secara perlahan dan mengusir penduduk asli.

Ada empat hal yang menjadi sasaran dari serangan terhadap keutuhan negara, yaitu integritas (kewibawaan), identitas sebagai warga negara, kelangsungan hidup bangsa, dan perjuangan mencapai tujuan nasional. Untuk itu, sebagai warga negara, kita berhak mempertahankan diri dan perlu membangun ketahanan nasional.

Dalam membangun ketahanan nasional, terdapat dua kategori yang perlu diperhatikan, yaitu Tri Gatra dan Panca Gatra.

Tri Gatra meliputi:
A. Lokasi dan Geografis, seperti masuknya kapal asing ke wilayah Indonesia.
B. Keadaan dan Kekayaan, seperti kapal asing yang mencuri ikan kita.
C. Kemampuan penduduk, misalnya masalah yang dialami oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di negara tetangga dan ketidakmampuan penduduk dalam bersaing dengan penduduk asing.

Panca Gatra meliputi:
A. Ideologi, seperti ancaman dari Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI) yang ingin mengubah ideologi Pancasila menjadi ideologi komunisme.
B. Politik, contohnya pembatasan kebebasan berpendapat dan pemusatan kekuasaan pada satu sumber.
C. Ekonomi, termasuk perlakuan yang berbeda antara penduduk asli dan pendatang dalam hal membuka usaha serta pembangunan pusat perbelanjaan di wilayah pasar tradisional.
D. Sosial budaya, melibatkan tradisi dan pendidikan.
E. Pertahanan dan keamanan, yang melibatkan partisipasi dan kesadaran masyarakat.

Untuk mewujudkan ketahanan nasional, aspek alamiah (Tri Gatra) dapat ditingkatkan melalui peningkatan potensi laut dan darat, pemanfaatan sumber daya alam dengan kesadaran nasional, dan peningkatan kemampuan penduduk melalui pendidikan agar dapat bersaing di tingkat global.

Aspek sosial (Panca Gatra) dapat diwujudkan dengan mampu menampung aspirasi melalui rangkaian nilai, menjunjung demokrasi dengan keseimbangan input dan output.