A. Menurut pendapat saya mengenai proses pendidikan ditengah pandemi covid-19 memunculkan berbagai dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dapat memotivasikan untuk melewati masa-masa sulit agar tetap fokus untuk meraih tujuan pendidikan Indonesia yang lebih maju. Dampak positifnya yaitu,dapat memicu percepatan transformasi pendidikan yang awalnya proses belajar mengajar dengan tatap muka (offline) digantikan dengan sistem pendidikan jarak jauh (PJJ) berupa online, yang mana seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan dengan teknologi. Namun, dalam proses pendidikan dengan jarak jauh ini terdapat hambatan-hambatan didalamnya. Salah satu hambatan tersebut adalah pada daerah yang minim akses internet mengalami hambatan dalam proses pembelajaran. Penggunaan teknologi dalam menyelesaikan tugas dapat menimbulkan kretivitas dalam mengembangkan pengetahuan yang telah dimiliki dan dipahami. Pembelajaran yang dilakukan di rumah, dapat mambuat orangtua lebih mudah dalam mengawasi terhadap perkembangan belajar anak secara langsung. Sebenarnya orangtua adalah institunsi pertama dalam pendidikan anak. Serta masih banyak lagi dampak positif dalam proses pendidikan. Selanjutnya, dampak negatifnya yaitu jaringan tidak memadai, proses belajar mengajar kurang efektif dan keterbatasan fasilitas dalam proses pembelajaran jarak jauh (PJJ).
B. Pada saat covid-19 proses pendidikan belum dilakukan dengan cukup efektif. Hal tersebut dikarenakan masih banyak kendala yang dihadapi salah satunya adalah masalah jaringan koneksi. Maka tidak jarang terjadi keterambatan dalam absensi kehadiran. Berkenaan dengan implementasi nilai pancasila, kondisi itu berkaitan dengan sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab.
Cara mengefektifkan dan memaksimalkannya yaitu dengan cara meningkatkan motivasi belajar melalui motode pembelajaran online, mematuhi protocol kesehatan, harus dapat memanajemenkan waktu (kedisiplinan), dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama melalui WAG, classroom, aplikasi zoom cloud meeting ataupun media lainnya. Bahkan pada saat covid-19 implementasi nilai pancaila harus tetap ditanamkan. Kemendikbud memasukkan nilai nilai pancasila pada program belajar dari rumah yang ada di TVRI serta para orangtua dapat mengambil alih peran dalam proses pembelajaran bagi anak.
C. Berbagai kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai. Contoh dalam lingkungn
1. Jujur
Menyampaikan pendapat sesuai dengan hati nurani untuk mencapai mufakat;
Memberitahukan tujuan bepergian saat pamit kepada orangtua;
2. Disiplin
Membuang sampah pada tempatnya agar tidak terjadi penyumbatan yang mengakibatkan banjir.
Menjaga keamanan tempat tinggal dan lingkungan dengan adanya siskamling..
3. Tanggungjawab
Meminta maaf jika berbuat salah kepada seseorang
Semua anggota keluarga bertanggungjawab mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama;
4. Peduli
Merawat keluarga yang sakit dengan memberikan perhatian lebih.
Menolong tetangga yang kesusahan.
5. Santun
Tidak berbicara keras atau kasar kepada orang tua atau orang yang lebih tua;
Menerima dan memberi sesuatu selalu dengan tangan kanan.
6. Ramah lingkungan
Mendaur ulang dan memilah sampah dengan konsep 3R yaitu reuse,reduce dan recycle.
Menanam pohon atau berkebun dilingkungan sekitar.
7. Gotong royong
Kerja bakti membersihkan lingkungan;
Saling membantu dalam menyiapkan hari besar keagamaan.
8. Cinta damai
Menjunjung tinggi toleransi keagamaan antar umat beragama serta bhineka tunggal ika untuk mewujudkan perdamaian masyarakat;
Menolak dan mewaspadai berkembangnya paham radikalisme serta paham lain yang bertentangan dengan pacasila dan UUD 1945.
Menurut pendapat saya mengenai sikap jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan sangat penting jika diterapkan dan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan pegangan dalam mengatur sikap dan tingkah laku.
D. Hakikat pancasila adalah sesuatu yang terkandung dalam nilai-nilai yang terdapat pada sila pancasila yang harus dijadikan sebab, sehingga dijadikan sebagai dasar negara. Terdapat 3 macam hakikat menurut Notonagoro yaitu Pancasila sebagai filsafat menunjukkan hakikat yang sifatnya abstrak (ada dalam pikiran manusia sejak dulu), pribadi (bersangkutan dengan kehidupan pribadi), dan konkret (direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari), umum, atau universal, mutlak, tetap, tidak berubah, terlepas dari situasi, tempat dan waktu. Pancasila diibaratkan sebagai pondasi, jadi semakin kuat pondasi tersebut maka akan semakin kokoh suatu negara.
B. Pada saat covid-19 proses pendidikan belum dilakukan dengan cukup efektif. Hal tersebut dikarenakan masih banyak kendala yang dihadapi salah satunya adalah masalah jaringan koneksi. Maka tidak jarang terjadi keterambatan dalam absensi kehadiran. Berkenaan dengan implementasi nilai pancasila, kondisi itu berkaitan dengan sila kedua yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab.
Cara mengefektifkan dan memaksimalkannya yaitu dengan cara meningkatkan motivasi belajar melalui motode pembelajaran online, mematuhi protocol kesehatan, harus dapat memanajemenkan waktu (kedisiplinan), dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama melalui WAG, classroom, aplikasi zoom cloud meeting ataupun media lainnya. Bahkan pada saat covid-19 implementasi nilai pancaila harus tetap ditanamkan. Kemendikbud memasukkan nilai nilai pancasila pada program belajar dari rumah yang ada di TVRI serta para orangtua dapat mengambil alih peran dalam proses pembelajaran bagi anak.
C. Berbagai kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai. Contoh dalam lingkungn
1. Jujur
Menyampaikan pendapat sesuai dengan hati nurani untuk mencapai mufakat;
Memberitahukan tujuan bepergian saat pamit kepada orangtua;
2. Disiplin
Membuang sampah pada tempatnya agar tidak terjadi penyumbatan yang mengakibatkan banjir.
Menjaga keamanan tempat tinggal dan lingkungan dengan adanya siskamling..
3. Tanggungjawab
Meminta maaf jika berbuat salah kepada seseorang
Semua anggota keluarga bertanggungjawab mematuhi peraturan yang telah disepakati bersama;
4. Peduli
Merawat keluarga yang sakit dengan memberikan perhatian lebih.
Menolong tetangga yang kesusahan.
5. Santun
Tidak berbicara keras atau kasar kepada orang tua atau orang yang lebih tua;
Menerima dan memberi sesuatu selalu dengan tangan kanan.
6. Ramah lingkungan
Mendaur ulang dan memilah sampah dengan konsep 3R yaitu reuse,reduce dan recycle.
Menanam pohon atau berkebun dilingkungan sekitar.
7. Gotong royong
Kerja bakti membersihkan lingkungan;
Saling membantu dalam menyiapkan hari besar keagamaan.
8. Cinta damai
Menjunjung tinggi toleransi keagamaan antar umat beragama serta bhineka tunggal ika untuk mewujudkan perdamaian masyarakat;
Menolak dan mewaspadai berkembangnya paham radikalisme serta paham lain yang bertentangan dengan pacasila dan UUD 1945.
Menurut pendapat saya mengenai sikap jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan sangat penting jika diterapkan dan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan pegangan dalam mengatur sikap dan tingkah laku.
D. Hakikat pancasila adalah sesuatu yang terkandung dalam nilai-nilai yang terdapat pada sila pancasila yang harus dijadikan sebab, sehingga dijadikan sebagai dasar negara. Terdapat 3 macam hakikat menurut Notonagoro yaitu Pancasila sebagai filsafat menunjukkan hakikat yang sifatnya abstrak (ada dalam pikiran manusia sejak dulu), pribadi (bersangkutan dengan kehidupan pribadi), dan konkret (direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari), umum, atau universal, mutlak, tetap, tidak berubah, terlepas dari situasi, tempat dan waktu. Pancasila diibaratkan sebagai pondasi, jadi semakin kuat pondasi tersebut maka akan semakin kokoh suatu negara.