1. -Berpegang teguh pada kebenaran
-Kuat dalam pemberian
-Memiliki ketulusan dalam hati dalam melaksanakan tugas dan tidak menyalahgunakan wewenang yang dibebankan kepadanya
-Efektif dan efisien dalam menggunakan waktu
-Memiliki pendirian teguh
-Jujur
-Adil
-Ketegasan
- Keterbukaan
- Kemandirian
2. Menurut Florence Littauer, terdapat 4 jenis kepribadian yang dikenalkannya :
- Koleris: Kepribadian ini cenderung cocok menjadi seorang pemimpin. Orang dengan kepribadian ini suka bertindak cepat, to the point, tidak memikirkan perasaan orang lain, berorientasi pada hasil (result oriented), nggak suka disuruh-suruh, dan berjiwa petualang
- Sanguin: Kepribadian ini terkenal dengan sebutan si Gaul. Orang dengan kepribadian ini suka kegiatan yang tidak beraturan dan acak. Mereka sangat tak suka hal yang berulang-ulang (teratur). Mereka dikelilingi banyak orang karena suka sosialisasi dan bergaul. Mereka sangat memperhatikan pujian
-Melankolis: Kepribadian ini mendapat sebutan si Perfeksionis. Orang dengan kepribadian ini suka sesuatu yang detail, kerapihan, kebersihan, keteraturan, dan praktis. Jika berkomunikasi dengan orang melankolis, perlu urut, rincian yang jelas, dan jangan lewat lisan (texable). Mereka sering membaca dan cenderung menjadi kutu buku, bintang kelas, berprestasi, jago, dan ahli
-Plegmatis: Kepribadian ini dijuluki si Stabil. Orang dengan kepribadian ini suka sesuatu yang berulang, pasti, dan jelas. Mereka tidak sukai kebiasaan yang berisiko, naik-turun, atau tidak ada kepastian. Mereka cenderung bertindak dengan cara yang sudah teruji
3. - Pengamatan Perilaku: Perhatikan bagaimana seorang pemimpin berinteraksi dengan anggota timnya dan berurusan dengan situasi yang berbeda
- Pengukuran Kinerja: Kecerdasan dalam kepemimpinan dapat tercermin dalam hasil dan kinerja tim atau organisasi yang dipimpin oleh seorang pemimpin
- Umpan Balik dari Bawahan dan Rekan Kerja: Mendengarkan pendapat dan pandangan dari anggota tim dan rekan kerja yang bekerja langsung dengan seorang pemimpin dapat memberikan wawasan berharga tentang bagaimana mereka dinilai dalam hal kepemimpinan
- Kemampuan Komunikasi: Kepemimpinan yang efektif melibatkan komunikasi yang baik. Perhatikan apakah seorang pemimpin dapat berkomunikasi dengan jelas, efektif, dan dengan empati
- Pengelolaan Konflik: Bagaimana seorang pemimpin mengelola konflik dalam timnya dapat mencerminkan kecerdasan kepemimpinan mereka
- Pengembangan Diri: Pemimpin yang cerdas akan terus-menerus mencari peluang untuk belajar dan berkembang
- Kecerdasan Emosional: Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi (baik emosi sendiri maupun orang lain), sangat penting dalam kepemimpinan
4. Pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional, akan lebih mudah memahami kondisi yang ada sekitarnya. Ia tidak akan mudah lepas kontrol saat sedang mengalami situasi yang tidak terduga. Selain itu ia akan lebih mampu menggerakan orang lain tanpa orang lain merasa sudah diperintah oleh dirinya
-Kuat dalam pemberian
-Memiliki ketulusan dalam hati dalam melaksanakan tugas dan tidak menyalahgunakan wewenang yang dibebankan kepadanya
-Efektif dan efisien dalam menggunakan waktu
-Memiliki pendirian teguh
-Jujur
-Adil
-Ketegasan
- Keterbukaan
- Kemandirian
2. Menurut Florence Littauer, terdapat 4 jenis kepribadian yang dikenalkannya :
- Koleris: Kepribadian ini cenderung cocok menjadi seorang pemimpin. Orang dengan kepribadian ini suka bertindak cepat, to the point, tidak memikirkan perasaan orang lain, berorientasi pada hasil (result oriented), nggak suka disuruh-suruh, dan berjiwa petualang
- Sanguin: Kepribadian ini terkenal dengan sebutan si Gaul. Orang dengan kepribadian ini suka kegiatan yang tidak beraturan dan acak. Mereka sangat tak suka hal yang berulang-ulang (teratur). Mereka dikelilingi banyak orang karena suka sosialisasi dan bergaul. Mereka sangat memperhatikan pujian
-Melankolis: Kepribadian ini mendapat sebutan si Perfeksionis. Orang dengan kepribadian ini suka sesuatu yang detail, kerapihan, kebersihan, keteraturan, dan praktis. Jika berkomunikasi dengan orang melankolis, perlu urut, rincian yang jelas, dan jangan lewat lisan (texable). Mereka sering membaca dan cenderung menjadi kutu buku, bintang kelas, berprestasi, jago, dan ahli
-Plegmatis: Kepribadian ini dijuluki si Stabil. Orang dengan kepribadian ini suka sesuatu yang berulang, pasti, dan jelas. Mereka tidak sukai kebiasaan yang berisiko, naik-turun, atau tidak ada kepastian. Mereka cenderung bertindak dengan cara yang sudah teruji
3. - Pengamatan Perilaku: Perhatikan bagaimana seorang pemimpin berinteraksi dengan anggota timnya dan berurusan dengan situasi yang berbeda
- Pengukuran Kinerja: Kecerdasan dalam kepemimpinan dapat tercermin dalam hasil dan kinerja tim atau organisasi yang dipimpin oleh seorang pemimpin
- Umpan Balik dari Bawahan dan Rekan Kerja: Mendengarkan pendapat dan pandangan dari anggota tim dan rekan kerja yang bekerja langsung dengan seorang pemimpin dapat memberikan wawasan berharga tentang bagaimana mereka dinilai dalam hal kepemimpinan
- Kemampuan Komunikasi: Kepemimpinan yang efektif melibatkan komunikasi yang baik. Perhatikan apakah seorang pemimpin dapat berkomunikasi dengan jelas, efektif, dan dengan empati
- Pengelolaan Konflik: Bagaimana seorang pemimpin mengelola konflik dalam timnya dapat mencerminkan kecerdasan kepemimpinan mereka
- Pengembangan Diri: Pemimpin yang cerdas akan terus-menerus mencari peluang untuk belajar dan berkembang
- Kecerdasan Emosional: Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengelola emosi (baik emosi sendiri maupun orang lain), sangat penting dalam kepemimpinan
4. Pemimpin yang memiliki kecerdasan emosional, akan lebih mudah memahami kondisi yang ada sekitarnya. Ia tidak akan mudah lepas kontrol saat sedang mengalami situasi yang tidak terduga. Selain itu ia akan lebih mampu menggerakan orang lain tanpa orang lain merasa sudah diperintah oleh dirinya