གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Gustina Wulan Sari

MKU PKN -> FORUM JAWABAN POST TEST

Gustina Wulan Sari གིས-
Nama : Gustina Wulan Sari
NPM : 2218011050
Kelas : B (Genap)

Analisis Jurnal

Artikel ini membahas tentang proses pemilihan presiden di Indonesia pada tahun 2019 dan pentingnya menjaga prinsip-prinsip demokrasi dalam pelaksanaannya. Dalam artikel ini, penulis menyajikan pemahaman yang sangat baik tentang proses pemilihan presiden Indonesia dan mengkritisi beberapa praktik yang dianggap melanggar prinsip demokrasi selama proses pemilihan.

Artikel ini menunjukkan bahwa pemilihan presiden di Indonesia pada tahun 2019 merupakan proses demokrasi yang kompleks dan menantang, dengan banyak masalah dan tantangan yang dihadapi. Dalam proses tersebut, penting untuk memahami prinsip-prinsip dasar demokrasi, seperti kebebasan berekspresi, kebebasan memilih, dan hak asasi manusia. Salah satu hal yang dibahas dalam artikel ini adalah pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi. Penulis menggarisbawahi pentingnya pemilih untuk memahami hak dan kewajiban mereka dalam proses pemilihan dan memilih pemimpin yang terbaik untuk negara. Demokrasi hanya dapat berjalan dengan baik jika semua pihak terlibat dalam membangun dan menjaga integritas sistem demokrasi.

Selain itu, penulis juga mengkritisi beberapa praktik yang dianggap melanggar prinsip demokrasi selama proses pemilihan, seperti politik uang, politik identitas, dan polarisasi politik yang berlebihan. Penulis menegaskan bahwa praktik-praktik ini harus diperbaiki untuk menjaga integritas dan kualitas proses pemilihan. Namun, artikel ini juga mengakui bahwa demokrasi bukanlah proses yang sempurna dan masih membutuhkan perbaikan. Ada beberapa tantangan dan masalah yang terjadi selama proses pemilihan, seperti penyebaran informasi yang salah, kecurangan pemilu, dan lain-lain. Oleh karena itu, penulis menekankan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi adalah penting dalam membangun dan menjaga integritas sistem demokrasi.

Seperti yang diketahui, demokrasi merupakan pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan konsolidasi. Konsolidasi demokrasi merujuk pada proses memperkuat, memperbaiki, dan mempertahankan institusi-institusi demokratis dalam suatu negara, termasuk melindungi hak-hak sipil dan politik warga negara, serta meningkatkan partisipasi politik dan pengambilan keputusan yang transparan dan akuntabel. Konsolidasi demokrasi melibatkan berbagai aspek, seperti penguatan lembaga-lembaga negara, kebebasan pers, kebebasan sipil, dan pemerintahan yang baik.

Konsolidasi demokrasi merupakan proses jangka panjang dan sering kali melibatkan perubahan sosial dan politik yang signifikan. Pada dasarnya, konsolidasi demokrasi merupakan proses pembelajaran dan adaptasi dari masyarakat dan lembaga-lembaga negara untuk menciptakan sistem demokrasi yang kuat dan stabil. Proses konsolidasi demokrasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, partai politik, media, LSM, dan masyarakat sipil. Selain itu, konsolidasi demokrasi juga memerlukan komitmen yang kuat dari warga negara untuk menghargai nilai-nilai demokrasi, seperti kebebasan, keadilan, dan partisipasi.

Secara keseluruhan, artikel ini memberikan pemahaman yang baik tentang proses pemilihan presiden di Indonesia pada tahun 2019 dan pentingnya menjaga prinsip-prinsip demokrasi dalam pelaksanaannya. Penulis memberikan kritik yang tajam terhadap beberapa praktik yang dianggap melanggar prinsip demokrasi selama proses pemilihan, namun juga mengakui bahwa demokrasi masih membutuhkan perbaikan. Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses demokrasi dan menjaga integritas sistem demokrasi. Warga negara perlu memahami hak dan kewajiban mereka dalam proses pemilu dan memilih pemimpin yang terbaik untuk negara. Demokrasi hanya dapat berjalan dengan baik jika semua pihak terlibat dalam membangun dan menjaga integritas sistem demokrasi.

MKU PKN -> POST TEST

Gustina Wulan Sari གིས-
Nama : Gustina Wulan Sari
NPM ; 2218011050
Kelas : B (Genap)

Analisis Soal

1. Artikel ini membahas tentang bagaimana demokrasi di Indonesia diwujudkan melalui pemilihan umum presiden pada tahun 2019. Artikel ini membahas tentang persiapan pemilihan umum presiden, peran partai politik, serta dinamika kampanye dan pengaruh media massa dalam pemilihan presiden. Artikel juga membahas tentang isu-isu yang muncul selama pemilihan umum, seperti polarisasi politik, hoaks, dan penyebaran ujaran kebencian. Artikel ini telah memiliki dasar dan jelas dimana artikel ini didasarkan pada analisis data dan informasi dari berbagai sumber termasuk dokumen resmi dari Komisi Pemilihan Umum dan badan-badan terkait lainnya. Penulis juga menggunakan pendekatan deskriptif-analitis untuk menganalisis data dan informasi yang diperoleh.
Hal positif yang dapat diambil dari artikel ini adalah penekanan pada pentingnya demokrasi dalam sistem politik Indonesia dan peran masyarakat dalam menjaga demokrasi. Artikel ini juga menyoroti pentingnya pendidikan politik dan kesadaran masyarakat tentang hak-hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara.

2. Dalam artikel tidak secara khusus membahas hak dan kewajiban warga negara secara terperinci. Namun, secara umum, sebagai warga negara Indonesia, setiap individu memiliki hak dan kewajiban yang diatur oleh Undang-Undang Dasar 1945. Beberapa contoh hak yang dimiliki oleh warga negara Indonesia adalah hak untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan umum, hak atas kebebasan berpendapat, hak atas kebebasan beragama, dan hak untuk bekerja dan berusaha.
Sementara itu, kewajiban warga negara Indonesia antara lain mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku, membayar pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta memperjuangkan dan menjaga kedaulatan negara. Selain itu, sebagai warga negara yang demokratis, setiap individu juga memiliki kewajiban untuk berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi, seperti dengan menggunakan hak suara dalam pemilihan umum, terlibat dalam gerakan sosial dan politik, dan mengawasi jalannya pemerintahan secara kritis.
Hak-hak tersebut harus dijalankan dengan bertanggung jawab, serta kewajiban-kewajiban tersebut harus dipenuhi oleh setiap warga negara demi terciptanya negara yang demokratis, mandiri, dan berdaulat.

3. Memahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban sebagai warga negara Indonesia yang sesuai dengan Pancasila membutuhkan kesadaran dan pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut:
a. Pendidikan Pancasila di Sekolah dan Masyarakat, dapat membantu masyarakat memahami nilai-nilai Pancasila dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini dapat mencakup kurikulum dan program yang menekankan nilai-nilai Pancasila dalam pelajaran sejarah, kewarganegaraan, agama, dan moral.
b. Pengembangan Program Pelatihan Kepemimpinan, dapat membantu individu memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara Indonesia dan bagaimana menerapkannya dalam posisi kepemimpinan. Ini dapat mencakup program pelatihan kepemimpinan yang didedikasikan untuk meningkatkan pemahaman individu tentang nilai-nilai Pancasila dan bagaimana menerapkannya dalam praktik.
c. Kampanye kesadaran publik, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang hak dan kewajiban warga negara Indonesia dapat membantu mendorong masyarakat untuk mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Kampanye ini dapat melibatkan media sosial, iklan di televisi, dan kampanye langsung untuk membantu menciptakan kesadaran tentang nilai-nilai Pancasila dan betapa pentingnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
d. Pelibatan Aktif dalam Organisasi Sosial, yang menekankan nilai-nilai Pancasila dapat membantu mendorong individu untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ini dapat mencakup organisasi seperti gerakan sosial, organisasi keagamaan, dan kelompok masyarakat yang mempromosikan nilai-nilai Pancasila.
e. Pembentukan Komunitas Berbasis Pancasila, dapat membantu individu memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ini dapat mencakup kelompok belajar, forum diskusi, dan kegiatan komunitas lainnya yang didedikasikan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang nilai-nilai Pancasila.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.