NAMA : EKA PUSPITASARI
NPM : 2215012078
KELAS : B
PRODI : S1 ARSITEKTUR
A.
Artikel ini membahas tentang kinerja buruk penegakan hak asasi manusia di Indonesia pada tahun 2019. Dalam laporan tersebut, terdapat banyak kasus pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh aparat keamanan dan juga kelompok masyarakat.
Beberapa kasus yang mencuat di media adalah kasus tindakan kekerasan terhadap mahasiswa yang sedang melakukan aksi demonstrasi, penangkapan dan perlakuan buruk terhadap aktivis hak asasi manusia, serta diskriminasi terhadap kelompok minoritas seperti LGBT.
Selain itu, laporan tersebut juga mencatat adanya keterbatasan dalam akses terhadap keadilan bagi korban pelanggaran hak asasi manusia. Banyak korban yang tidak mendapatkan bantuan hukum yang memadai dan juga tidak dapat mengakses proses peradilan yang adil.
Dari analisis artikel tersebut, dapat disimpulkan bahwa penegakan hak asasi manusia di Indonesia masih menghadapi banyak kendala dan tantangan. Diperlukan upaya yang lebih serius dan berkelanjutan dari semua pihak untuk meningkatkan kinerja penegakan hak asasi manusia di Indonesia.
Hal positif yang dapat diambil setelah membaca artikel ini adalah semakin banyaknya perhatian dari masyarakat dan juga pemerintah terhadap isu penegakan hak asasi manusia di Indonesia. Semoga dengan semakin banyaknya perhatian dan dukungan, penegakan hak asasi manusia di Indonesia dapat lebih baik di masa yang akan datang.
B.
*Demokrasi Indonesia telah berkembang seiring waktu dan dipengaruhi oleh nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia. Sebagai negara yang heterogen, Indonesia memiliki banyak budaya yang berbeda-beda, dan hal ini tercermin dalam sistem politiknya yang terdiri dari berbagai partai politik dan kepentingan yang beragam.
Salah satu nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia yang memengaruhi demokrasi Indonesia adalah gotong-royong. Nilai ini menekankan pentingnya kerja sama dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama. Dalam politik, gotong-royong tercermin dalam keberagaman partai politik dan kepentingan yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu kemajuan bangsa dan negara.
Selain itu, nilai kebersamaan dan persaudaraan juga menjadi landasan demokrasi Indonesia. Hal ini tercermin dalam semangat persatuan dan kesatuan yang dijaga oleh negara, serta toleransi antarumat beragama dan suku yang merupakan ciri khas Indonesia.
Namun, demokrasi Indonesia juga memiliki tantangan dalam menjaga nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia. Beberapa partai politik dan kepentingan masih berorientasi pada kepentingan sendiri, tanpa memperhatikan kepentingan bersama. Hal ini sering kali menyebabkan konflik dan ketidakstabilan politik.
*Demokrasi Indonesia telah berkembang seiring waktu dan dipengaruhi oleh nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia. Sebagai negara yang heterogen, Indonesia memiliki banyak budaya yang berbeda-beda, dan hal ini tercermin dalam sistem politiknya yang terdiri dari berbagai partai politik dan kepentingan yang beragam.
Salah satu nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia yang memengaruhi demokrasi Indonesia adalah gotong-royong. Nilai ini menekankan pentingnya kerja sama dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama. Dalam politik, gotong-royong tercermin dalam keberagaman partai politik dan kepentingan yang saling bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama, yaitu kemajuan bangsa dan negara.
Selain itu, nilai kebersamaan dan persaudaraan juga menjadi landasan demokrasi Indonesia. Hal ini tercermin dalam semangat persatuan dan kesatuan yang dijaga oleh negara, serta toleransi antarumat beragama dan suku yang merupakan ciri khas Indonesia.
Namun, demokrasi Indonesia juga memiliki tantangan dalam menjaga nilai-nilai adat istiadat/budaya asli masyarakat Indonesia. Beberapa partai politik dan kepentingan masih berorientasi pada kepentingan sendiri, tanpa memperhatikan kepentingan bersama. Hal ini sering kali menyebabkan konflik dan ketidakstabilan politik.
C.
Dalam kesimpulannya, meskipun masih ada tantangan dan kendala dalam praktik demokrasi di Indonesia, secara umum dapat dikatakan bahwa Indonesia telah melakukan kemajuan yang signifikan dalam menerapkan demokrasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945 serta menjunjung tinggi nilai hak asasi manusia.
Namun, demikian, pemerintah dan masyarakat Indonesia secara aktif bekerja untuk mengatasi tantangan ini dan meningkatkan praktik demokrasi. Dalam beberapa tahun terakhir, telah terjadi peningkatan partisipasi publik dalam proses demokrasi, baik melalui pemilihan umum maupun melalui akses yang lebih mudah ke informasi dan teknologi.
Salah satu tantangan terbesar adalah masalah korupsi dan politik uang yang masih merajalela di kalangan elit politik. Hal ini dapat mengancam integritas demokrasi Indonesia dan menghambat partisipasi publik dalam proses demokrasi.
Pemerintahan Indonesia saat ini telah mengadopsi sistem demokrasi yang sesuai dengan Pancasila dan UUD NRI 1945, yang menjamin hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat. Namun, masih ada beberapa kendala dan tantangan dalam implementasi demokrasi di Indonesia.
Saat ini, praktik demokrasi di Indonesia masih menjadi perdebatan dan kontroversi di kalangan masyarakat. Namun secara umum, dapat dikatakan bahwa praktik demokrasi di Indonesia telah mencapai kemajuan yang cukup signifikan.
D.
Saya merasa bahwa perilaku seperti itu sangat tidak pantas dan tidak etis. Anggota parlemen harus mewakili kepentingan rakyat dan memperjuangkan kebijakan yang menguntungkan masyarakat. Jika mereka bertindak sesuai dengan agenda politik pribadi mereka, mereka tidak hanya mengecewakan rakyat yang mereka wakili, tetapi juga menodai demokrasi. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pemilihan anggota parlemen yang tepat dan transparan.
E.
Menurut saya, pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik yang berakar dari tradisi atau agama harus berhati-hati dalam memanfaatkan loyalitas dan emosi rakyat. Meskipun dapat memberikan dukungan yang kuat dalam mencapai tujuan tertentu, namun tindakan tersebut dapat melanggar hak asasi manusia.
Dalam era demokrasi dewasa saat ini, konsep hak asasi manusia harus menjadi prioritas utama. Setiap tindakan yang dilakukan oleh pihak yang memiliki kekuasaan harus memperhatikan hak asasi manusia. Tidak boleh ada rakyat yang menjadi tumbal untuk tujuan yang tidak jelas.
Sebagai masyarakat yang hidup dalam negara demokrasi, kita harus memastikan bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh pihak yang memiliki kekuasaan tidak melanggar hak asasi manusia. Kita juga harus memperkuat sistem pengawasan yang ada untuk memastikan bahwa kekuasaan tidak disalahgunakan.
Dalam kesimpulannya, saya berpendapat bahwa pihak-pihak yang memiliki kekuasaan kharismatik harus bertanggung jawab dalam memanfaatkan loyalitas dan emosi rakyat. Konsep hak asasi manusia harus menjadi prioritas utama pada era demokrasi dewasa saat ini.