Nama : Oktavia Anggraini
NPM : 2215012067
Kelas : A
Prodi : S1 arsitektur
÷ KONFLIK KOMUNAL DI PERBATASAN INDONESIA TIMOR LESTE DAN UPAYA PENYELESAIANNYA
- pada pertengahan Oktober 2013, konflik antar warga negara yang berbatasan Indonesia-Timor Leste kembali pecah. Warga negara Indonesia dengan melempar bola dengan gaya di perbatasan pertempuran dengan tengah Utara (Indonesia) dengan listrik oecuss (Timor Leste). Konflik ini menimbulkan hubungan antara warga negara hingga berhari-hari berikutnya.
- kronologi konflik
Pada Oktober 2013, pemerintah republik demokratik Timor Leste membangun jalan di dekat perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang menurut warga timor tengah Utara jangan itu selalu melintasi wilayah NKRI sepanjang 500 m dan juga menggunakan zona bebas sejauh 50 m. Padahal zona bebas ini tidak boleh dikuasai secara sepihak baik oleh Indonesia maupun Timor Leste. Selain itu pembangunan ini merusak yang tiang perilaku perbatasan, merusak pintu gendang genset pos penjagaan perbatasan milik Indonesia, serta merusak 9 kuburan orang-orang tua warga belu, kecamatan naibenu.
Pembangunan tersebut memicu konflik antara warga negara nelu, Indonesia dengan warga laelbatan, Timor Leste pada senin, 14 Oktober 2013. Konflik tersebut bukan pertama kali terjadi, melainkan satu tahun sebelumnya konflik dapat terjadi di perbatasan timur tengah Utara-oecussi.
Tindakan beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik komunal tersebut.
1). masih belum tuntasnya di delimitasi perrbatasan antara kedua negara.
2).terjadi perbedaan interpretasi mengenai zona netral yang terdapat di perbatasan kedua negara.
3). Terkait dengan aspek sosial budaya, ya itu masih terdapat sentimen negatif antara warga negara Indonesia dengan warna Timor Leste
NPM : 2215012067
Kelas : A
Prodi : S1 arsitektur
÷ KONFLIK KOMUNAL DI PERBATASAN INDONESIA TIMOR LESTE DAN UPAYA PENYELESAIANNYA
- pada pertengahan Oktober 2013, konflik antar warga negara yang berbatasan Indonesia-Timor Leste kembali pecah. Warga negara Indonesia dengan melempar bola dengan gaya di perbatasan pertempuran dengan tengah Utara (Indonesia) dengan listrik oecuss (Timor Leste). Konflik ini menimbulkan hubungan antara warga negara hingga berhari-hari berikutnya.
- kronologi konflik
Pada Oktober 2013, pemerintah republik demokratik Timor Leste membangun jalan di dekat perbatasan Indonesia-Timor Leste, yang menurut warga timor tengah Utara jangan itu selalu melintasi wilayah NKRI sepanjang 500 m dan juga menggunakan zona bebas sejauh 50 m. Padahal zona bebas ini tidak boleh dikuasai secara sepihak baik oleh Indonesia maupun Timor Leste. Selain itu pembangunan ini merusak yang tiang perilaku perbatasan, merusak pintu gendang genset pos penjagaan perbatasan milik Indonesia, serta merusak 9 kuburan orang-orang tua warga belu, kecamatan naibenu.
Pembangunan tersebut memicu konflik antara warga negara nelu, Indonesia dengan warga laelbatan, Timor Leste pada senin, 14 Oktober 2013. Konflik tersebut bukan pertama kali terjadi, melainkan satu tahun sebelumnya konflik dapat terjadi di perbatasan timur tengah Utara-oecussi.
Tindakan beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya konflik komunal tersebut.
1). masih belum tuntasnya di delimitasi perrbatasan antara kedua negara.
2).terjadi perbedaan interpretasi mengenai zona netral yang terdapat di perbatasan kedua negara.
3). Terkait dengan aspek sosial budaya, ya itu masih terdapat sentimen negatif antara warga negara Indonesia dengan warna Timor Leste