Posts made by Gita Oktavia Ramadhani 2211031101

Nama : Gita Oktavia Ramadhani
NPM : 2211031101
Kelas : Akuntansi C

Analisis Jurnal

Pancasila sebagai filsafat ilmu merupakan landasan dalam proses berfikir dan berpengetahuan.
Sebuah pengetahuan dalam perkembangannya harus memperhatikan aspek Ketuhanan yang merupakan landasan dalam setiap berfikir manusia. Pengetahuan harus memperhatikan aspek kemanusiaan, tanpa memperhatikan landasasan ini, pengetahuan akan terlepas dari nilai-nilai hakiki pengetahuan itu. Pancasila ada karena suatu proses pembentukan pengetahuan dari berbagai sumber yang kemudian terakumulasi dalam kehidupan sehari-hari. Setiap sila dalam Pancasila menjadi landasan dalam pemecahan masalah yang ada dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Implikasi Sila-Sila dalam Pengembangan IPTEK
1. Sila pertama (Ketuhanan YME), yaitu dengan menanamkan nilai- nilai spiritual, nilai Moral dan nilai etik sesuai dengan kepercayaan masing-masing. Selain itu, dengan menumbuhkan kesadaran beragama dengan mejalankan perintah-Nya dan menjauhi segala
larangan-Nya, menanamkan sikap saling menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama yang berbeda-beda, sehingga tumbuh persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta meletakkan landasan spiritual, moral dan etik dalam pembangunan nasional sebagai pengamalan pancasila.

2. Sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab), yaitu dalam pengembangan ilmu pengetahuan pancasila mampu memberi arah dalam pengendalian ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang berkembang tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. Sila kedua pancasila ini juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab. Iptek adalah bagian dari proses budaya manusia yang beradab dan bermoral. Oleh karena itu, pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha mencapai kesejahteraan masyarakat.

3. Sila ketiga (Persatuan Indonesia), yaitu memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat adanya Iptek, melalui iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara. Oleh sebab itu, iptek harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan bangsa sehingga dapat dikembangkan dalam hubungan manusia Indonesia dengan masyarakat internasional.

4. Sila keempat (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan), yaitu dengan mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu, dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.

5. Sila kelima (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia), yaitu dengan mengimplementasikan
pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan, yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya (T.Jacob, 1986).

Akuntansi B Pancasila -> Forum Diskusi

by Gita Oktavia Ramadhani 2211031101 -
Nama : Gita Oktavia Ramadhani
Npm : 2211031101
Kelas : AKT C

ANALISIS ARTIKEL 14a
"Pentingnya Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK"
Dalam perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) memiliki keterkaitan dengan nilai budaya dan juga agama, sehingga nilai-nilai tersebut menjadi acuan dalam perkembangan IPTEK tersebut. Oleh karena itu, nilai-nilai tersebut diimplementasikan melalui pancasila yang menjadi dasar perkembangan IPTEK.
Dalam perkembangannya, IPTEK selain memiliki dampak positif juga memiliki dampak negatif. Sehingga,
pancasila menjadi pedoman untuk
masyarakat agar selalu bijak dan dapat membedakan hal yang baik dan buruk dalam teknologi.
Berikut adalah penjabaran sila-sila pancasila dalam pedoman pengembangan IPTEK (Kaelan,2000) :
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengimplementasikan ilmu pengetahuan diimbangi antara cara berfikir yang rasional dan irrasional antara rasa, akal dan juga kehendak. Dimana berdasarkan sila pertama ini, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dan diciptakan namun juga harus diperhatikan dengan tujuan kebermanfaatan serta akibat yang dapat merugikan masyarakat apakah ada atau tidak.
2. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengimplementasikan dasar-dasar moral dimana manusia dalam mengembangkan dan menggunakan IPTEK haruslah dengan bijak dan beradab yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan harkat dan martabatnya sebagai manusia.
3. Sila Persatuan Indonesia, mengimplementasikan rasa nasionalisme bangsa Indonesia, dengan ini IPTEK diharapkan dapat menjadi alat pemersatu bangsa, pemelihara persaudaraan dan
persahabatan antar daerah. IPTEK harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat (baik antar masyarakat Indonesia maupun masyarakat Internasional).
4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan,
mengimplementasikan nilai
demokratis, dalam pengembangan IPTEK ilmuwan harus menghormati kebebasan orang lain, harus siap dikritik dan menerima segala pendapat masyarakat mengenai penemuannya.
5. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengimplementasikan keseimbangan keadilan dalam kehidupan. Keseimbangan baik dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dengan tuhannya, dengan orang lain, dan manusia dengan bangsa dan negaranya serta dengan alam dan lingkungan.
Upaya- upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat pengimplementasian nilai-nilai Pancasila dapat dilakukan sebagai berikut (Wahab, Abdul Azis,2001) :
1. Melalui dunia pendidikan,yaitu dengan menambahkan mata pelajaran khusus pancasila pada setiap satuan pendidikan bahkan sampai ke perguruan tinggi.
2. Penyuluhan/ Sosialisasi tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
3. Memperkenalkan nilai-nilai Pancasila melalui media massa. Baik melalui bacaan laman berita, artikel dan juga sosial media seperti postingan di Instagram, maupun melalui tayangan youtube.
4. Memberikan sanksi kepada pihak yang melakukan pelanggaran terhadap pancasila.
5. Menolak dengan tegas paham – paham yang bertentangan dengan Pancasila. .
6. Menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam bertindak dan memanfaatkan teknologi.
7. Kritis dan bijak serta selalu dapat memilah hal-hal atau informasi yang didapat agar tidak menyimpang dari nilai-nilai Pancasila.


ANALISIS ARTIKEL 14b
"Teori Kebenaran Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu"
Teori Kebeneran Pancasila
1. Teori Koherensi
Menurut teori ini, pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar. Menurut Notonagoro (1975: 19), Pancasila dasar filsafat negara merupakan satu kesatuan, tersusun atas berbagai bagian, tetapi bagian itu tidak saling bertentangan.
Hubungan logis sebagai pengakuan atau cerminan teori koherensi terlihat pada susunan Pancasila yang menurut Notonagoro
bersifat hirarkhis dan berbentuk piramidal (Suhadi, 1980: 14). Artinya, kelima sila Pancasila itu menunjukkan satu rangkaian
yang bertingkat, sehingga tidak boleh diubah tata urutannya. Hal ini juga menunjukkan rangkaian tingkat dalam luas dan isi sifatnya. Setiap sila yang ada di belakangnya lebih sempit cakupannya tetapi
lebih banyak isi sifatnya.

2. Teori Korespondensi
Menurut teori ini, satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
Menurut Notonagoro, ada hubungan yang mutlak antara Pancasila dengan bangsa Indonesia, yaitu hubungan sebab-akibat (Soeprapto, 1994: 53). Segala sesuatu mulai
dari kepribadian bangsa dan kehidupan bermasyarakat harus sesuai dengan hakikat yang terdapat dalam sebabnya. Maka
kebenaran menurut pragma filsafat Pancasila, bahwa kandungan pernyataan sila-sila Pancasila harus sesuai dalam keadaan nyata dalam bermasyarakat dan bernegara. Sila-sila dalam Pancasila
berkesuaian atau koresponden dengan objek yang dituju.

3. Teori Pragmatik
Menurut teori ini, nilai kebenaran
proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak. Teori ini tercermin dalam Pancasila sebagai pemersatu bangsa Indonesia. Hal ini memang menunjukkan bahwa sistem filsafat Pancasila berfungsi secara praktis. Fakta sejarah telah membuktikan, baik sejak proses penetapan
Pancasila sebagai dasar negara maupun dalam menghadapi berbagai pemberontakan, dengan jiwa Pancasila ini persatuan dan
kesatuan tetap terjaga (Bakry, 1994: 49). Para penganut Pancasila percaya akan kebenaran Pancasila, karena Pancasila bersifat fungsional dalam mempersatukan bangsa Indonesia.

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa
Teori kebenaran Pancasila menghendaki bahwa kebenaran ilmiah memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal tersebut saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak mementingkan salah satunya.
Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah :
1. Tiadanya pertentangan dengan Tuhan
2. Aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia
3. Suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi
4. Kemanfaatan pada semua pihak,
5. Terpenuhinya hakekat keadilan untuk pengembangan ilmu di Indonesia, nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya
Nama : Gita Oktavia Ramadhani
Npm : 2211031101
Kelas : Akuntansi C

Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-sila Pancasila haruslah merupakan sumber nilai, kerangka berpikir dan serta sebagai asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pancasila sebagai sumber nilai dalam pengembanagan iptek adalah :
1. Pengembangan ilmu pengetahuan harus menghormati keyakinan religius masyarakat karena bisa jadi pengembangan iptek tidak sesuai dengan
keyakinan religiusnya.
2. lmu pengetahuan ditujukan bagi pengembangan kemanusiaan dan dituntut oleh nilai etis yang berdasarkan kemanusiaan.
3. IPTEK merupakan yang menghomogenisasikan budaya sehingga dapat mempersatukan masyarakat dan memperkokoh pembangunan dan identitas nasional.
4. Prinsip demokrasi akan menuntut bahwa pengusaan iptek harus merata kesemu lapisan masyarakat karena pendidikan adalah tuntutan masyarakat.
5. Kesenjangan dalam dalam penguasaan iptek harus dipersempit terus menerus sehingga semakin merata di semua wilayah.
Urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan IPTEK yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan IPTEK
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan IPTEK di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia.
Nama : Gita Oktavia Ramadhani
NPM : 2211031101
Kelas : Akuntansi C

Analisis Jurnal
Pengaruh Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pancasila dalam Menyikapi IPTEK

Dalam perkembangannya, IPTEK menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong perkembangan suatu negara. Perkembangan IPTEK tersebut berlangsung cepat karena kebutuhan manusia yang terus berkembang di berbagai bidang.
Dalam pengertiannya, IPTEK berasal dari kata ilmu (rangkaian aktivitas berpikir secara sistematis, objektif, bermetode agar menghasilkan pengetahuan yang objektif), Pengetahuan (mengenai etika, estetika, dan logika), dan Teknologi (aplikasi dari kreativitas manusia untuk membantu kebutuhan manusian).
Pancasila merupakan pedoman untuk mengkaji, menganalisis dan memecahkan masalah dengan perspektif pancasila sebagai ideologi dan dasar negara.
Penerapan pancasila dalam perkembangan IPTEK diselenggarakan melalui mata kuliah pendidikan pancasila yang bertujuan untuk :
1. Memperkuat pancasila sebagau dasar filsafat dan ideologi bangsa melalui ideologi pancasila yang menjadi norma dasar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
2. Memberikan pemahaman atas nilai-nilai dasar pancasila dan dapat menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat.
3. Membentuk sikap mental yang berlandaskan pancasila, sehingga dapat menghadapi berbagai dampak IPTEK yang ada.

Dengan adanya pendidikan pancasila tersebut, diharapkan masyarakat mampu menyaring semua informasi yang ada dalam perkembangan IPTEK dengan mempertimbangjan pengaruh baik atau buruknya.
Nama : Gita Oktavia Ramadhani
Npm : 2211031101
Kelas : Akuntansi C

Analisis Video
Pancasila sebagai Dasar Nilai dalam Perkembangan IPTEK

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan hasil karya manusia yang digunakan untuk membantu keperluan manusia itu sendiri dalam kehidupannya.
Dalam perkembangan IPTEK, pancasila menjadi landasan dalam menghadapi berbagai dampak dari IPTEK tersebut. Pada dasarnya, pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila merupakan hal penting dalan perkembangan IPTEK yang sangat cepat.
Sila-sila dalam Pancasila yang menjadi sistem etika dalam perkembangan IPTEK adalah sebagai berikut :
1. Sila Ketuhanan : dalam perkembangannya IPTEK harus mempertimbangkan setiap dampak yang ditimbulkan, apakah sesuai dengan nilai ketuhanan yang ada.
2. Sila Kemanusiaan : sebagai dasar moralitas dalam mengakses IPTEK, sehingga sesuai dengan nilai dan norma dalam masyarakat.
3. Sila Persatuan : Perkembangan IPTEK diharapkan mampu mendorong rasa nasionalisme yang ada dalam kehidupan berbangsa san bernegara.
4. Sila Kerakyatan : pada sila keempat ini, mendasari perkembangan IPTEK secara demokratis. Setiap ilmu memiliki kebebasan dalam mengembangkan IPTEK dan menghormati kebebasan orang lain. Serta memiliki sikap terbuka untuk dikritik maupun dibandingkan dengan penemu lain.
5. Sila keadilan : Perkembangan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam masyarakat. Keseimbangan antara diri sendiri, tuhan, manusia lain, bangsa dan negara, serta lingkungannya.