Nama: Widiya Luvita Sari
NPM: 2216041139
Dalam pandangan Dedy Hermawan, faktor individu memiliki peranan terbesar dalam menentukan peluang seseorang memenangkan Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Bandar Lampung pada tahun 2024, dibandingkan dengan faktor-faktor lain seperti partai politik pengusung. Dedy berpendapat bahwa partai politik tidak selalu menjadi faktor penentu kemenangan, melainkan kinerja dan tingkat popularitas seorang kandidat yang lebih penting, sementara partai politik hanya berperan sebagai tiket untuk dapat berpartisipasi dalam kontestasi politik tersebut. Dalam hal ini, Dedy mencatat bahwa Rahmat Mirzani Djausal, yang merupakan Ketua DPD Gerindra Lampung, tidak secara otomatis memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi hanya karena posisinya sebagai kader partainya. Begitu juga dengan Eva Dwiana yang dikabarkan tidak akan maju sebagai Bakal Calon Walikota dari partai PDI Perjuangan. Menurut Dedy, faktor kemenangan bagi kedua nama tersebut dapat dilihat dari hasil survei politik yang dilakukan. Oleh karena itu, Dedy menyarankan agar siapa pun yang maju dalam Pilwalkot harus memiliki dukungan popularitas dan elektabilitas yang tinggi berdasarkan data survei politik, baik sebagai kandidat independen maupun dari partai politik. Dedy menekankan pentingnya memiliki data yang terukur sehingga langkah-langkah yang diambil dapat lebih rasional. Seberapa besar peluang seseorang dapat dilihat berdasarkan data, seperti hasil survei yang menjadi gambaran elektabilitas. Memiliki modal politik sosial yang kuat menjadi keunggulan, terutama jika kinerjanya dianggap baik dan diapresiasi oleh masyarakat. Selain itu, Dedy menambahkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat harus mencapai setidaknya 60 persen sebagai indikator elektabilitas petahana yang kuat. Selain dukungan popularitas dan elektabilitas, siapa pun yang akan maju dalam Pilwalkot tentu harus memiliki modal logistik yang cukup besar. Dedy berharap bahwa Pilwalkot 2024 akan menjadi ajang adu ide dan gagasan, dan ia berharap agar politik uang dapat dihindari sehingga fokus dapat kembali pada persaingan gagasan dan visi-misi para kandidat.
NPM: 2216041139
Dalam pandangan Dedy Hermawan, faktor individu memiliki peranan terbesar dalam menentukan peluang seseorang memenangkan Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Bandar Lampung pada tahun 2024, dibandingkan dengan faktor-faktor lain seperti partai politik pengusung. Dedy berpendapat bahwa partai politik tidak selalu menjadi faktor penentu kemenangan, melainkan kinerja dan tingkat popularitas seorang kandidat yang lebih penting, sementara partai politik hanya berperan sebagai tiket untuk dapat berpartisipasi dalam kontestasi politik tersebut. Dalam hal ini, Dedy mencatat bahwa Rahmat Mirzani Djausal, yang merupakan Ketua DPD Gerindra Lampung, tidak secara otomatis memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi hanya karena posisinya sebagai kader partainya. Begitu juga dengan Eva Dwiana yang dikabarkan tidak akan maju sebagai Bakal Calon Walikota dari partai PDI Perjuangan. Menurut Dedy, faktor kemenangan bagi kedua nama tersebut dapat dilihat dari hasil survei politik yang dilakukan. Oleh karena itu, Dedy menyarankan agar siapa pun yang maju dalam Pilwalkot harus memiliki dukungan popularitas dan elektabilitas yang tinggi berdasarkan data survei politik, baik sebagai kandidat independen maupun dari partai politik. Dedy menekankan pentingnya memiliki data yang terukur sehingga langkah-langkah yang diambil dapat lebih rasional. Seberapa besar peluang seseorang dapat dilihat berdasarkan data, seperti hasil survei yang menjadi gambaran elektabilitas. Memiliki modal politik sosial yang kuat menjadi keunggulan, terutama jika kinerjanya dianggap baik dan diapresiasi oleh masyarakat. Selain itu, Dedy menambahkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat harus mencapai setidaknya 60 persen sebagai indikator elektabilitas petahana yang kuat. Selain dukungan popularitas dan elektabilitas, siapa pun yang akan maju dalam Pilwalkot tentu harus memiliki modal logistik yang cukup besar. Dedy berharap bahwa Pilwalkot 2024 akan menjadi ajang adu ide dan gagasan, dan ia berharap agar politik uang dapat dihindari sehingga fokus dapat kembali pada persaingan gagasan dan visi-misi para kandidat.