Nama : Hamizan Naufal Bagaskara
NPM : 2211031109
Kelas : S1 Akuntansi (C) '22
A. Menurut saya, pandemi covid-19 sangat menjadi penghambat proses pendidikan. Walaupun pembelajaran bisa dilakukan secara daring, tetapi tetap saja tidak akan se efisien pendidikan secara tatap muka. Karena yang saya rasakan saat pembelajaran melalui daring (zoom) saat SMA, banyak pelajaran yang tidak dapat saya pahami terutama pada pelajaran yang banyak hitung-hitungannya. Belum lagi masalah-masalah yang sangat mungkin terjadi pada pembelajaran seperti daring, contohnya masalah susahnya sinyal yang sering hilang pada saat pemadaman listrik dan borosnya paket internet akibat zoom setiap hari. Selain itu, saat pembelajaran secara daring banyak siswa yang hilang sifat karakternya, terutama pada kedisiplinan dan sopan santun. Hal itu karena pada saat daring siswa hanya diajarkan materi pelajaran dan tidak dengan pendidikan karakter.
B. Hal yang bisa diterapkan pada sistem pembelajaran pada saat pandemi covid-19 adalah dengan menerapkan sistem ganjil genap. Sebagai contoh siswa yang nomor absennya ganjil datang ke sekolah pada hari senin, kemudian pada hari esoknya selasa dihadiri oleh siswa yang nomor absennya genap, begitupun seterusnya. Sistem itu akan lebih efektif daripada pembelajaran dengan full daring setiap hari. Dengan begitu siswa masih mendapatkan perhatian dan bimbingan dari pengajar saat di sekolah. Sehingga sifat karakter dalam siswa dapat tetap terjaga dan mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
C. Saya akan mengambil 2 contoh kasus terkait pengembangan karakter Pancasialis
1. Disiplin, di tempat saya kuliah yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila terdapat peraturan wajib memakai pakaian yang berkerah baik laki-laki maupun perempuan dan sangat dilarang keras memakai kaos oblong pada saat perkuliahan berlangsung. Peraturan tersebut sangat menjunjung tinggi nilai kedisiplinan yang dimana memang pada harusnya mahasiswa dituntut agar selalu terlihat rapi dan sopan dalam berpakaian. Karena gaya berpakaian mencerminkan sifat anda.
2. Jujur, selain aturan berpakaian, di Fakultas saya juga sangat menjunjung tinggi nilai integritas. Dimana terdapat peraturan berupa larangan bagi mahasiswa memberi uang, barang, dll. kepada dosen dalam bentuk apapun dengan tujuan menaikkan nilai dari mahasiswa itu sendiri, dan dosennya pun tidak diperbolehkan menerima dengan tujuan yang sama.
D. Hakikat Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat memiliki arti bahwa pancasila dijadikan sebagai kerangka acuan berpikir, atau sebagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan sekaligus kerangka tujuan dalam menjalankan kehidupan dalam bidang politik, bidang ekonomi, bidang sosial budaya, bidang hukum, bidang kehidupan antar umat. Selain itu, Pancasila dijadikan petunjuk untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat, baik itu permasalahan yang terjadi di Indonesia atau bahkan di masyarakat dunia.
NPM : 2211031109
Kelas : S1 Akuntansi (C) '22
A. Menurut saya, pandemi covid-19 sangat menjadi penghambat proses pendidikan. Walaupun pembelajaran bisa dilakukan secara daring, tetapi tetap saja tidak akan se efisien pendidikan secara tatap muka. Karena yang saya rasakan saat pembelajaran melalui daring (zoom) saat SMA, banyak pelajaran yang tidak dapat saya pahami terutama pada pelajaran yang banyak hitung-hitungannya. Belum lagi masalah-masalah yang sangat mungkin terjadi pada pembelajaran seperti daring, contohnya masalah susahnya sinyal yang sering hilang pada saat pemadaman listrik dan borosnya paket internet akibat zoom setiap hari. Selain itu, saat pembelajaran secara daring banyak siswa yang hilang sifat karakternya, terutama pada kedisiplinan dan sopan santun. Hal itu karena pada saat daring siswa hanya diajarkan materi pelajaran dan tidak dengan pendidikan karakter.
B. Hal yang bisa diterapkan pada sistem pembelajaran pada saat pandemi covid-19 adalah dengan menerapkan sistem ganjil genap. Sebagai contoh siswa yang nomor absennya ganjil datang ke sekolah pada hari senin, kemudian pada hari esoknya selasa dihadiri oleh siswa yang nomor absennya genap, begitupun seterusnya. Sistem itu akan lebih efektif daripada pembelajaran dengan full daring setiap hari. Dengan begitu siswa masih mendapatkan perhatian dan bimbingan dari pengajar saat di sekolah. Sehingga sifat karakter dalam siswa dapat tetap terjaga dan mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
C. Saya akan mengambil 2 contoh kasus terkait pengembangan karakter Pancasialis
1. Disiplin, di tempat saya kuliah yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila terdapat peraturan wajib memakai pakaian yang berkerah baik laki-laki maupun perempuan dan sangat dilarang keras memakai kaos oblong pada saat perkuliahan berlangsung. Peraturan tersebut sangat menjunjung tinggi nilai kedisiplinan yang dimana memang pada harusnya mahasiswa dituntut agar selalu terlihat rapi dan sopan dalam berpakaian. Karena gaya berpakaian mencerminkan sifat anda.
2. Jujur, selain aturan berpakaian, di Fakultas saya juga sangat menjunjung tinggi nilai integritas. Dimana terdapat peraturan berupa larangan bagi mahasiswa memberi uang, barang, dll. kepada dosen dalam bentuk apapun dengan tujuan menaikkan nilai dari mahasiswa itu sendiri, dan dosennya pun tidak diperbolehkan menerima dengan tujuan yang sama.
D. Hakikat Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat memiliki arti bahwa pancasila dijadikan sebagai kerangka acuan berpikir, atau sebagai sistem nilai yang dijadikan kerangka landasan sekaligus kerangka tujuan dalam menjalankan kehidupan dalam bidang politik, bidang ekonomi, bidang sosial budaya, bidang hukum, bidang kehidupan antar umat. Selain itu, Pancasila dijadikan petunjuk untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat, baik itu permasalahan yang terjadi di Indonesia atau bahkan di masyarakat dunia.