Kiriman dibuat oleh Hamizan Naufal Bagaskara

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

oleh Hamizan Naufal Bagaskara -
Analisis Jurnal
Nama : Hamizan Naufal Bagaskara
NPM : 2211031109
Kelas : S1 Akuntansi C

Kemajuan teknologi menyebabkan perubahan yang begitu besar pada kehidupan manusia dengan segala peradaban dan kebudayaannya. Kemajuan teknologi seperti televisi, telepon dan telepon genggam (HP), bahkan internet bukan hanya melanda masyarakat kota, namun juga telah dapat dinikmati oleh masyarakat di pelosok-pelosok desa. Akibatnya, segala informasi yang bernilai positif maupun negatif, dapat dengan mudah di akses oleh masyarakat. Dan di akui atau tidak, perlahan-lahan mulai mengubah pola hidup dan pola pemikiran masyarakat khususnya dalam aspek pendidikan.

Sikap
sikap terdiri dari komponen kognitif (ide yang umumnya berkaitan dengan pembicaraan dan dipelajari), perilaku (cenderung mempengaruhi respon sesuai dan tidak sesuai) dan emosi (menyebabkan respon-respon yang konsisten).

Ciri-Ciri Sikap
Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungannya dengan obyeknya, Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang bila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempermudah sikap pada orang itu. Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu obyek.

Tingkatan Sikap
- Menerima (Receiving)
- Merespon (Responding)
- Menghargai (Valuing)
- Bertanggung jawab (Responsible)

Fungsi Sikap
- Fungsi instrumental / penyesuaian
- Fungsi pertahanan ego
- Fungsi ekspresi nilai
- Fungsi pengetahuan individu

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) selalu menjadi bagian terpenting dalam mendorong perkembangan sebuah negara. Laju perkembangan iptek tersebut semakin hari semakin pesat perkembangannya disebabkan adanya tuntutan dan kebutuhan manusia yang juga semakin berkembang di berbagai bidang.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video

oleh Hamizan Naufal Bagaskara -
Analisis Video
Nama : Hamizan Naufal Bagaskara
NPM : 2211031109
Kelas : S1 Akuntansi C

IPTEK adalah hasil karya manusia yang dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya.
Nilai-nilai Pancasila sangat berpengaruh dalam proses perkembangan IPTEK.
Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa sepertinya berjalan berlawanan dengan pandangan-pandangan sekular dunia barat yang ilmunya dipelajari dan jadi rujukan para cendekiawan.

1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, berdasarkan sila ini Iptek bukan hanya memikirkan apa yang diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya apakah akan merugikan manusia disekitar atau tidak.
2. Sila Kemanuisaan Yang Adil dan Beradab, mengembangkan Iptek harus bersikap beradab karena IPTEK adalah hasil budaya manusia yang beradab dan bermoral.
3. Sila Persatuan Indonesia, pengembangan IPTEK hendaknya mengembangkan rasa Nasionalisme, kebesaran bangsa dan keluhuran bangsa sebagai bagian umat di dunia.
4. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawarahan Perwakilan, setiap ilmuwan memiliki kebebasan mengembangkan IPTEK juga menghargai kebebasan orang lain dan memiliki sifat terbuka untuk dikritik dan dikaji ulang dengan penemuan lainnya.
5. Sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, pengembangan IPTEK haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kemanusiaan yaitu hubungan dengan diri sendiri, manusia dengan Tuhan-nya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal

oleh Hamizan Naufal Bagaskara -
Nama : Hamizan Naufal Bagaskara
NPM : 2211031109
Kelas : AKT C

A.) Indonesia sebenarnya memiliki nilai-nilai tradisional yang juga ditanamkan sejak dahulu, seperti: kejujuran, keteladanan, sportifitas, toleransi, tanggung jawab, reputasi, disiplin, etos kerja, gotong royong, dan lain-lain. Nilai-nilai tersebut sangat dihormati dan dipatuhi oleh segenap elemen masyarakat hingga saat ini dan juga diimplementasikan di dalam pemerintahan. Namun jika menyoroti secara khusus terkait etika politik dan pemerintahan di kalangan elite politisi dan pejabat negara di Indonesia, nilai-nilai tradisional Indonesia yang tertanam yang telah disebutkan tadi tidak nampak terlihat pada diri mereka. Ada sebuah kasus hukum yang terjadi akhir-akhir ini yang menjerat seorang pejabat negara. Yang bersangkutan seharusnya mengikuti proses hukum yang berlaku, namun pada faktanya dirinya tidak menunjukan sikap kepatuhan tersebut. Bahkan atas kasus hukum yang menimpa dirinya, banyak kejadian-kejadian unik yang akhirnya menggagalkan proses hukum yang seharusnya bisa dilaksanakan lebih cepat. Masyarakat Indonesia dapat segera menyimpulkan bahwa meskipun nilai-nilai tradisional Indonesia telah tertanam sejak dahulu namun budaya kepatuhan serta jiwa sportifitas rupanya belum mendarah daging dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sumber : franswinarta.com


B.) Etika generasi muda di lingkungan saya sebenarnya belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai yang ada di Indonesia. Di Kampung Baru masih belum mencerminkan generasi yang sopan dan santun. Karena seperti yang saya lihat sehari-hari masih sering terjadi pemuda mengucapkan kata-kata kasar yang seharusnya tidak keluar dari mulut mereka. Selain itu masih sering terjadi pelanggaran pada norma agama. Salah satu contohnya saya sering melihat wanita yang berboncengan dengan laki-laki menggunakan sepeda motor pada tengah malam, entah apa yang akan dilakukan mereka. Yang jelas itu dilarang dalam agama, khusunya agama Islam. Tidak hanya di lingkungan tempat tinggal saya, di tempat kuliah saya pun masih sering mengabaikan norma kesopanan. Khusunya di kelas saya, saya sering melihat teman sekalas saya yang telat masuk kelas tetapi dia langsung duduk saja, boro-boro meminta maaf kepada dosen, mengucapkan salam pun tidak ia lakukan.
Sebenarya solusi mengatasi kemerosotan moral adalah kembali ke kesadaran diri masing-masing manusia untuk berbuat sesuatu hal yang baik dan berhenti berbuat keburukan. Akan tetapi ada cara yang dapat membantu mengatasi kemerosotan moral, antara lain :
1. Memberikan pendidikan karakter
2. Penegakan hukum berupa pemberian hukuman bagi pelanggar norma
3. Meningkatkan pendidikan Agama
4. Pengawasan dari orang tua sangat berperan
5. Ingat bahwa ada Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa mengawasi kita.