གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Hamizan Naufal Bagaskara

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Soal-1

Hamizan Naufal Bagaskara གིས-
Analisis Soal 1
Nama : Hamizan Naufal Bagaskara
NPM : 2211031109
Kelas : S1 Akuntansi C '22

1. Menurut saya, tidak dapat dihitung lagi siapa saja bisa termakan berita hoax, bahkan orang berpendidikan sekalipun. Apakah itu karena sudah lelah dengan keadaan, sudah tidak ada rasa percaya kepada pemerintah, terlalu idealis, dan lain sebagainya.

beberapa alasan nih mengapa masyarakat Indonesia mudah termakan hoax:

A. Hanya membaca judulnya saja tanpa membaca seluruh isi dari suatu kabar

B. Terlalu percaya pada suatu sumber tertentu dan terlalu membenarkan sumber tersebut

C. Ketika ada kabar yang sesuai dengan perasaan seseorang saat itu, mayoritas orang Indonesia akan langsung membagikannya


Hal yang saya lakukan untuk menghindari dampak negatif dari penyebaran hoaxs :

A. Saya akan membaca berita tersebut dari awal sampai akhir sebelum menyimpulkan agar tidak terjadi kekeliruan.

B. Saya tidak akan sembarangan membagikan berita yang belum tentu kebenarannya dan akan memperbanyak informasi terkait berita yang saya dapat.

C. Saya bersikap dalam keadaan netral dalam menyikapi suatu berita, tidak mendukung atau memegang nilai/ idealis terhadap suatu hal. Sehingga saya dapat melihat kebenaran.

D. Saya akan mengajak berdiskusi terkait berita yang dibagikan oleh teman atau orang lain.

2. Ketika pengaruh IPTEK di Indonesia tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, muncul dampak negatif.

Sesuai sila Pancasila:
1. Indonesia tidak toleransi sesama umat bergama, melalui IPTEK bisa saja terjadi perpecahan antarumat beragama.
2. Masyarakat tidak beradab, hilangnya sopan santun ketika berpendapat.
3. IPTEK rentan terjadinya pemecah belah, ketika tidak ada pedoman Pancasila masyarakat bisa saja terpengaruh oknum-oknum yang ingin memecah belah bangsa Indonesia.
4. Media sosial bisa saja digunakan untuk hal-hak buruk yang berdampak bagi umat.
5. Hanya memikirkan diri sendiri.

Solusi untuk pengembangan IPTEK yang baik adalah dengan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam beretika dan menggunakan IPTEK.

3. Menurut saya kehadiran teknologi juga memberikan dampak baik dalam pendidikan salah satunya kemudahan mendapatkan akses informasi yang tersebar. Namun, solusi yang dapat diambil adalah dengan menggunakan IPTEK sebagai hal-hal yang dibutuhkan saja, cintailah dan konsumtif terhadap barang yang tersedia disekitar karena itu sangat membantu masyarakat Indonesia dalam perekonomian, kesejahteraan, dan menambah pendapatan negara sendiri, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam segala hal.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video-2

Hamizan Naufal Bagaskara གིས-
Analisis Video 2
Nama : Hamizan Naufal Bagaskara
NPM : 2211031109
Kelas : S1 Akuntansi C '22

Kemerdekaan Indonesia tidak didapatkan dengan cara yang mudah, salah satu faktor yang membuat Indonesia mendapatkan kemerdekaan tidak lain tidak bukan karena berkat para pejuang yang telah mati-matian melawan para penjajah.
Salah satu contohnya adalah terjadinya perang antara Jepang dan Amerika karena diawali dengan Jepang yang menyerang pangkalan militer Amerika terlebih dahulu. Puncak perang tersebut ketika Amerika menjatuhkan bom atom di Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan kembali dijatuhkannya bom atom di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Peristiwa tersebut mengakibatkan Jepang menyerah kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945.
Bangsa Indonesia pun tidak menyia-nyiakam kesempatan ini. Ini adalah kesempatan yang sangat tepat untuk menyatakan kemerdekaan dikarenakan Jepang sedang sangat lemah. Bangsa Indonesia pun memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, tepatnya 2 hari setelah Jepang menyerah kepada sekutu.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Video-1

Hamizan Naufal Bagaskara གིས-
Analisis Video 1
Nama : Hamizan Naufal Bagaskara
NPM : 2211031109
Kelas : S1 Akuntansi C '22

Setelah menonton video tersebut kita tau bahwa perkembangan teknologi pada zaman sekarang memiliki dampak buruknya juga. Salah satu contohnya adalah dampak dari teknologi yang digunakan dalam pabrik. Limbah yang dihasilkan oleh pabrik tersebut mencemari sungai dan mengganggu kenyamanan warga. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ? karena pemilik pabrik belum menemukan cara yang tepat untuk mengalokasikan limbah dari pabrik tersebut. Seharusnya pemilik pabrik tidak langsung membuang limbah ke sungai. Karna takut sungai menjadi semakin tercemar, warga pun berbondong-bondong untuk menutup saluran pembuangan limbah agar tidak lagi mengalir ke sungai. Hal yang bisa menjadi jalan keluar dari permasalah ini adalah dengan cara mengadakan musyawarah antara warga dan pemilik pabrik. Jadi kasus ini dapat terselesaikan dengan menerapkan sila ke-4, dengan cara musyawarah dan saling memberikan masukan agar tidak terjadi percecokan.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Diskusi

Hamizan Naufal Bagaskara གིས-
Rangkuman Artikel A dan B
Nama : Hamizan Naufal Bagaskara
NPM : 2211031109
Kelas : S1 Akuntansi C '22

ARTIKEL A
a.) Alasan Pentingnya Implementasi Nilai-nilai Pancasila dalam Perkembangan IPTEK
Dengan kemajuan IPTEK ini juga tak bisa kita pungkiri selain dampak positif juga terdapat dampak negatif, pengaruh budaya luar yang dengan mudah masuk ke Indonesia karena kemajuan teknologi juga dapat membuat masyarakat lupa akan budayanya sendiri dan lebih menyukai budaya asing. Oleh karena itu nilai-nilai pancasila harus senantiasa ditanamkan dalam diri tiap warga negara agar mereka tetap memiliki pribadi yang baik sesuai dengan kepribadian bangsanya. Selain itu pancasila juga sebagai pedoman untuk masyarakat selalu bijak dan dapat membedakan hal yang baik dan yang buruk dalam menggunakan dan menikmati kemajuan teknologi yang ada saat ini.

b.) Substansi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Perkembangan IPTEK
Berikut adalah penjabaran sila-sila pancasila dalam pedoman pengembangan IPTEK(Kaelan,2000) :
- Pertama, Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dan diciptakan namun juga harus diperhatikan dengan tujuan kebermanfaatan serta akibat yang dapat merugikan masyarakat apakah ada atau tidak.
- Kedua, Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengimplementasikan dasar- dasar moral dimana manusia dalam mengembangkan dan menggunakan IPTEK haruslah dengan bijak dan beradab yang dapat meningkatkan kesejahteraan bagi orang banyak dan daat meningkatkan harkat dan martabatnya sebagai manusia bukan sebagai manusia yang angkuh, sombong dan tak bermoral akibat penggunaan IPTEK.
- Ketiga, Sila Persatuan Indonesia, IPTEK harus dapat dikembangkan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan dalam masyarakat baik dari hubungan antar masyarakat Indonesia dan juga dengan masyarakat Internasional.
- Keempat, Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, mengimplementasikan nilai demokratis dimana dalam pengembangan IPTEK ilmuwan harus menghormati kebebasan orang lain, harus siap dikritik dan menerima segala pendapat masyarakat mengenai penemuannya.
- Kelima, Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, IPTEK harus memperhatikan keseimbangan baik dalam hunungan manusia dengan dirinya sendiri, dengan tuhannya, dengan orang lain, dan manusia dengan bangsa dan negaranya serta dengan alam dan lingkungan.

c.) Penerapan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Perkembangan IPTEK Dan Kehidupan Masyarakat Modern
Berikut merupakan lima hal terkait pancasila yang berkedudukan sebagai landasan kebijakan dari pengembangan ilmu pengetahuan :
* IPTEK yang dikembangkan haruslah menghormati keyakinan religius masyarakat Indonesia.
* IPTEK harus bertujuan untuk pengembangan manusia dan berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan. • IPTEK menjadi unsur yang menghomogenisasi budaya dan memperkuat persatuan serta mengembangkan pendidikan.
* Penguasaan IPTEK haruslas demokratis dan merata karena ini juga termasuk dalam sistem pendikan dimana pendidikan itu sendiri merupakan tuntutan dan hak seluruh masyarakat.
* Kesenjangan dalam penguasaan IPTEK harus diminimalisir dan IPTEK harus merata dan mampu membantu masyarakat untuk menjadi lebih sejahtera.
Sedangkan Pancasila sebagai suatu landasan etika dalam pengembangan IPTEK adalah sebagai berikut :
* Pengembangan IPTEK yang berkaitan dengan manusia harus menghormati martabat manusia, misalnya dalam rekayasa genetik.
* Pengembangan IPTEK harus mampu menjadikan hidup manusia lebih unggul dan berkualitas baik dimasa sekarang maupun masa depan.
* Pengembangan IPTEK mampu membantu pemekaran komunitas masyarakat baik lokal, nasional maupun global.
* IPTEK harus terbuka karena sangat berkaitan dan memiliki dampak langung bagi kehidupan masyarakat.
* IPTEK membantu penciptaan manusia yang semakin adil.

d.) Upaya Pengimplementasian Nilai- Nilai Pancasila Kepada Masyarakat
* Melalui dunia pendidikan,yaitu dengan menambahkan mata pelajaran khusus pancasila pada setiap satuan pendidikan bahkan sampai ke perguruan tinggi.
* Penyuluhan/ Sosialisasi tentang pentingnya menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
* Memperkenalkan nilai-nilai Pancasila melalui media massa.
* Memberikan sanksi kepada pihak – pihak yang melakukan pelanggaran terhadap Pancasila.
* Menolak dengan tegas paham – paham yang bertentangan dengan Pancasila.
* Menjadikan Pancasila sebagai acuan dalam bertindak dan memanfaatkan teknologi.
* Kritis dan bijak serta selalu dapat memilah hal-hal atau informasi yang didapat agar tidak menyimpang dari nilai- nilai Pancasila.



ARTIKEL B
Pengertian dan Ciri-Ciri Ilmu
Ilmu pengetahuan diambil dari kata bahasa Inggris science, yang berasal dari bahasa latin scientia dari bentuk kata kerja scire yang berarti mempelajari, mengetahui. Pertumbuhan selanjutnya pengertian ilmu mengalami perluasan arti sehingga menunjuk pada segenap pengetahuan sistematik.
Van Melsen (1985; 65-67) mengemukakan ada delapan ciri yang menandai ilmu, yaitu :
1. Ilmu pengetahuan secara metodis harus mencapai suatu keseluruhan yang secara logis koheren. Itu berarti adanya sistem dalam penelitian (metode) maupun harus (susunan logis).
2. Ilmu pengetahuan tanpa pamrih, karena hal itu erat kaitannya dengan tanggung jawab ilmuwan.
3. Universalitas ilmu pengetahuan.
4. Obyektivitas, artinya setiap ilmu terpimpin oleh obyek dan tidak didistorsi oleh prasangka-prasangka subyektif.
5. Ilmu pengetahuan harus dapat diverifikasi oleh semua peneliti ilmiah yang bersangkutan, karena itu ilmu pengetahuan harus dapat dikomunikasikan.
6. Progresivitas artinya suatu jawaban ilmiah baru bersifat ilmiah sungguh-sungguh, bila mengandung pertanyaan-pertanyaan baru dan menimbulkan problem-problem baru lagi.
7. Kritis, artinya tidak ada teori yang difinitif, setiap teori terbuka bagi suatu peninjauan kritis yang memanfaatkan data-data baru.
8. Ilmu pengetahuan harus dapat digunakan sebagai perwujudan kebertauan antara teori dengan praktis.

Pancasila dan Upaya Mencapai Kebenaran
* Ke-Tuhanan
kebenaran dalam konteks Pancasila dipahami atau dimaknai sebagai tiadanya pertentangan dengan Tuhan. Dalam makna yang lain, kebenaran adalah kesesuaian dengan nilai- nilai ketuhanan. Hidup yang benar apabila kehidupan yang dijalani mengandung harmonisasi dengan kehendak Tuhan.
* Kemanusiaan
Hakekat manusia itu adalah untuk melakukan perbuatan lahir dan batin atas dorongan kehendak, berdasarkan atas putusan akal, selaras dengan rasa untuk memenuhi hasrat- hasrat sebagai ketunggalan, yang ketubuhan, yang kejiwaan, yang perseorangan, yang kemakhlukan sosial, yang berkepribadian berdiri sendiri, yang kemakhlukan Tuhan. Sesuatu hal dikatakan benar apabila sesuatu itu mendorong pada semakin menguatnya nilai-nilai kemanusiaan.
* Persatuan
Dengan segala perbedaan dan pertentangan di dalamnya, memenuhi sifat hakekat daripada satu, yaitu mutlak tidak dapat dibagi. Segala perbedaan dan pertentangan adalah hal yang biasa yang justru pasti dapat disalurkan untuk memelihara dan mengembangkan kesatuan kebangsaan.
* Kerakyatan
Kebenaran merupakan persoalan apakah sesuatu itu bermanfaat atau tidak. Sesuatu akan bermanfaat apabila dirumuskan secara bersama-sama dengan keterlibatan bersama dari subjek. Dalam hal ini setiap manusia adalah subjek dan objek dari apa yang dianggap benar. Namun tidak seperti pragmatisme yang berbicara kebenaran pada tataran antar individu, Pancasila berbicara pada tataran massa (rakyat). Dengan kata lain, kebenaran adalah kemanfaatan untuk semua pihak.
* Keadilan
Kebenaran adalah terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Inilah makna kebenaran dalam Pancasila yang bersumber dari sila kelima. Hakekat daripada adil menurut pengertian ilmiah, yaitu terpenuhinya segala sesuatu yang telah merupakan suatu hak dalam hidup bersama sebagai sifat hubungan antara satu dengan yang lain, mengakibatkan bahwa memenuhi tiap-tiap hak di dalam hubungan antara satu dengan yang lain adalah wajib.

Teori Kebenaran Pancasila
1. Teori koherensi, Bagi teori kebenaran ini, pernyataan dianggap benar jika pernyataan bersifat konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.
2. Teori korespondensi, Menurut teori korespondensi ini, satu pernyataan benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.
3. Teori pragmatik, Menurut teori ini, nilai kebenaran proposisi diukur dengan kriteria apakah proposisi tersebut berfungsi dalam kehidupan praktis atau tidak.

Visi Ilmu di Indonesia
a.) Teleologis, dalam arti bahwa ilmu pengetahuan hanya sekedar sarana yang memang harus kita pergunakan untuk mencapai suatu teleos (tujuan).
b.) Etis, dalam arti bahwa ilmu pengetahuan harus kita operasionalisasikan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia.
c.) Integral/Integratif, dalam arti bahwa penerapan ilmu pengetahuan untuk meningkatkan kualitas manusia, sekaligus juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas struktur masyarakatnya, sebab manusia selalu hidup dalam relasi baik dengan sesama maupun dengan masyarakat yang menjadi ajangnya.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Analisis Jurnal

Hamizan Naufal Bagaskara གིས-
Analisis Jurnal
Nama : Hamizan Naufal Bagaskara
NPM : 2211031109
Kelas : S1 Akuntansi C '22

Konsep Dasar Nilai Pancasila Sebagai Pengembangan Ilmu
Dalam pengertian Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu dapat disampaikan pemahaman, Pertama, bahwa setiap ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang dikembangkan di Indonesia haruslah tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Kedua,bahwa setiap perkembangan iptek harus didasarkan dengan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan. Ketiga, nailai- nilai Pancasila berperan sebagai rambu normatif bagi pengembangan iptek di Indonesia. Keempat, bahwa setiap pengembangan iptek harys berakar dari budaya dan idiologi bangsa Indonesia sendiri atau yang lebih dikenal indelegensasi ilmu (mempribumikan ilmu) (Kementrian Riset Dikti Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Pancasila Sebagai Sumber Nilai dan Moral dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Tekhologi
Pancasila sebagai landasan etika pengembangan iptek dapat dirinci sebagai berikut: (1) pengembangan iptek yang terlebih menyangkut manusia haruslah menghormati martabat manusia, (2) iptek seharusnya harus meningkatkan kwalitas hidup manusia, baik sekarang mauapun masa yang akan datamg, (3) pengembangan iptek hendaknya membantu pemekaran komunitas manusia, bail lokal, nasional ,aupun global. (4) iptek harus terbuka untuk masyarakat dan langsung dalam
masyarakat. (5) membantu penciptaan masyarakat yang semakin lebih adil.

Sumber Historis, Sosiologis, dan Politik Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan Iptek
Sumber historis Pancasila
Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu belum banyak dibicrakan pada awal kemerdekaan bangsa Indonesia. Hal ini dapat dimaklumi, menginat para pendiri negara yang juga termasuk cerdik cendikia atau inteletual bangsa Indonesia yang pada masa itu mencurahkan tenaga dan pemikirannya untuk membangun bangsa dan negara.
Sebagai sumber sosiologis Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan iptek dapat ditemukan dalam sikap masyarakat yang peka terhadap isu-isu Ketuhanan dan Kemanusiaan yang ada dibalik peistiwa yang terjadi dalam masyarakat.
Sumber Politis Pancasila sebagai dasar nila pengembangan iptek dapat dilihat dari berbagai kebijakan yang dilakukan oleh para penyelenggara negara.