Posts made by Vannesa Novita Sari 2211031095

Nama : Vannesa Novita Sari
NPM : 221131095
Kelas : AKT C

tragedi pengeboman nagasaki dan hirosima adalah sejarah yang kelam bagi dunia, karena banyaknya korban sekitar hampir setengah dari penduduk hirosima. Jepang menandatangani tanda jepang menyerah diatas kapal amerika. Dengan kejadian ini, berakhirnya pula perang dunia kedua. lalu di indonesia terjadinya kekosongan kekuasaan, memanfaatkan momen ini Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.
Nama : Vannesa Novita Sari
NPM : 2211031095
Kelas : AKT C

Menurut saya tindakan yang dilakukan oleh warga setempat sudah tepat karena limbah pabrik yang dibuang akan berdampak negatif pada lingkungan sekitar seperti akan mencemarkan lingkangan sekitar. selain itu, seharusnya pemilik pabrik sadar dampak yang akan muncul jika membuang limbah sembarangan. saya berharap setelah ini, para pemilik parbrik dapat sadar akan limbahnya, dapat mengelolah limbahnya dengan baik dan dapat bermanfaat lagi nantinya.
Nama : Vannesa Novita Sari
NPM : 2211031095
Kelas : AKT C

Analisis Jurnal

Implikasi sila-sila dalam perkembangan IPTEK
1. Ketuhanan yang maha esa, dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya.

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab, kesadaran sikap dan perbuatan manusia yang didasarkan kepada potensi budi murni manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umum baik terhadap diri pribadi, sesama manusia maupun terhadap alam dan hewan.

3. Persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilki sikap yang tebuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan 41 manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya
Nama: Vannesa Novita Sari
NPM : 2211031095
Kelas: AKT C

Analisis Soal 2
1. Peran pancasila sebagai pardigma ilmu bagi disiplin ilmu adalah:
- Sila pertama, menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya.
- Sila kedua, Memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu.
- Sila ketiga, Mengkomplementasikan universalisme dalam sila-sila yang lain,sehingga supra sistem tidak mengabaikan sistem dan sub-sistem. Solidaritas dalam sub-sistem sangat penting untuk kelangsungan keseluruhan individualitas, tetapi tidak mengganggu integrasi.
- Sila Keempat, Mengimbangi otodinamika ilmu pengetahuan dan teknologi berevolusi sendiri dengan leluasa. Eksperimentasi penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan harus demokratis dapat dimusyawarahkan secara perwakilan, sejak dari kebijakan, penelitian sampai penerapan missal.
- Sila Kelima, Menekankan ketiga keadilan Aristoteles: keadilan distributif, keadilan kontributif, dan keadilan komutatif. Keadilan sosial juga menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karena kepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu. Individualitas merupakan landasan yang memungkinkan timbulnya kreativitas dan inovasi.

2. Harapan saya untuk pemimpin, warganegara, dan pemimpin Indonesia di masa sekarang maupun di masa mendatang yaitu selalu menerapkan nilai-nilai pancasila dan kehidupan sehari-harinya. Selalu berpegang teguh agar tidak melakukan tindakan tindakan yang menyimpang.