Posts made by Faren Audrey Gionadi 2211031120

Nama : Faren Audrey Gionadi

NPM   : 2211031120

Kelas  : Akuntansi C

 

 

Analisis Soal 2

 

A.   Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?

 

Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu saya masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang saya pelajari

1.      Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME

yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya. Ilmu berparadigma Pancasila bersifat teistik. Hal demikian jelas berseberangan dengan paradigma Cartesian-Newtonian yang memandang bahwa Tuhan sudah “pensiun” sejak alam semesta dan manusia

sebagai penghuninya telah tercipta (Sudjito, 2007).

 

2.      Kemanusiaan yang adil dan beradab

Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani. Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal. Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal (rasio), namun bukan segala-galanya (ratio above else) sebagaimana kredo

“Cogito ergo sum."

3.      Persatuan Indonesia

Keharusan menempatkan Sila Pertama dan sila Kedua sebagai jiwa Persatuan Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu denganfaham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma

dan etnosentrisma (Jacob, 2006).

 

4.      Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat

dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggung jawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas

dasar kekuatan maupun legalitas formal. Semakin dekat manusia dengan

sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan YME, maka dia akan semakin bijaksana.

5.      Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang  bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius.

Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus menolak dominasi positivisme (Sudjito, 2007).

 

Proses nya ditengah persaingan global seperti sekarang ini.

Berikut nilai-nilai setiap sila Pancasila yang mengandung landasan pengembangan IPTEK, dirangkum dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (2019), yaitu:

 

1.      Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila ini menekankan bahwa pengembangan IPTEK dimaknai sebagai bentuk syukur pemberian akal oleh Yang Maha Esa. Sehingga dalam proses pengembangan IPTEK tidak dibuat untuk mencederai keyakinan umat beragama.

Esensi nya , IPTEK hanya buatan manusia yang ada untuk memudahkan proses berjalannya kegiatan sehari-hari, sedangkan Tuhan adalah sang Pencipta yang menciptakan manusia dan  telah menyokong manusia dalam memberikan  akal budi dan kepintaran untuk menciptakan dan membangun IPTEK sebagai penunjang kehidupan yang semakin canggih dan modern.

2.      Sila kemanusiaan yang adil dan beradab

Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus dengan cara-cara yang berperikemanusiaan dan tidak merugikan manusia individual maupun umat manusia yang sekarang maupun yang akan datang agar bisa menyejahterakan manusia.

Dengan adanya IPTEK diharapkan manusia tetap saling membantu sesama di masa-masa sulit seperti pandemi, yang membuat kita harus beraktivitas dari rumah dan membutuhkan adaptasi untuk menggunakan aplikasi seperti zoom saat sekolah maupun kuliah. Hal ini menguntungkan kita untuk terus meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan teknologi yang ada .

 

3.      Sila Persatuan Indonesia

Sila ini mengingatkan agar pengembangan IPTEK ditujukan untuk seluruh tanah air dan bangsa secara merata. Selain itu, sila ini juga memberikan kesadaran bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia dapat meningkat dengan adanya kemajuan IPTEK.

-          Karena IPTEK kita dapat mengetahui seluruh informasi yang ada di dunia dan dapat berinteraksi satu sama lain antar pulau dan provinsi, apalagi jika mempunyai saudara yang jauh kita bisa mudah menghubungi mereka melalui handphone dan laptop .

4.      Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan

Sila ini menekankan agar membuka kesempatan yang sama bagi semua warga untuk dapat mengembangkan IPTEK dan merasakan hasilnya sesuai kemampuan dan keperluan masing-masing sehingga tidak terjadi monopoli IPTEK.

-          Indonesia  adalah negara hukum yang berlandaskan pada Pancasila sebagai pedoman bangsa, kita sudah merdeka dari penjajahan dan semua warga negara memiliki hak yang sama, terutama dalam merasakan IPTEK dan bisa mengakses informasi dimana pun dan kapan pun. Daya kreatifitas kita juga terus dilatih dan tidak ada batasan untuk mengembangkan IPTEK di negara kita.

 

5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan pada keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.

-          Perkembangan IPTEK seperti akses jaringan Wi-Fi di Indonesia telah diupayakan oleh pemerintah di berbagai daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau internet dan kecanggihan di era industri 4.0 . Supaya kemudahan perkembangan IPTEK merata di seluruh pulau dan mereka tidak ketinggalan informasi penting serta upaya untuk menambahkan wawasan mereka seputar IPTEK. 

B.   Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang

dan di masa mendatang?

-          Harapan saya mengenai model pemimpin , warga negara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang, semoga pemimpin negara saat ini, yaitu Bapak Presiden Jokowi, selalu menjadi pelindung nomor 1 untuk rakyat dan menjadi role-model bagi seluruh usia untuk terus melanjutkan cita-cita bangsa, mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yang menjadi teladan bagi warga negaranya serta bisa meningkatkan infrastruktur dengan cepat supaya kita sebagai warga negara Indonesia mampu bersaing dengan warga negara berskala internasional. Selalu menjadi pemimpin yang bersih dari korupsi, berintergritas tinggi dan menjunjung tinggi HAM, memiliki rasa nasionalisme, mendengarkan rakyat, serta adil kepada seluruh warga negara Indonesia. Harapan saya untuk pemimpin negara di masa mendatang, yaitu menjadi pribadi yang selalu berjiwa Pancasila,artinya yang mengerti benar akan hakikat pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia supaya semua kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa, kiranya nanti mampu melanjutkan karya  dari bapak presiden sebelumnya,dan mampu mewujudkan  cita-cita serta harapan Bangsa, mampu menjadi pribadi yang membanggakan hingga layak bersanding dengan bapak negara di seluruh dunia. Kiranya membawa perubahan baru untuk negara dan bisa meringankan berbagai keluhan yang diderita oleh rakyat , serta menjadi panutan bagi seluruh warga negara Indonesia.

Dengan karakter yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi Negara , diharapkan pemimpin mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi , yaitu kepada kesejahteraan dan kemakmuran seperti yang dicita-citakan oleh seluruh rakyat Indonesia.


Nama : Faren Audrey Gionadi

NPM.  : 2211031120

Kelas. : S1 Akuntansi C

 

 

Analisis soal 1

A.   Bagaimanakah tanggapanmu mengenai berita tersebut dan apa yang anda lakukan untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks?

-          Tanggapan saya mengenai berita tersebut yakni, memahami bahwa  berita hoaks bisa disebarkan dengan seseorang yang tidak berpendidikan namun orang yang berlatar pendidikan tinggi juga dapat menyebarkan berita hoaks.

Seseorang dapat terpengaruh oleh berita hoaks ketika judul dan isi berita telah berhasil menarik mereka untuk percaya sepenuhnya tanpa melihat fakta dan mengecek kebenarannya di luar berita tersebut  .

Menurut Mafindo, ada 844 kasus berita hoaks yang tersebar dan rata-rata didominasi oleh konten politik. Dalam hal ini Anita Wahid sebagai presidium Mafindo menegaskan bahwa menghalalkan penyebaran berita hoaks artinya kekalahan bangsa. Karena penyebaran hoaks bertentangan dengan nilai dasar bangsa yaitu nilai Pancasila.

 

Jadi sebagai seorang warga negara yang bijak, kita harus perhatikan dan teliti lebih lanjut mengenai isi berita hoaks, dan mampu memilah-milah berita yang sesuai fakta atau hoaks. Tidak mudah terpengaruh dengan pendapatan orang lain dan isi berita hoaks yang selalu tersebar di media sosial kita. Jika ada yang menyebarkan dan mempengaruhi tentang menyebarkan berita hoaks bisa kita tegur secara halus dan memberikan peringatan kepada mereka akan bahayanya menyebar berita hoaks.

 

Untuk mengantisipasi dampak negatif penyebaran hoaks ,yaitu dengan cara :

1.      Mengindari judul berita yang provokatif.

2.      Periksa sumber berita.

3.      Periksa kebenaran foto atau video di dalam berita.

4.      Periksa keaslian alamat situs website.

5.      Berpikir logis dan kritis.

6.      Membaca keseluruhan isi berita secara teliti.

7.      Melapor kepada kemkominfo apabila menemukan berita hoaks.

8.      Bergabung dengan komunitas atau grup antihoaks di media sosial.

9.      Jangan asal dalam meng-share berita tanpa mengecek keaslian berita.

 

 

B.   Bagaimanakah pengaruh pengembangan iptek yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial dan  solusi apa yang anda sampaikan bagi pengembangan iptek yang lebih baik?

Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di media sosial seperti

 1. Munculnya sekte-sekte baru yang menyesatkan dan mempengaruhi orang untuk bergabung. Contoh sekte-sekte sesat di Indonesia : Kerajaan ubur-ubur, Puang La'lang, Hakekok, dan Gafatar.

2. Adanya platform atau situs yang menyediakan konten-konten pornografi dan sengaja di munculkan di beberapa iklan di situs-situs tertentu.

3. Sikap konsumtif dan boros yang timbul akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi , karena sekarang telah banyak aplikasi online shop yang menyediakan berbagai kebutuhan dan keinginan orang mulai dari anak-anak hingga dewasa. Ditambah dengan banyak video iklan rekomendasi untuk menarik orang membeli produk mereka di aplikasi tiktok,Instagram dan yang lainnya. 

4. Layanan atau jasa joki tugas dan skripsi yang terus menerus berkembang di media sosial dengan tujuan untuk membantu kelancaran tugas di dalam dunia pendidikan. Dampak negatif nya , membuat generasi milenial menjadi lebih malas dan hanya mengandalkan uang mereka untuk membayar jasa joki tugas tanpa memakai kemampuan mereka.

5. Kejahatan cyber-bullying dan cyber-crime semakin merajalela,

cyber-bullying (perundungan dunia maya)termasuk kegiatan bully yang dilakukan oleh individu maupun kelompok secara online atau intimidasi yang terjadi secara online, sering melalui pesan instan, pesan teks, email, dan jaringan sosial. Cyber-crime yaitu mengambil data pribadi orang lain untuk keuntungan diri sendiri , data itu bisa digunakan untuk menjadi jaminan di pinjaman online (pinjol). Lalu menyebarkan data pribadi orang lain untuk mengancam keamanan mereka.

-          6. Perkembangan nuklir yang mana bisa mengancam hingga menghancurkan negara lain. Nuklir berdampak besar terhadap pembunuhan massal masyarakat di suatu negara, hal tersebut pernah terjadi dari Amerika yang mana mengebom dua kota besar Jepang yang mana membuat korban jiwa sangat besar. Selain korban jiwa kota yang terkena akan terkena radiasi dalam jangka relatif lama sekali sehingga sulit untuk dihilangkan.

7. Rentetan rudal baru buatan negara Rusia seperti rudal balistik yang dapat mengancam keselamatan dari keberadaan negara-negara di semua benua.

8. Berbagai perkembangan informasi budaya negara lain melalui kemajuan internet membuat ancaman besar terhadap hilangnya atau punahnya kelestarian budaya lokal. Contoh : Budaya K-Pop atau Korean Wave yang berasal dari Korea semakin menguasai pangsa pasar di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Solusi bagi pengembangan IPTEK yang baik yakni :

 

-          Berpegang teguh pada dasar-dasar negara dan konstitusi

-          Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

-          Menegakkan supremasi hukum

-          Berpegang pada nilai budaya dan norma yang berlaku di masyarakat

-          Menanamkan nilai etika dan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari

-          Menegakkan hak asasi manusia (HAM) dan menjauhi penyimpangannya

-          Terbuka, mendukung, dan mengikuti perkembangan IPTEK

-          Menolak IPTEK yang memberikan pengaruh buruk pada HAM dan menyalahi dasar negara

-          Membiasakan berperilaku baik dan tolong-menolong pada sesama

-          Belajar dengan giat agar tidak tertinggal dengan perkembangan IPTEK

-          Menegakkan supremasi hukum tanpa adanya diskriminasi

-          Bersikap kritis terhadap perubahan IPTEK yang terjadi

-          Menjaga pengawasan penggunaan teknologi terutama pada anak di bawah umur

-          Pendidikan yang kuat akan dasar negara, nilai agama, dan nilai sosial di sekolah

-          Meminta pendampingan dari orang tua jika masih di bawah umur.

-          Menggunakan teknologi informasi sesuai dengan tujuan

-          Pilih informasi yang memiliki sumber yang jelas

-          Sebelum membagikan informasi, telusuri terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut.

-          Jauhi situs-situs yang tidak bermanfaat

-          Ketika bersosial media, utamakan rasa toleransi dan saling menghargai.

-          Jangan mudah terpengaruh terhadap informasi yang provokatif.

 

C.     Sikap Konsumerisme menyebabkan Indonesia menjadi pasar bagi produk teknologi negara lain yang lebih maju ipteknya, bagaimanakah solusi menurut program studi/jurusan yang anda ambil saat ini atas permasalahan tersebut?

Solusi menurut program studi/jurusan yang saya ambil saat ini atas permasalahan tersebut, bisa dilakukan dengan beberapa cara,diantaranya :

-          1. Membuat inovasi dari produk buatan dalam negeri agar lebih disukai oleh warga negara Indonesia

Contoh : produk makanan atau skincare yang bekerja sama dengan artis lokal atau pun Internasional, seperti produk skincare buatan artis Indonesia yaitu merk Scarlett-whitening yang semakin terkenal karena bentuk promosi yang unik dan menarik konsumen warga lokal, dengan menggandeng sederet artis Korea seperti Song Joong Ki dan Nayeon TWICE. Dengan cara tersebut, produk body-lotion dan skincare mereka dapat meningkatkan penjualan dan daya beli masyarakat dengan produk lokal tetap tinggi.

 

2. Aplikasi online yang mirip dengan tabungan manual,

Karakter generasi millenial yang serba konsumtif dan kurang memiliki perencanaan keuangan yang baik, tentunya harus diberikan solusi, terutama melalui kemajuan teknologi, yang sangat dekat dengan minat dan keseharian mereka.

 

Kebutuhan akan hadirnya teknologi pengaturan keuangan yang cepat, mudah digunakan dan pintar, sangat dibutuhkan oleh generasi millenial.

Contoh : aplikasi UangKu.

 

3. Menginvestasikan uang kita untuk dana penunjang   hidup di masa depan . Bisa melalui aplikasi online yang terdaftar di OJK ,seperti Stockbit, Ipot,dan Ajaib.

 


Nama : Faren Audrey Gionadi

NPM  : 2211031120

Kelas : S1 Akuntansi C

 

Ini adalah hasil analisis saya mengenai jurnal pada pertemuan ke 15.

Judul jurnal: PANCASILA SEBAGAI FILSAFAT ILMU DAN IMPLIKASI

TERHADAP PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Penulis atau peneliti : Syarifuddin.

Asal : Fakultas Tarbiyah IAI Muhammadiyah Bima.

 

Rangkuman analisis Jurnal

Abstrak

Pada bagian abstrak terdapat 129 kata ,dimana umum nya jika ingin lebih baik ditambah sedikit kata sehingga menjadi 200 kata. Namun untuk keseluruhan isi jurnal telah dicantumkan dan dirangkum tanpa pemborosan kata, sesuai dengan isi yaitu pada bahasan ini Pancasila sebagai filsafat atau ilmu yang menjadi implikasi bagi perkembangan teknologi dan informasi di Indonesia.

Bagian Pendahuluan

Perkembangan tekhnologi yang terlampau deras menyebabkan terlalu mudahnya informasi dari seluruh penjuru dunia masuk ke dalam bangsa kita. Segala kemudahan dalam berinteraksi juga semakin tidak dapat dibendung lagi. Hal tersebut didukung dengan adanya perkembangan media informasi yang menyediakan layanan-layanan dan berbagai fasilitas canggih untuk berkomunikasi. Sesungguhanya semua kemajuan ini sangat membantu dan meringankan kita dalam melakukan aktivitas. Pekerjaan akan semakin cepat terselesaikan dan menghemat waktu serta tenaga. Kini tiada lagi jarak yang berarti dalam bertukar informasi. Kehidupan di dalam masyarakat semakin nyaman dan menyenangkan. Masyarakat madani pun akan semakin mudah tercapai, walaupun di sisi lain hal ini merupakan suatu tantangan bagi bangsa kita untuk dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan tekhnologi. Sebab tak kan tercipta masyarakat madani apabila perkembangan dan kemajuan tekhnologi kita masih terbelakang dan hanya bertumpu kepada bangsa asing. Maka sangat penting pancasila sebagai pegangan atau pedoman untuk filter berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang ada saat ini.

 

  • -Kesalahan pada bagian pendahuluan terletak pada unsur kata serapan,yaitu  bagian kata "tekhnologi" seharusnya yang benar adalah "teknologi"
  • -Kesalahan pada kata "tak kan" seharusnya kata tersebut disambung sehingga menjadi kata  yang benar yaitu "takkan". 

 

Konsep Dasar Pancasila

Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia dibuktikan dengan pendapat (Burhanuddin S: 1998) dan pendapat dari (Sunoto,1991)

Menurut Burhanuddin S. (1998)

Pancasila merupakan dasar falsafah dan ideologi negara yang diharapkan menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang persatuan dan kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

Menurut Sunoto (1991)

Pancasila merupakan falsafah dan pedoman hidup bangsa indonesia dari hasil pemikiran yang mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa. menurut Soekarno pancasila adalah isi jiwa bangsa Indonesia yang turun-temurun sekian abad lamanya terpendam bisu oleh kebudayaan Barat. Dengan demikian, Pancasila tidak saja falsafah negara, tetapi lebih luas lagi, yakni falsafah bangsa Indonesia.

Kesimpulan dari pendapat :

- Berdasarkan berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa pancasila adalah pedoman atau aturan tentang tingkah laku yang penting dan baik dan juga sebagai dasar falsafah negara indonesia yang lahir dari pemikiran mendalam yang dilakukan oleh anak bangsa dengan tujuan untuk dijadikan pandangan hidup bangsa Indonesia sebagai dasar pemersatu, lambang kesatuan serta sebagai pertahanan bangsa dan negara Indonesia.

 

Kesalahan dalam bagian konsep dasar Pancasila terleta di bagian penulisan nama filsafat dengan tahunnya, yaitu "(Burhanuddin S., 1998)" seharusnya yang benar yaitu "Burhanuddin S.:1998)" menggunakan tanda baca titik dua (:) bukan tanda baca titik (.).

- kesalahan yang kedua yaitu pada bagian kalimat kedua  di bagian pendapat Sunoto harusnya setelah tanda titik yaitu kata "menurut" menggunakan huruf kapital pada huruf "m" sehingga menjadi "Menurut".

Pancasila sebagai filsafat Ilmu

Dari pertentangan fikiran lahirlah perpaduan pendapat yang harmonis. Begitu pulalah dengan ajaran pancasila, satu sinthese Negara yang lahir dari pada satu antithese. (Sunoto, 1991), sedangkan menurut Muhtar Filsafat dapat diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam, dan ingin melihat dari segala segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan (Muhtar Latif, 2014).

Kesalahan pada bagian ini, terletak di penulisan huruf "Negara" yang seharusnya menggunakan huruf kecil semua menjadi "negara" , kesalahan kedua yaitu terletak kalimat kedua setelah nama ahli yaitu "Filsafat" seharusnya diberi tanda baca koma(,).

Pancasila sebagai filsafat ilmu didalam mengadakan pemikiran yang sedalam-dalamnya, tidak hanya bertujuan mencari kebenaran dan kebijaksanaan, tidak sekedar untuk memenuhi hasrat ingin tahu dari manusia yang tidak habis-habisnya, tetapi juga dan terutama hasil pemikiran yang berwujud filsafat pancasila tersebut dipergunakan sebagai pedoman hidup sehari-hari (pandangan hidup, filsafat hidup, way of life, dan sebagainya) dan juga sebagai pedoman pengembangan ilmu pengetahuan agar hidunya dapat mencapai kebahagiaan lahir dan batin, baik di dunia maupun di akhirat. (Burhanudin S, 1988).

Pada bagian ini, penulis mencantumkan beberapa pendapat ahli mengenai Pancasila sebagai filsafat ilmu. Kesimpulannya Pancasila sebagai filsafat ilmu dalam perkembangan ilmu pengetahuan diharapakan dapat memecahkan permasalahan dalam kehidupannya. Pancasila sebagai ilmu pengetahuan harus dikembangkan demi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan juga harus dapat menjawab berbagai persoalan hidup. Pancasila yang terdiri dari lima sila, merupakan bentuk akumulasi proses pemecahan masalah kehidupan bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, berbangsa dan bernegara.

Menurut analisis saya, kesimpulan yang diambil telah dirangkum secara menyeluruh dengan mengambil berbagai sudut pandang dari para ahli supaya pembaca lebih memahami lebih dalam makna Pancasila sebagai filsafat Ilmu dan diyakini kebenarannya.

Kesalahan terletak pada pendapat dari Burhanuddin S. yaitu di kata serapan "way of life" seharusnya ditulis atau diketik dengan menggunakan huruf miring atau Italic karena merupakan kata dari bahasa Inggris.

Implikasi sila-sila dalam pengembangan IPTEK

1. Implikasi Sila I Ketuhanan Yang Maha Esa dalam pengembangan ilmu pengetahuan Manusia pada hakikatnya adalah mahluk religi. Sebagai mahluk religi, setiap manusia memiliki potensi untuk sampai pada kesadaran bahwa terdapat kekuatan, dengan segala kemahaan, yang mencipta dan menguasai jagad raya. (Toenlie,2014) Dalam Pengembangan Ilmu pengetahuan, sangat perlu dilakukan penanaman nilai religi mulai dari pendidikan dasar, sampai pada pendidikan Tinggi. Dalam Pengembangan ilmu pengetahuan manusia perlu memahami batas kemampuannya dalam berfikir, karena tidak semua yang ada di alam ini mampu dijangkau oleh pemikiran manusia, dari keterbatasan kemampuan tersebut manusia harus mengembalikan kepada sang Pencipta dan penguasa segala sesuatu yang ada di alam ini, Sehingga dalam pengembangan ilmu pengetahuan, manusia harus menciptakan perimbangan antara yang rasional dan irrasional, antara rasa dan akal. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini menempatkan manusia dalam alam ini sebagai bagiannya dan bukan sebagai pusatnya, Tuhanlah sebagai pusatnya bukanlah manusia.

Pesan dan saran yang bisa kita ambil:

Menanamkan nilai- nilai spiritual, nilai Moral dan nilai etik sesuai dengan Agama dan Kepercayaan masing-masing dan juga menumbuhkan kesadaran Beragama dengan Mejalankan Perintah-Nya dan menjauhi segala Larangan-Nya melalui kurikulum Mata pelajaran Agama. Menanamkan sikap saling hormat menghormati dan berkerjasama antara pemeluk agama dan penganut kepercayaan yang berbeda-beda, sehingga terbina kerukunan hidup, Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya dan tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan kepada orang lain. Dalam hal ini melalui mata Pelajaran PPKN atau Mata Kuliah Pancasila. Mencakup tanggung jawab bersama dari semua kelompok dan golongan beragama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk secara terus menerus dan bersama-sama meletakkan landasan spiritual, Moral dan Etik yang kukuh bagi pembangunan Nasional sebagai pengamalan pancasila.

Pada bagian ini banyak kesalahan pengetikan terutama tentang huruf kapital ,mulai dari kata Pengembangan, Etik,Moral, Agama ,Kepercayaan, Perintah-Nya, Larangan-Nya,Mata dan Saling. Seharusnya huruf depan kata-kata tersebut ditulis dengan huruf kecil karena masih masuk dalam satu kalimat dan belum diakhir dengan tanda titik (.).

Kesalahan yang kedua terletak di kalimat ke 3 menuju kalimat 4, seharusnya kalimat 3  dan  tidak dipisah karena masih saling berkaitan dan tanda baca titik dihilangkan.

 

2. Implikasi Sila Kemanusiaan yang adil dan beradab dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah memberi arah dan mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab juga memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan haruslah secara beradab.

 

3. Implikasinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan pesahabatan antar daerah di berbagai daerah terjalin karena tidak lepas dari factor kemajuan iptek.

Kesalahan dalam kata serapan "factor" seharusnya diganti menjadi kata serapan bahasa Indonesia yaitu "faktor".

 

4. Implikasinya dalam pengembangan pengetahuan adalah Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan perwakilan, mendasari pengembangan Iptek secara demokratis. Artinya, setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan Iptek. Selain itu dalam pengembangan iptek setiap ilmuwan juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan harus memilkisikap yang terbuka artinya terbuka untuk dikritik/dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan teori lainnya.

 

5. Implikasi sila ke 5 dalam pengembangan ilmu pengetahuan adalah;Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, mengimplementasikan pengembangan iptek haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia lain, manusia dengan msyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya (T. Jacob, 1986).

 

Kekurangan jurnal :

1. Pada jurnal ini masih terdapat banyak kekurangan ,kekurangannya :

- Terdapat banyak kesalahan penulisan huruf kapital, dan penulisan huruf ,serta penulisan pada unsur-unsur serapan.

- Jurnal dibuat dalam ukuran margin yang terlalu kecil sehingga tulisan menjorok kebawah semua tanpa ada samping kanan atau kiri, kurang di -justify dan peletakan juga belum terlalu rapih.

 

Kelebihan jurnal :

1. Penulis dapat merangkum dan memberikan kesimpulan yang jelas terhadap konsep dasar Pancasila sebagai Filsafat Ilmu dan memberikan contoh implikasi sila-sila Pancasila terhadap perkembangan IPTEK.

2. Penulis mencantumkan berbagai teori para ahli filsafat untuk mendukung argumen dan mencantumkan sumber-sumber tulisan di daftar pustaka.

Kesimpulan dari bacaan jurnal yang saya ambil :

Pancasila sebagai filsafat ilmu di negara memberikan banyak kemudahan dalam proses berpikir, berkembang dan untuk menjadi bahan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Semua tatanan dalam berkehidupan dan bernegara tidak lepas dari unsur-unsur nilai yang terkandung dalam Pancasila terutama terhadap IPTEK .Peran Pancasila pada IPTEK diharapkan mampu memberikan kontribusi yang besar bagi penerapan dan pengimplementasiannya di dalam kehidupan sehari-hari dan semoga kita sebagai warga negara Indonesia selalu menjadi pengguna teknologi yang bijak dan menjadi generasi bangsa yang membanggakan.