Nama : Faren Audrey Gionadi
NPM : 2211031120
Kelas : Akuntansi C
Analisis Soal 2
A. Bagaimanakah peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu anda masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang anda pelajari dan bagaimana prosesnya di tengah persaingan global seperti sekarang ini?
Peran Pancasila sebagai paradigma ilmu bagi disiplin ilmu saya masing-masing dengan merinci setiap sila ke dalam kebijakan ilmu dan landasan etika bagi pengembangan ilmu yang saya pelajari
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila Pertama ini menyiratkan adanya konsep tentang keberadaan Tuhan YME
yang terus menjalin hubungan dan kesatuan dengan manusia dan alam semesta beserta isinya. Ilmu berparadigma Pancasila bersifat teistik. Hal demikian jelas berseberangan dengan paradigma Cartesian-Newtonian yang memandang bahwa Tuhan sudah “pensiun” sejak alam semesta dan manusia
sebagai penghuninya telah tercipta (Sudjito, 2007).
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila Kedua ini dengan jelas menyiratkan adanya konsep tentang manusia yang utuh. Dalam keutuhannya, ada rohani dan ada jasmani. Sebagai kesatuan rohaniah, keberadaan hati nurani (qalbu) tidak kalah penting daripada akal. Ilmu berparadigma Pancasila mengakui dan menghargai keberadaan akal (rasio), namun bukan segala-galanya (ratio above else) sebagaimana kredo
“Cogito ergo sum."
3. Persatuan Indonesia
Keharusan menempatkan Sila Pertama dan sila Kedua sebagai jiwa Persatuan Indonesia, menunjukkan adanya keterpaduan antara karakter ilmu denganfaham kebangsaan Indonesia, sekaligus penolakan terhadap faham etnisisma
dan etnosentrisma (Jacob, 2006).
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
Sila ini menyiratkan adanya konsep bahwa rakyat atau wakil-wakil rakyat
dalam menjalankan kekuasaannya harus dipimpin oleh kebijaksanaan, dengan penuh rasa tanggung jawab, baik secara vertikal kepada Tuhan YME maupun secara horizontal kepada seluruh rakyat Indonesia, dan tidak sekali-kali atas
dasar kekuatan maupun legalitas formal. Semakin dekat manusia dengan
sumber kebenaran absolut yaitu Tuhan YME, maka dia akan semakin bijaksana.
5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Keadilan itu bukan keadilan formal, suatu keadilan yang lahir karena perundang-undangan, melainkan keadilan yang bertumpu pada habitat sosialnya, yaitu masyarakat Indonesia, yang berkarakter komunalistik-religius.
Ilmu berparadigma Pancasila mendorong perburuan keadilan sosial, sekaligus menolak dominasi positivisme (Sudjito, 2007).
Proses nya ditengah persaingan global seperti sekarang ini.
Berikut nilai-nilai setiap sila Pancasila yang mengandung landasan pengembangan IPTEK, dirangkum dari buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (2019), yaitu:
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila ini menekankan bahwa pengembangan IPTEK dimaknai sebagai bentuk syukur pemberian akal oleh Yang Maha Esa. Sehingga dalam proses pengembangan IPTEK tidak dibuat untuk mencederai keyakinan umat beragama.
Esensi nya , IPTEK hanya buatan manusia yang ada untuk memudahkan proses berjalannya kegiatan sehari-hari, sedangkan Tuhan adalah sang Pencipta yang menciptakan manusia dan telah menyokong manusia dalam memberikan akal budi dan kepintaran untuk menciptakan dan membangun IPTEK sebagai penunjang kehidupan yang semakin canggih dan modern.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab
Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus dengan cara-cara yang berperikemanusiaan dan tidak merugikan manusia individual maupun umat manusia yang sekarang maupun yang akan datang agar bisa menyejahterakan manusia.
Dengan adanya IPTEK diharapkan manusia tetap saling membantu sesama di masa-masa sulit seperti pandemi, yang membuat kita harus beraktivitas dari rumah dan membutuhkan adaptasi untuk menggunakan aplikasi seperti zoom saat sekolah maupun kuliah. Hal ini menguntungkan kita untuk terus meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan teknologi yang ada .
3. Sila Persatuan Indonesia
Sila ini mengingatkan agar pengembangan IPTEK ditujukan untuk seluruh tanah air dan bangsa secara merata. Selain itu, sila ini juga memberikan kesadaran bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia dapat meningkat dengan adanya kemajuan IPTEK.
- Karena IPTEK kita dapat mengetahui seluruh informasi yang ada di dunia dan dapat berinteraksi satu sama lain antar pulau dan provinsi, apalagi jika mempunyai saudara yang jauh kita bisa mudah menghubungi mereka melalui handphone dan laptop .
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
Sila ini menekankan agar membuka kesempatan yang sama bagi semua warga untuk dapat mengembangkan IPTEK dan merasakan hasilnya sesuai kemampuan dan keperluan masing-masing sehingga tidak terjadi monopoli IPTEK.
- Indonesia adalah negara hukum yang berlandaskan pada Pancasila sebagai pedoman bangsa, kita sudah merdeka dari penjajahan dan semua warga negara memiliki hak yang sama, terutama dalam merasakan IPTEK dan bisa mengakses informasi dimana pun dan kapan pun. Daya kreatifitas kita juga terus dilatih dan tidak ada batasan untuk mengembangkan IPTEK di negara kita.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila ini menekankan bahwa dalam pengembangan IPTEK harus didasarkan pada keseimbangan dan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.
- Perkembangan IPTEK seperti akses jaringan Wi-Fi di Indonesia telah diupayakan oleh pemerintah di berbagai daerah-daerah terpencil yang belum terjangkau internet dan kecanggihan di era industri 4.0 . Supaya kemudahan perkembangan IPTEK merata di seluruh pulau dan mereka tidak ketinggalan informasi penting serta upaya untuk menambahkan wawasan mereka seputar IPTEK.
B. Bagaimanakah harapanmu mengenai model pemimpin, warga negara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang
dan di masa mendatang?
- Harapan saya mengenai model pemimpin , warga negara dan ilmuwan yang Pancasilais di Indonesia sekarang, semoga pemimpin negara saat ini, yaitu Bapak Presiden Jokowi, selalu menjadi pelindung nomor 1 untuk rakyat dan menjadi role-model bagi seluruh usia untuk terus melanjutkan cita-cita bangsa, mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila yang menjadi teladan bagi warga negaranya serta bisa meningkatkan infrastruktur dengan cepat supaya kita sebagai warga negara Indonesia mampu bersaing dengan warga negara berskala internasional. Selalu menjadi pemimpin yang bersih dari korupsi, berintergritas tinggi dan menjunjung tinggi HAM, memiliki rasa nasionalisme, mendengarkan rakyat, serta adil kepada seluruh warga negara Indonesia. Harapan saya untuk pemimpin negara di masa mendatang, yaitu menjadi pribadi yang selalu berjiwa Pancasila,artinya yang mengerti benar akan hakikat pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia supaya semua kebijakan yang diambilnya kelak akan berpedoman pada ideologi Bangsa, kiranya nanti mampu melanjutkan karya dari bapak presiden sebelumnya,dan mampu mewujudkan cita-cita serta harapan Bangsa, mampu menjadi pribadi yang membanggakan hingga layak bersanding dengan bapak negara di seluruh dunia. Kiranya membawa perubahan baru untuk negara dan bisa meringankan berbagai keluhan yang diderita oleh rakyat , serta menjadi panutan bagi seluruh warga negara Indonesia.
Dengan karakter yang berlandaskan Pancasila sebagai ideologi Negara , diharapkan pemimpin mampu membawa Indonesia ke arah yang lebih baik lagi , yaitu kepada kesejahteraan dan kemakmuran seperti yang dicita-citakan oleh seluruh rakyat Indonesia.