Nama : Faren Audrey Gionadi
NPM. : 2211031120
Kelas : S1 Akuntansi B
Pancasila sebagai Dasar Negara dan Bagaimana sebagai generasi muda kita menghadapinya di Era Modern seperti sekarang.
Sejarah pembentukan Pancasila mengalami banyak cerita dan konfliknya, Dari masa pembentukan rumusan Pancasila di 29 Mei 1945 yang dibentuknya BPUPKI hingga tiba giliran Soekarno yang memberikan ide dan pendapat mengenai Pancasila,fakta sejarah berkata bahwa Soekarno telah mempersiapkan rumusan Pancasila sejak 1918 dimana beliau terinspirasi oleh San min Chu oleh Sun Yat Sen, Histori materialisme dari Uni Soviet dan Islam di Arab Saudi,namun bagi beliau 5 dasar saja sudah cukup bagi Indonesia.
Selain itu 5 prinsip terdiri dari kebangsaan,Internasionalisme bangsa kita adalah satu bangsa yang satu dalam kekeluargaan di seluruh dunia, lalu mufakat sebagai dasar yang mengatur kenegaraan,Kesejahteraan,dan KeTuhanan yaitu bangsa kita terdiri dari banyak agama dan budaya yang berbeda, setiap agama yang dianut memiliki kepercayaan masing² dan perlunya bagi kita untuk menghargai agama satu sama lain.
Pancasila dengan kontroversinya yang membuat perpecahan bangsa pada sila pertama piagam Jakarta yaitu "Ketuhanan menjalankan syariat Islam bagi para pemeluknya" hal ini dianggap hanya memprioritaskan 1 agama saja padahal di Indonesia terdiri dari 6 agama.
Akhirnya para pemimpin bangsa pada masa itu mengadakan rapat non-formal dan melalui rapat itu demi menjaga keutuhan bangsa sila pertama akhirnya diganti menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". Terdapat juga kebijakan² bagi para pemimpin yang antipancasilais, apa jadinya jika pancasila hanya menjadi dalih bagi pemerintahan yang otoriter untuk melabel semua orang yang mengkritik pemerintah sebagai antipancasilais, ada ketakutan bahwa narasi dapat membungkam mereka semua yang anti pancasilais.
Bagaimana menghadapi Pancasila di era modern seperti ini?
Menurut saya untuk mempertahankan Pancasila pada era sekarang adalah dengan mengimplementasikan sila-sila yang ada sesuai dengan moral ,etika dan akhlak kita sebagai generasi muda. Menurut Cania Citta dalam video tersebut berkata bahwa tidak perlu membuat Pancasila itu seperti paradigma otoriter , perlunya living value,living culture , generasi muda punya kebebasan untuk menafsir, memperdebatkan dan memperdialogkan Pancasila agar relevansi nya tidak hilang di era sekarang.
Saya setuju dengan pendapat dan pemikiran kak Cania Citta,karena bagaimanapun selain kita menghormati dan menjunjung sila² Pancasila harus dibutuhkan pemahaman yang benar mengenai rumusan dasar Pancasila agar tidak menyalahgunakan Pancasila sebagai sesuatu yang membenarkan pendapat golongan tertentu atau kepentingan bagi golongan tertentu, kita perlu mempelajari,dan memperhatikan relevansi Pancasila di kehidupan sekarang agar pesan dari Pancasila dengan segala prinsip-prinsip negara tidak mudah dijatuhkan oleh negara lain dan tetap mempertahankan kemerdekaan Negara Indonesia dengan terus berpikiran terbuka,belajar mencintai kebudayaan yang ada di dalamnya serta ikut serta di setiap acara hari-hari besar dan bagaimana kita tetap Waspada terhadap ideologi-ideologi yang menyesatkan kita dikemudian hari. Tetap berpegang teguh pada Pancasila , dan menjaga nama baik negara melalui peran kita sebagai generasi muda yang membangun dan melanjutkan perjuangan para tokoh pahlawan bangsa.