Kelas : Akt C
NPM : 2211031130
Hadir
Nama : Gabriella Ratna Mawarni
NPM : 2211031130
Kelas : AKT. C
1. Menurut saya proses pendidikan disaat pandemi Covid 19 yang dilakukan secara daring tidak menghasilkan hasil maksimal. Banyak kendala yang terjadi, baik dari segi teknologi maupun mahasiswanya. Karena pada kenyataannya banyak keluhan yang disampaikan oleh murid begitupun para orang tua. Seperti, jaringan yang tidak stabil sehingga menghambat kegiatan belajar mengajar, kuota internet disetiap bulannya. Pembelajaran daring mengharuskan murid supaya memiliki ponsel, padahal tidak semua murid mempunyai keluarga yang berkecukupan sehingga tidak sedikit yang memilih untuk mengundurkan diri/putus sekolah. Ini berarti proses pendidikan di tengah pandemi ini berdampak bagi beberapa segi kehidupan (bidang), pengangguran yang semakin banyak karena terjadinya pengurangan pegawai, ini berdampak pada kebutuhan anak mereka yang perlu dipenuhi dalam pendidikannya. Selain itu juga pengangguran bagi pemuda yang lebih memilih untuk putus sekolah tadi. Kemudian, tidak dapat dipungkiri, pembelajaran selama pandemi yang dilakukan secara online menurunkan semangat dalam belajar bagi kebanyakan mahasiswa. Lama-kelamaan mereka menjadi bosan karena metode belajar yang begitu-begitu saja (terbatas oleh ruang). Sehingga hal tersebut dapat menurunkan produktivitas nasional bagi kaum muda di Indonesia.
2. Memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi Covid-19 dengan implementasi nilai pancasila dapat dilakukan dengan cara memastikan tersedianya sumber-sumber belajar bagi semua mahasiswa dan dosen selama mereka harus menjalankan kegiatan pembelajaran dari rumah. Selain itu perlu untuk menciptakan tim pencegahan penyakit di kampus untuk mendorong penerapan protokol kesehatan dan keselamatan. Tim ini juga bertugas menyebarkan cara-cara mencegah penyakit, memonitor status kesehatan para mahasiswa dan staf di kampus, dan melaporkan apabila ada yang terindikasi terjangkit Covid-19. Lalu, memonitor kondisi sosial dan emosional para dosen dan mahasiswa dengan harapan agar pandemi ini tidak meruntuhkan moral mereka sehingga tetap dapat menjalankan proses pembelajaran secara optimal.
3. Contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasila jika dalam lingkup mahasiswa yaitu, menerapkan sikap jujur dalam ujian, dan absen mata kuliah. Lalu, disiplin dalam mengerjakan tugas dan tidak terlambat masuk kelas. Tanggung jawab atas tugas-tugas yang harus segera di kerjakan. Kemudian, peduli sesama teman jika mendapati teman yang sedang kesusahan. Santun, santun terhadap sesama maupun dosen. Kemudian, ramah lingkungan, tidak merusak lingkungan sekitar. Gotong royong dalam mengerjakan masalah-masalah yang ada, serta cinta damai, tidak membuat aksi anarkis yang membuat kerusakan dan meresahkan warga sekitar. Dari berbagai kasus tersebut akan menciptakan kesatuan antar warga di lingkungan perkuliahan khususnya. Dan itu berarti sebagai mahasiswa berarti kita mampu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
4. Hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat itu berarti selalu menghargai budaya, bahasa dan agama orang lain, bersikap secara adil dengan tidak membeda bedakan satu dengan yang lain, serta berpikir global namun tetap berwawasan lokal.