Posts made by Wildan Halim Prasetyo

Nama : Wildan Halim Prasetyo
NPM : 2218011179

Analisis Jurnal : PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL
SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI
INDONESIA

Media massa merupakan pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Pencegahan melalui media massa sangat
disarankan dikarenakan kebijakan hukum pidana tidak selamanya digunakan sebagai sarana untuk menekan kejahatan.Pancasila sebagai dasar negara merupakan hal yang sangat penting bagi Indonesia.Masyarakat Indonesia harus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Media massa merupakan salah satu sarana agar masyarakat banyak mengetahui tentang hal-hal yang berkaitan dengan keadaan Indonesia dan juga merupakan kontrol sosial bagi masyarakat Indonesia.

Dalam pemanfaatan media massa dapat digunakan sebagai penanggulangan tindak pidana , salah satunya untuk upaya penanggulangan kasus tindak pidana korupsi, contohnya adalah sebagai berikut :
a. Informasi atau berita-berita aktual dari berbagai isu yang berkaitan dengan praktik-praktik korupsi;
b. Pengungkapan dan peliputan kasus-kasus korupsi dan modus operandi dari praktik-praktik korupsi;
c. Mengangkat berbagai berita korupsi di berbagai level pemerintahan dan lembaga penegak hukum secara objektif;
d. Pemberitaan penanganan akan tindak pidana korupsi oleh penegak hukum sejak penyidikan, penuntutan, pengadilan dan pemasyarakatan

Nilai (value) adalah pengertian filsafat, yang berarti tolak ukur untuk menimbang dan memutuskan apakah sesuatu itu benar atau salah dan baik ataupun buruk. Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu :
1. nilai materiil, merupakan segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia,
2. nilai vital, merupakan segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas,
3. nilai kerohanian, merupakan segala sesuatu yang berguna bagi rohanimanusia.
Nama : Wildan Halim Prasetyo
NPM : 2218011179
Analisis Soal

A.Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Jawaban : Menurut pendapat saya, pembelajaran pada saat pandemi ditengah covid 19 ini kurang efektif, mengapa demikian? Karena pada saat pandemi covid 19, pemebelajaran dilaksanakan secara daring, tidak sedikit dari siswa menyepelekan pembelejaran tersebut, seperti pada saat jam belajar mereka hanya mengisi daftar absen lalu tidak melakukan hal yang semestinya mereka lakukan yaitu belajar.
Dan juga pembelajaran pada saat pandemi ini kurang efektif karena terbatasnya sarana pembelajaran, seperti contoh pada saat praktikum,seharusnya siswa melakukan praktikum tersebut secara langsung, tetapi pada saat pandemi, praktikum hanya dilaksanakan secara online. Walaupun begitu, pembelajaran harus tetap dilaksanakan, karena banyak siswa yang benar benar ingin belajar dengan rajin walaupun sedang pandemi civid 19.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Jawaban : Saat pembelajaran pada pandemi covid 19, peran orangtua dirumah sangat penting untuk membimbing anak anak mereka agar proses pendidikan siswa tetap berkolerasi pada implementasi nilai pancasila. Contohnya orangtua harus mengajarkan betapa pentingnya belajar bagi masa depan siswa, dan juga mengajarkan hal-hal yang berkaitan dengan implementasi nilai Pancasila seperti pada saat ujian tetap harus disiplin dan berlaku jujur.

C.Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Jawaban: Salah satu contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter pancasila adalah kejujuran, banyak siswa yang tidak jujur dalam melakukan sesuatu hal seperti ujian, hal ini sangat berlawanan dengan implementasi nilai pancasila.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Jawaban : Pancasila tidak hanya dipahami dan dipelajari secara teoritis, Pancasila juga harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Segala hal dan tindakan yang diambil harus berlandaskan dan sesuai dengan nilai Pancasila yang dimana Pancasila memiliki nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Keputusan bersama, dan Keadilan. Sebagai warga negara yang baik,kita harus menerapkan sikap-sikap ini kepada diri sendiri dan diterapkan oleh masyarakat agar terciptanya ketertiban, keharmonisan kenyamanan, dan persatuan.
Nama : Wildan Halim Prasetyo
NPM :2218011179

Pancasila adalah suatu ideologi yang memiliki 5 nilai dasar yang merupakan jati diri bangsa Indonesia dan berisi tentang pandangan hidup rakyat Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila
menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia
seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga dapat dikatakan sebagai filsafat.Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila merupakan
dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah
dalam bidang pendidikan.sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem
filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar aksiologinya, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini
Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik
dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan
Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang
dengan segala tantangannya.

Dalam sejarah pendidikan, dapat dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan, yaitu
a. Empirisme
b. Nativisme.
c. Naturalisme
d. Konvergensi

Di bawah ini ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.

Dengan melaksanakan tiga point di atas, diharapkan cita-cita bangsa yang ingin
melaksanakan pendidikan berkarakter sesuai falsafah pancasila akan terwujud