Rajwa Ahmad Yumansyah 2206081003
A. Pendapat saya tentang proses belajar secara daring di masa pandemi ini kurang efektif, karena banyak dari kita yang mengikuti pembelajaran sambil mengerjakan sesuatu yang lain contohnya rebahan dan menonton televisi. Proses belajar daring lewat aplikasi dan itu membuat rumit pembelajaran bagi yang belum memahami aplikasi tersebut, kita harus beradaptasi terlebih dahulu saat menggunakan aplikasi itu. Banyak kendala saat ingin mengumpulkan tugas yang diberikan, contohnya saat jaringan tidak stabil dan saat memori hp penuh, dan harus menghapus beberapa tugas lain yang sudah dikumpulkan sebelumnya, memori penuh akibat tugas membuat video dan foto tentang pelajaran. Aplikasi belajar online yang sering digunakan saat pandemi adalah zoom, google classroom,google meet, dll.
B. Implementasi nilai-nilai Pancasila terhadap masyarakat diperlukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mengurangi berpergian keluar rumah untuk mencegah kontak fisik merupakan salah satu hal yang termasuk mengimplementasikan nilai Pancasila. Jika ingin berpergian keluar rumah harus mengikuti peraturan yang ada dengan menggunakan masker saat keluar rumah dan selalu membawa hand sanitizer. Kita harus bisa membagi waktu saat agar tidak telat mengumpulkan tugas dan absen, kita harus memiliki kenginginan yang kuat agar bisa sukses dimasa depan dengan cara mengikuti semua proses pembelajaran secara daring ini dengan baik hingga pandemi berakhir dan tidak boleh menyalahkan pemerintah, menyalahkan tentu bukan bagian dari karakter pribadi masyarakat Indonesia. Karena prinsip pelaksanaan Pancasila yang sebenarnya adalah mencari solusi melalui kerjasama rakyat Indonesia. Menyalahkan pemerintah tentu bukan bagian dari karakter pribadi bangsa Indonesia. Prinsip pelaksanaan Pancasila yang benar adalah mencari solusi melalui kerjasama rakyat Indonesia.
C. Contoh kasus dalam ruang lingkup saya:
1. Jujur
• selalu berkata jujur ketika di tanya pendapat oleh orang tua
• bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan dan tidak menyalahkan orang lain
2. Disiplin
• Berangkat sekolah/kuliah tepat waktu.
• Menjalankan ibadah tepat waktu.
3. Tanggung Jawab
• Menghargai perbedaan masyarakat yang berbeda suku, agama, dan budaya.
• Tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
4. Peduli
• Membuang sampah pada tempatnya.
• Suka memberi pertolongan kepada orang lain
5. Santun
• Berbicara dengan teman, tetangga, saudara, serta orang lain secara sopan santun.
• Memperhatikan Penjelasan dosen Saat Pelajaran Berlangsung
6. Ramah Lingkungan
• Kurangi penggunaan plastik
• Kurangi Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya
7. Gotong Royong
• Saling membantu warga masyarakat yang terkena musibah.
• Gotong royong dalam membersihkan sampah dengan memilah-milah sampah organik dan anorganik.
8. Cinta Damai
• Menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari
• Merasa sebagai bagian dari bangsa Indonesia, bukan sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia
Pendapat saya mengenai contoh kasus terkait pengembangan karakter Pancasilais adalah kita harus memiliki sikap yang baik untuk memenuhi dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan demikian, dalam segala tindakan kita sehari-hari, kita selalu berpedoman pada nilai-nilai Pancasila, yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan.
D. Hakikat pancasila adalah sesuatu yang terkandung dalam nilai-nilai yang terdapat pada sila pancasila yang harus dijadikan sebab, sehingga dijadikan sebagai dasar negara.
• Sila Pertama
Hakikat sila ketuhanan terletak pada keyakinan bangsa Indonesia bahwa Tuhan sebagai prinsip utama dalam kehidupan semua makhluk. Artinya, setiap makhluk hidup, termasuk warga negara harus memiliki kesadaran yang otonom (kebebasan, kemandirian) di satu pihak, dan berkesadaran sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang akan dimintai pertanggungjawaban atas semua tindakan yang dilakukan.
• Sila Kedua
Hakikat sila kemanusiaan adalah manusia monopluralis yang terdiri atas 3 bagian, yaitu susunan kodrat (jiwa, raga), sifat kodrat (makhluk individu, sosial), kedudukan kodrat (makhluk pribadi yang otonom dan makhluk Tuhan) (Notonagoro).
• Sila Ketiga
Hakikat sila persatuan terkait dengan semangat kebangsaan. Rasa kebangsaan terwujud dalam bentuk cinta tanah air, yang dibedakan ke dalam 3 jenis, yaitu tanah air real, tanah air formal, dan tanah air mental. Tanah air real adalah bumi tempat orang dilahirkan dan dibesarkan, bersuka, dan berduka, yang dialami secara fisik sehari-hari. Tanah air formal adalah negara bangsa yang berundang undang dasar, yang membuat undang-undang, menggariskan hukum dan peraturan, menata, mengatur dan memberikan hak serta kewajiban, mengesahkan atau membatalkan, memberikan perlindungan, dan menghukum, memberikan paspor atau surat pengenal lainnya. Tanah air mental bukan bersifat territorial karena tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, melainkan imajinasi yang dibentuk dan dibina oleh ideologiatau seperangkat gagasan vital (Daoed Joesoef, 1987: 18- 20).
• Sila Keempat
Hakikat sila keempat adalah demokrasi, tempat musyawarah sangat dinomorsatukan guna mencapai keputusan bersama. Selain itu, diperlukan kejujuran dari setiap individu dalam bermusyawarah agar tidak menimbulkan perpecahan. Hal penting lainnya adalah tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
• Sila Kelima
Keadilan tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan kemanusiaan yaitu keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat, bangsa dan negaranya serta hubungan manusia dengan Tuhannya.
A. Pendapat saya tentang proses belajar secara daring di masa pandemi ini kurang efektif, karena banyak dari kita yang mengikuti pembelajaran sambil mengerjakan sesuatu yang lain contohnya rebahan dan menonton televisi. Proses belajar daring lewat aplikasi dan itu membuat rumit pembelajaran bagi yang belum memahami aplikasi tersebut, kita harus beradaptasi terlebih dahulu saat menggunakan aplikasi itu. Banyak kendala saat ingin mengumpulkan tugas yang diberikan, contohnya saat jaringan tidak stabil dan saat memori hp penuh, dan harus menghapus beberapa tugas lain yang sudah dikumpulkan sebelumnya, memori penuh akibat tugas membuat video dan foto tentang pelajaran. Aplikasi belajar online yang sering digunakan saat pandemi adalah zoom, google classroom,google meet, dll.
B. Implementasi nilai-nilai Pancasila terhadap masyarakat diperlukan untuk meyakinkan masyarakat bahwa mengurangi berpergian keluar rumah untuk mencegah kontak fisik merupakan salah satu hal yang termasuk mengimplementasikan nilai Pancasila. Jika ingin berpergian keluar rumah harus mengikuti peraturan yang ada dengan menggunakan masker saat keluar rumah dan selalu membawa hand sanitizer. Kita harus bisa membagi waktu saat agar tidak telat mengumpulkan tugas dan absen, kita harus memiliki kenginginan yang kuat agar bisa sukses dimasa depan dengan cara mengikuti semua proses pembelajaran secara daring ini dengan baik hingga pandemi berakhir dan tidak boleh menyalahkan pemerintah, menyalahkan tentu bukan bagian dari karakter pribadi masyarakat Indonesia. Karena prinsip pelaksanaan Pancasila yang sebenarnya adalah mencari solusi melalui kerjasama rakyat Indonesia. Menyalahkan pemerintah tentu bukan bagian dari karakter pribadi bangsa Indonesia. Prinsip pelaksanaan Pancasila yang benar adalah mencari solusi melalui kerjasama rakyat Indonesia.
C. Contoh kasus dalam ruang lingkup saya:
1. Jujur
• selalu berkata jujur ketika di tanya pendapat oleh orang tua
• bertanggung jawab ketika melakukan kesalahan dan tidak menyalahkan orang lain
2. Disiplin
• Berangkat sekolah/kuliah tepat waktu.
• Menjalankan ibadah tepat waktu.
3. Tanggung Jawab
• Menghargai perbedaan masyarakat yang berbeda suku, agama, dan budaya.
• Tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum.
4. Peduli
• Membuang sampah pada tempatnya.
• Suka memberi pertolongan kepada orang lain
5. Santun
• Berbicara dengan teman, tetangga, saudara, serta orang lain secara sopan santun.
• Memperhatikan Penjelasan dosen Saat Pelajaran Berlangsung
6. Ramah Lingkungan
• Kurangi penggunaan plastik
• Kurangi Penggunaan Bahan Kimia Berbahaya
7. Gotong Royong
• Saling membantu warga masyarakat yang terkena musibah.
• Gotong royong dalam membersihkan sampah dengan memilah-milah sampah organik dan anorganik.
8. Cinta Damai
• Menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari
• Merasa sebagai bagian dari bangsa Indonesia, bukan sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia
Pendapat saya mengenai contoh kasus terkait pengembangan karakter Pancasilais adalah kita harus memiliki sikap yang baik untuk memenuhi dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Dengan demikian, dalam segala tindakan kita sehari-hari, kita selalu berpedoman pada nilai-nilai Pancasila, yang menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan.
D. Hakikat pancasila adalah sesuatu yang terkandung dalam nilai-nilai yang terdapat pada sila pancasila yang harus dijadikan sebab, sehingga dijadikan sebagai dasar negara.
• Sila Pertama
Hakikat sila ketuhanan terletak pada keyakinan bangsa Indonesia bahwa Tuhan sebagai prinsip utama dalam kehidupan semua makhluk. Artinya, setiap makhluk hidup, termasuk warga negara harus memiliki kesadaran yang otonom (kebebasan, kemandirian) di satu pihak, dan berkesadaran sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang akan dimintai pertanggungjawaban atas semua tindakan yang dilakukan.
• Sila Kedua
Hakikat sila kemanusiaan adalah manusia monopluralis yang terdiri atas 3 bagian, yaitu susunan kodrat (jiwa, raga), sifat kodrat (makhluk individu, sosial), kedudukan kodrat (makhluk pribadi yang otonom dan makhluk Tuhan) (Notonagoro).
• Sila Ketiga
Hakikat sila persatuan terkait dengan semangat kebangsaan. Rasa kebangsaan terwujud dalam bentuk cinta tanah air, yang dibedakan ke dalam 3 jenis, yaitu tanah air real, tanah air formal, dan tanah air mental. Tanah air real adalah bumi tempat orang dilahirkan dan dibesarkan, bersuka, dan berduka, yang dialami secara fisik sehari-hari. Tanah air formal adalah negara bangsa yang berundang undang dasar, yang membuat undang-undang, menggariskan hukum dan peraturan, menata, mengatur dan memberikan hak serta kewajiban, mengesahkan atau membatalkan, memberikan perlindungan, dan menghukum, memberikan paspor atau surat pengenal lainnya. Tanah air mental bukan bersifat territorial karena tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, melainkan imajinasi yang dibentuk dan dibina oleh ideologiatau seperangkat gagasan vital (Daoed Joesoef, 1987: 18- 20).
• Sila Keempat
Hakikat sila keempat adalah demokrasi, tempat musyawarah sangat dinomorsatukan guna mencapai keputusan bersama. Selain itu, diperlukan kejujuran dari setiap individu dalam bermusyawarah agar tidak menimbulkan perpecahan. Hal penting lainnya adalah tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
• Sila Kelima
Keadilan tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan kemanusiaan yaitu keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat, bangsa dan negaranya serta hubungan manusia dengan Tuhannya.