Nama: Firda Indah Cahya Aulia
Npm: 2211031153
Kelas: AKT.D
A. Menurut pendapat saya tidak efektif, baik dari segi pemahaman dalam menerima materi dan kesanggupan membayar pendidikan.
Kemenaker (20/4) mencatat sudah lebih dari 2 juta buruh dan pekerja formal-informal yang dirumahkan atau diPHK. Dengan kondisi seperti ini, banyak orangtua kesulitan menyediakan kesempatan pendidikan yang optimal bagi anak-anak mereka. Dalam situasi yang lebih buruk, orangtua malah bisa berhadapan pada pilihan dilematis: memberi makan keluarga atau membiayai pendidikan anak. Ini berpotensi membuat angka putus sekolah meningkat. Sejak kebijakan belajar dari rumah diterapkan secara nasional mulai tanggal 16 Maret 2020, muncul indikasi naiknya angka putus sekolah di berbagai tempat. Mulai dari Papua, Maluku Utara, hingga Jakarta. Ini daerah-daerah yang tergolong zona merah dalam penyebaran wabah.
B. Mengefektifkannya dengan menyadarkan diri sendiri bahwa pendidikan itu adalah penting untuk persiapan generasi emas Indonesia kelak, jadi baik buruknya generasi ditentukan bagus tidak pendidikannya. Untuk itu selama pendemi kita harus mengefektifkan diri kita sendiri dengan cara bekerja keras mencari sumber ilmu, serta membentuk forum diskusi untuk mendiskusikan hal-hal yang mungkin kurang dipahami dalam materi.
peran pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana, seperti beasiswa dan kuota internet gratis
C. Pengetatan pengawasan saat dilaksanakan ujian. Merupakan kasus yang terkait dengan pembentukan karakter disiplin, tanggungjawab, jujur, sopan santun dimana disini mahasiswa dituntut agar bisa mengerjakan ujian dengan kemampuan sendiri-sendiri, dan bertanggungjawab atas hasil yang diperoleh. Disiplin denga tidak terlambat datang saat ujian serta santun menghargai dosen disaat mengawas tidak ada yang ribut.
Pendapat saya itu sangat bagus diterapkan agar mahasiswa lebih baik kedepannya dalam pengembangan karakter
D. Secara umum, paradigma merupakan sebuah pola pikir. Hal ini berkaitan dengan Pancasila sebagai suatu paradigma untuk membangun kehidupan bangsa Indonesia secara seimbang baik yang bersifat jasmaniah maupun lahiriahnya. Hal ini diperlukan guna mewujudkan cita-cita nasional yakni menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Untuk mencapai hal ini maka Pancasila harus menjadi dasar untuk membangun kehidupan manusia Indonesia. Pengaktualisasiannya melalui cara bersikap sehari-hari dengan rasa tanggungjawab dan bersungguh-sungguh mewujudkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.
Npm: 2211031153
Kelas: AKT.D
A. Menurut pendapat saya tidak efektif, baik dari segi pemahaman dalam menerima materi dan kesanggupan membayar pendidikan.
Kemenaker (20/4) mencatat sudah lebih dari 2 juta buruh dan pekerja formal-informal yang dirumahkan atau diPHK. Dengan kondisi seperti ini, banyak orangtua kesulitan menyediakan kesempatan pendidikan yang optimal bagi anak-anak mereka. Dalam situasi yang lebih buruk, orangtua malah bisa berhadapan pada pilihan dilematis: memberi makan keluarga atau membiayai pendidikan anak. Ini berpotensi membuat angka putus sekolah meningkat. Sejak kebijakan belajar dari rumah diterapkan secara nasional mulai tanggal 16 Maret 2020, muncul indikasi naiknya angka putus sekolah di berbagai tempat. Mulai dari Papua, Maluku Utara, hingga Jakarta. Ini daerah-daerah yang tergolong zona merah dalam penyebaran wabah.
B. Mengefektifkannya dengan menyadarkan diri sendiri bahwa pendidikan itu adalah penting untuk persiapan generasi emas Indonesia kelak, jadi baik buruknya generasi ditentukan bagus tidak pendidikannya. Untuk itu selama pendemi kita harus mengefektifkan diri kita sendiri dengan cara bekerja keras mencari sumber ilmu, serta membentuk forum diskusi untuk mendiskusikan hal-hal yang mungkin kurang dipahami dalam materi.
peran pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana, seperti beasiswa dan kuota internet gratis
C. Pengetatan pengawasan saat dilaksanakan ujian. Merupakan kasus yang terkait dengan pembentukan karakter disiplin, tanggungjawab, jujur, sopan santun dimana disini mahasiswa dituntut agar bisa mengerjakan ujian dengan kemampuan sendiri-sendiri, dan bertanggungjawab atas hasil yang diperoleh. Disiplin denga tidak terlambat datang saat ujian serta santun menghargai dosen disaat mengawas tidak ada yang ribut.
Pendapat saya itu sangat bagus diterapkan agar mahasiswa lebih baik kedepannya dalam pengembangan karakter
D. Secara umum, paradigma merupakan sebuah pola pikir. Hal ini berkaitan dengan Pancasila sebagai suatu paradigma untuk membangun kehidupan bangsa Indonesia secara seimbang baik yang bersifat jasmaniah maupun lahiriahnya. Hal ini diperlukan guna mewujudkan cita-cita nasional yakni menuju masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. Untuk mencapai hal ini maka Pancasila harus menjadi dasar untuk membangun kehidupan manusia Indonesia. Pengaktualisasiannya melalui cara bersikap sehari-hari dengan rasa tanggungjawab dan bersungguh-sungguh mewujudkan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.