Posts made by Firda Indah Cahya Aulia 2211031153

Nama: Firda Indah Cahya Aulia
Kelas: AKT. D
Npm: 2211031153

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mata kuliah pengembangan kepribadian Pancasila dalam menyikapi
IPTEK. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 103 orang. Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah
proporsional cluster random sampling, dalam hal ini tiap kelas diambil 70% sehingga jumlah mahasiswa yang dijadikan sampel dalam penelitian ini berjumlah 40 orang. Data berupa kuesioner diuji menggunakan analisis deskriptif dan regresi.
Hasil penelitian ini membuktikan
bahwa secara umum responden dalam
penelitian ini mempunyai pengembangan
kepribadian Pancasila yang baik. Memiliki sikap jujur dalam kehidupan
sehari-hari, perlu mempunyai toleransi
yang tinggi akan adanya perbedaan ras
dan agama dan perlu memiliki
pemahaman yang mendalam tentang
pendidikan Pancasila. Untuk itu
Pendidikan Pancasila penting dalam
kehidupan bermasyarakat dan harus
ditetapkan sejak dini.
Hasil penelitian ini membuktikan
bahwa secara umum responden dalam
penelitian ini dapat menyikapi
perkembangan Iptek dengan baik.
Menurut responden Kemajuan teknologi
saat ini harus digunakan dengan baik dan
penuh tanggung jawab. Perkembangan
Iptek yang ada dimanfaatkan untuk
mempermudah proses belajar, untuk
bertransaksi dan berbisnis dalam bidang
bidang perdagangan. Responden dalam
penelitian ini akan melakukan
penyaringan terhadap semua informasi
yang masuk melalui media sosial,
memblokir teman atau situs yang sering
menampilkan konten pornografi dan
kekerasan di media sosial dan
menggunakan bahasa yang santun saat
berkomentar terhadap suatu peristiwa
baik di media online maupun di sosial
media.


Sehingga sangat diperlukan pendidikan Pancasila dalam lingkungan perkuliahan agar terbentengnya mahasiswa dengan nilai-nilai Pancasila agar tidak terjerumus dari ideologi lain.
Nama: Firda Indah Cahya Aulia
Kelas: AKT. D
Npm: 2211031153

IPTEK adalah hasil karya manusia yang dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupan, baik itu dimanfaatkan untuk kepentingan yang berdampak baik atau buruk.
Nilai-nilai terkandung dalam Pancasila dapat digunakan dalam pengembangan IPTEK karena Pancasila merupakan rumusan dan pedoman berbangsa dan bernegara.

Sila-sila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK
1. SILA PERTAMA
keseimbangan antara irasional dan rasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya memikirkan apa yang ditemukan dibuktikan dan diciptakan tetapi juga mempertimbangkan maksud dan akibat apa merugikan manusia sekitar apa tidak.

2. SILA KEDUA
Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab

3. SILA KETIGA
Hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.

4. SILA KEEMPAT
Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK dan juga menghormati kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan sebelumnya

5. SILA KELIMA
Haruslah menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan diri sendiri, maupun dengan Tuhannya, manusia dengan manusia-manusia, dengan masyarakat bangsa dan negara serta manusia dengan alam lingkungannya.
Nama: Firda Indah Cahya Aulia
Npm: 2211031153
Kelas: AKT. D

1.
Etika politik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila di Indonesia saat ini menurut saya belum terlaksana sepenuhnya, masih banyak oknum pejabat yang seolah-olah mendukung rakyat tetapi hanyalah penghianat.
Contoh kasus:
'Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemberian hadiah atau janji terkait penanganan perkara di Kabutapen Lampung Tengah.
Azis ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyuap penyidik KPK, AKP Stepanus Robin Pattuju sekitar Rp 3,1 miliar dari komitmen awal Rp 4 miliar. KPK menahan Azis untuk 20 hari pertama terhitung sejak tanggal 24 September di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polres Jakarta Selatan' (Sumber: CNBC Indonesia)

Hal tersebut sangat tidak mencerminkan etika politik yang ada pada nilai Pancasila, kasus tersebut bertentangan dengan semua nilai Pancasila, dimana sila pertama menyatakan ketuhanan yang maha esa, sikap tersebut seolah-olah tidak meyakini tuhan bahwa tuhan tidak selalu tidur dan akan memperhitungkan perilaku buruk di akhirat kelak.
Sila kedua, kasus tersebut melanggar perilaku beradab yang diajarkan pada sila kedua ini.
Sila ketiga, jika kasus tersebut terus merajalela, rakyat tidak akan percaya pejabat dan akan memandang sebelah mata, sehingga keharmonisan dan kesatuan antara pejabat dan masyarakat akan longgar
Sila keempat, melanggar komitmen yang telah sampai pada mufakat.
Sila kelima, kasus tersebut tidak memberikan hak rakyat yang adil atas pengucapan janji.

Untuk itu etika politik dan pemerintahan yang diatur di dalam perundangan, secara khusus ada juga aturan yang menegaskan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada publik, seorang pejabat negara harus siap mundur dari jabatannya apabila merasa dirinya telah melanggar kaidah dan sistem nilai, ataupun dianggap tidak mampu memenuhi amanah masyarakat, bangsa, dan negara. Itu dilakukan agar terciptanya lingkungan yang tentram, aman dan damai.

2.
Etika generasi muda disekitar lingkungan ini menurut saya belum sempurna dalam memperlihatkan etika yang baik, ini harus jadi perhatian pemerintah lebih dalam lagi, dikarenakan generasi muda adalah generasi penerus bangsa, maju mundurnya Indonesia kelak di tentukan seberapa hebat penerus bangsanya.
Masih banyak pelanggaran nilai ataupun etika dilakukan generasi muda. Dengan mudahnya akses informasi, generasi mudah cenderung selalu menerimanya, tidak tabayyun terlebih dahulu. Padahal sebagai kalangan terdidik hendaklah kita bijaksana dalam penggunaan media sosial. Generasi muda cenderung berdiam diri didalam kamar serta mengabaikan kegiatan sosialisasi. Kegiatan pembelajaran online membuat generasi muda sekarang lebih betah mengabiskan waktu dalam kamar dan asik dengan dunianya sendiri. Disini keikutsertaan peran orangtua sangat dibutuhkan untuk mengontrol kegiatan anaknya. Setelah kegiatan belajar online tersebut, generasi muda cenderung tidak berhadapan langsung dengan gurunya, maka ada sebagian rasa hormat-menghormati hilang.
Solusinya sebagai manusia yang berhati nurani dan mempunya simpati, jika kita melihat perilaku tersebut hendaklah kita bicarakan baik-baik, atau berikanlah contoh, bahwa penerapan etika dan nilai yang baik itu harusnya seperti ini.
Pemerintah haruslah cepat tanggap dan peka terhadap ini, pemerintah harus membuat program lebih untuk menggerakkan penggunaan etika dan nilai yang benar di sekolah.
Serta peran orangtua dan guru juga harus menanamkan, menegur, serta mencontohkan kepada generasi muda bagaimana etika dan nilai yang benar.