Kiriman dibuat oleh Firda Indah Cahya Aulia 2211031153

Nama: Firda Indah Cahya Aulia
Npm: 2211031153
Kelas: AKT. D

6 Agustus 1945 jatuhlah bom atom ke Hiroshima oleh Amerika dan sekutu, hampir setengah penduduk Hiroshima menjadi korban.
Bom atom kedua pada 9 Agustus 1945 dijatuhkan ke Nagasaki.
Sehingga pada 15 Agustus 1945 akhirnya Jepang menyerah pada sekutu. Saat itulah berakhir perang dunia kedua di wilayah pasifik.
Saat itulah terjadi status kekosongan kekuasaan atau status kuwo di Indonesia, maka Indonesia memanfaatkan keadaan ini. Sehingga Indonesia memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Dari saat itu tercapailah tujuan bangsa Indonesia yang lepas dari erat belenggu penjajahan.
Nama: Firda Indah Cahya Aulia
Npm: 2211031153
Kelas: AKT.D

Tindakan pengusaha pabrik sangat fatal, seorang wirausahawan seharusnya juga memikirkan bagaimana dampak lingkungan disekitarnya. Mengingat sudah 25 tahun pabrik didirikan.
Pemerintah setempat juga lambat menangani ini, dalam 25 tahun bayangkan sudah berapa banyak udara, tanah, air yang tercemar karena limbah tersebut.
Tindakan warga sudah melakukan hal yang benar.
Tindakan pemerintah sudah benar juga mengizinkan warga menutup saluran limbah, pemerintah harus memberikan solusi kepada pengusaha agar bisa mengelola limbah agar tidak terulang kejadian serupa.
Nama: Firda Indah Cahya Aulia
Npm: 2211031153
Kelas: AKT. D

1. Berita tersebut memberikan informasi bahwa siapa saja bisa terkena hoax sekalipun kalangan terpelajar, jika suka terhadap konten tersebut umumnya masyarakat akan terpengaruh. Jadi klaim terhadap masyarakat yang awam mudah terpengaruh hoax tidak relevan.
Untuk mengantisipasinya kita harus:
a. Cermat dalam melihat judul provokatif. Karena pada umumnya berita hoax menggunakan judul yang sensasional.
b. Cermati alamat situs berita
c. Periksalah fakta yang sebenarnya terjadi, dengan mencocokkan dari sumber-sumber lain
d. Cek keaslian data-data, contohnya seperti foto

2. Pengaruh pengembangan IPTEK yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila mencakup ketimpangan terhadap semua nilai sila Pancasila. Sehingga kita harus memberikan solusi bahwasanya;
Sila pertama mengajarkan kepercayaan terhadap Tuhan YME, maka setiap perkembangan IPTEK yang dari akal manusia tidak lepaslah anugerah dari Tuhan, sesama makhluk tuhan kita harus menyadari bagaimana hubungan baik dengan sesama agar tidak terpengaruh dampak negatif.
Sila kedua. Setiap manusia dengan adil mendapatkan kebenaran dan kejelasan.
Sila ketiga. Disadari perkembangan IPTEK tetap dalam nilai bhineka tunggal ika agar tidak terjadinya perpecahan SARA.
Sila keempat. Hendaklah berita yang belum benar bisa dimusyawarahkan kebenarannya.
Sila kelima. Setiap masyarakat berhak mendapatkan keadilan kebenaran terhadap berita yang ditayangkan.

3. Konsumerisme disebabkan karena keterbatasan pengelolaan sumberdaya yang dilakukan Indonesia untuk itu perlu inovasi agar terciptanya teknologi, untuk menciptakan teknologi diperlukan biaya, dari biaya tersebut pemerintah haruslah dapat membiayai kegiatan yang menyongsong pembaharuan. Dengan meningkatkan total pendapatan daripada total biaya produksi. Maka diperlukan penyesuaian anggaran agar neraca tidak mengalami kerugian terhadap pembelajaan negara.

Akuntansi B Pancasila -> Forum Diskusi

oleh Firda Indah Cahya Aulia 2211031153 -
Nama: Firda Indah Cahya Aulia
Npm: 2211031153
Kelas: AKT.D




1. PENTINGNYA IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA DALAM MENGHADAPI PERKEMBANGAN IPTEK

Memasuki zaman yang semakin modern kehidupan kini mengacu pada dunia digital, begitu pula dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut membuat perubahan yang besar bagi kehidupan setiap orang di dunia tak terkecuali rakyat Indonesia, setiap individu berupaya untuk terus menumbuhkembangkan kemampuan kemampuan literasi teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini selain dapat memberikan dampak positif dan berbagai kemudahan untuk kehidupan manusia, tak bisa kita pungkiri juga perkembangan IPTEK ini juga dapat mendatangkan berbagai hal-hal yang negatif. Oleh karena itu IPTEK perlu menyesuaikan dan mempertimbangkan nilai-nilai ideologi bangsa dalam pengembangnya baik dari aspek nilai agama maupun budaya semua haruslah relevan dan senantiasa mengacu pada nilai-nilai luhur bangsa agar tidak merugikan manusia dan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa. Pancasila yang mana merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa mengandung nilai-nilai luhur yang dipercaya sebagai perisai pelindung bangsa tentunya juga harus ikut berperan dalam menghadapi kemajuan IPTEK.
pengetahuan dan teknologi agar tetap sesuai dengan kepribadian masyarakat Indonesia yang luhur dan mulia.
Pengembangan IPTEK juga harus senantiasa berakar pada budaya bangsa, serta IPTEK harus senantiasa menghormati dan terbuka dengan segala kritik yang ada dari masyarakat yang tentunya untuk arah yang lebih baik.
Sebagai masyarakat Indonesia kita semua harus selalu mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, bijak menggunakan teknologi dan berusaha tidak terpengaruh oleh dampak negatif dari perkembangan IPTEK. Jadilah masyarakat yang cerdas yang dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal baik yang dapat berguna untuk diri sendiri, orang lain, lingkungan dan juga bangsa Indonesia.


2. TEORI KEBENARAN PANCASILA SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN ILMU
Ilmu dengan metode ilmiahnya bertujuan untuk mencapai kebenaran. Karena yang berilmu itu manusia, maka kebenaran semata-mata tidak hanya murni memenuhi kriteria koherensi dan korespondensi saja tetapi kebenaran juga harus dikembalikan pada manusianya. Pengembangan ilmu di Indonesia juga harus dikembalikan pada manusia Indonesia, jati diri bangsa Indonesia. Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik.
Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya. Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya.
Metode dalam penelitian ini dengan metode deskripsi yaitu pembahasan yang bersifat literer, khususnya literatur yang membahas masalah ilmu, teori kebenaran dalam ilmu, masalah Pancasila baik sebagai secara ilmiah maupun secara filsafati. Didalam metode ini dilakukan klasifikasi, pengolahan data dan penyimpulan. Data yang dikumpulkan adalah data kualitatif kemudian diolah dengan metode analisa dan reflektif, dilengkapi dengan metode ‘verstehen’.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Teori kebenaran Pancasila menghendaki, bahwa kebenaran ilmiah itu sekaligus memenuhi kebenaran koherensi, korespondensi, dan pragmatik. Ketiga hal tersebut secara simultan saling melengkapi dalam kerja ilmiah. Artinya tidak menonjolkan atau mementingkan salah satunya.
2. Pemahaman filosofis tentang kebenaran dalam konteks Pancasila dapat digeneralisasikan bahwa dalam konteks Pancasila, kebenaran adalah
1) tiadanya pertentangan dengan Tuhan,
2) aktualisasi atau perwujudan dan terpenuhinya hakekat manusia,
3) suatu hal yang satu, tidak dapat dibagi-bagi,
4) kemanfaatan pada semua pihak, dan
5) terpenuhinya hakekat keadilan (adil). Untuk pengembangan ilmu di Indonesia nilai kebenaran Pancasila harus dijadikan dasarnya
3. Dengan berorientasi Pancasila secara ilmiah dalam upaya mencari kebenaran dan konsep bahwa Pancasila sebagai dasar pengembangan ilmu di Indonesia serta visi ilmu di Indonesia tersebut maka ilmu yang dikembangkan di Indonesia tidak akan ada alienasi terhadap bangsa Indonesia, tetapi sepenuhnya cocok dan sejalan dengan budaya dan jati diri bangsa Indonesia.
Nama: Firda Indah Cahya Aulia
Npm: 2211031153
Kelas: AKT.D



Pancasila sebagai dasar pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat ditelurusi, dalam hal-hal sebagai berikut:
Pertama, prulalisme nilai yang
berkembang pada masyarakat Indonesia pada saat ini seiring dengan kemajuan iptek menimbulkan perubahan dan cara pandang manusia tentang kehidupan. Hal ini akan menimbulkan renungan supaya bangsa Indonesia tidak terjerumus dalam keputusan nilai yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.
Kedua, kemajuan iptek pada tataran sekarang telah menimbulkan dampak yang neatif dan ada pada titik yang membahayakan terhadap eksistensi manusia dimasa yang akan datang.
Ketiga, perkembangan iptek yang didominasi oleh negara-negara barat akan mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Oleh karena perlu penyaringan dan penangkalan yang jelas tentang pengaruh dunia secara global yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia. Sehingga urgensi Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Setiap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)
yang dikembangkan di Indoenesia haruslah berdasar dan tidak
bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
2. Setiap iptek yang dikembangkan di Indonesia harus menyertakan nilai-nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek
3. Pancasila dijadikan sebagai rambu-rambu normatif dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia agar nantinya mampu mengendalikan diri serta tidak keluar dari cara berpikir bangsa Indonesia. Pentingnya Pancasila sebagai dasar
nilai pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi khususnya bagi kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara diharapkan dapat menjadi dasar dan akar pada pengembangan keilmuan yang disesuaikan dengan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga pengembangan iptek tadi tidak keluar dari nilai-nilai yang telah dimilliki bangsa Indonesia.