Kiriman dibuat oleh 2218011175 2218011175

Daffa Anendra Putra
2218011175

IPTEK berarti hasil karya manusia yang dipergunakan untuk membantu memenuhi keperluan manusia di kehidupannya. Sedangkan Pancasila berarti suatu rumusan yang dijadikan sebagai pedoman berkehidupan dan bernegara bagi bangsa dan masyarakat Indonesia. IPTEK dan Pancasila memiliki keterkaitan dalam peranan ilmu teknologi di masa kini dan masa depan. Contohnya sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, nilai IPTEK akan dikomplementasikan dengan ilmu pengetahuan penciptaan sehingga tidak hanya sekadar membuktikan teorinya saja, tetapi juga mempertimbangkan maksud dan tujuan dari penciptaan itu sendiri.
Daffa Anendra Putra
2218011175

A. Bagaimana sistem etika perilaku politik saat ini?
Secara subjektif, kita dapat mengetahui seberapa efektifnya etika perilaku politik dengan mengevaluasi secara pribadi apa saja hal-hal yang menjadi kekurangan diri baik dalam bersikap maupun dalam perbuatan berdasarkan nilai-nilai Pancasila yang ada. Contohnya, apakah dalam pengimplementasian nilai sila ke-1, sudahkah kita jalankan dengan baik? Seperti melaksanakan sholat pada waktunya dan lebih menghargai adanya perbedaan agama di sekitar kita. Lalu, pada sila ke-2, sudahkah kita mampu menjadi teman yang baik dan supportif bagi sekeliling kita? Tentu semua pertanyaan yang saya lontarkan ini hanya dapat dijawab berdasarkan pengalaman yang telah kita kerjakan selama kita hidup di sini dan masih berlanjut pada nilai sila-sila yang berikutnya, Oleh karena itu, marilah tingkatkan perilaku Pancasila agar sistem etika perilaku politik di Indonesia dapat meningkat keefektifannya dan menjadi lebih baik daripada sebelumnya.
B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Pada lingkungan tempat tinggal dan kampus, tetangga dan teman saya sudah memiliki etika yang baik seperti membantu saat ada yang kesusahan, saling tegur sapa, dan masih banyak lainnya. Walaupun itu hanya contoh kecil yang biasa dilakukan itu dapat membuktikan bahwa tidak semua generasi muda memiliki etika yang buruk. Tapi ada juga perilaku yang tidak sesuai dengan etika seperti melanggar peraturan. Kita bisa mencegah hal tersebut dengan membiasakan diri untuk berusaha mematuhi aturan yang ad
Daffa Anendra Putra
2218011175

Media massa merupakan sarana masyarakat memperoleh informasi, media massa memiliki fungsi atau peranan yang besar dalam membagikan informasi kepada audiensnya, yaitu sebuah sebutan untuk konsumen media. Media massa sendiri kajian ilmunya berasal dari ilmu komunikasi, dimana ilmu komunikasi menjelaskan, sebuah informasi berasal dari komunikator yang memberikan informasi tersebut kepada komunikan. Komunikasi sebagai sebuah sistem bisa juga digunakan masyarakat dalam menyampaikan warisan sosial berupa nilai atau gagasan dari individu ke individu lainnya, bahkan kepada generasi lainnya. Media massa mempunyai peran yang strategis dalam kontrol sosial. Melalui pemberitaan, media massa dapat melakukan kontrol atau pengawasan terhadap hukum.
Salah satu bentuk lain untuk memperkuat posisi media massa dalam kontrol sosial adalah dengan merekonstruksi kembali sebuah pelanggaran hukum dan para penegak hukumnya, rekonstruksi harus memperhatikan kepentingan korban, pelaku, keluarga korban, penegak hukum dan masyarakat. Pancasila dalam pengertian sebagai pandangan hidup asal-usulnya dari falsafah hidup.
Pancasila dalam pengertian ini, isinya berupa nilai-nilai. Nilai (value) merupakan pengertian filsafat, artinya tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu :
1. nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia,
2. nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas,
3. nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Disayangkan ketika keterikatan tersebut sampai dengan sekarang sekedar merupakan rumusan belaka, tidak nampak adanya unsur baik dari pihak ekseklitif maupun legislatif untuk merealisasikannya secara nyata alasan masyarakat sebagai pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara. Jauh sebelumnya. Notonegoro pernah mengemukakan, bahwa apabila pelanggaran moral Pancasila itu terus menerus dilakukan banyak orang akan merusakkan derajat hidup seluruhnya, tidak hanya moral tetapi juga kultural, religius, sosial ekonomi, dan akan membawa keburukan bagi bangsa, rakyat dan negara
A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Dalam menghadapi pandemic covid 19, dunia Pendidikan juga harus beradaptasi untuk tetap dapat terlaksana. Akan tetapi, adaptasi Pendidikan yang dilakukan menurut saya masih kurang baik sehingga peserta didik tidak dapat belajar dengan baik

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
jawab: mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila dapat dilakukan dengan menunjukkan nilai-nilai terbaik dari ideologi kebangsaan untuk dapat mengatasi tantangan pandemi COVID-19.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
1. Disiplin dalam pengerjaan serta pengumpulan tugas
2. Saling membantu antar satu sama lain dalam hal kebaikan
3. Meminimalisir tindakan yang berdampak buruk untuk menjaga lingkungan agar tetap damai
Pendapat saya mengenai hal hal di atas adalah hal hal di atas merupakan hal baikk

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat?
Maksud Hakikat Pancasila merupakan Benteng Milenial Bangsa Pancasila sebagai sistem filsafat adalah satu kesatuan yang bulat dan utuh antara sila yang satu dengan sila lainnya agar mencapai suatu tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Sila-Sila Pancasila sila menunjukkan suatu rangkaian bertingkat yang tersusun secara sistematis
Jurnal “Filsafat Pancasila dalam Pendidikan Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter” ditulis oleh Yoga Putra Semadi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, menjelaskan tentang Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau philei yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006).
Pancasila merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, maupun aksiologis. Diktat “Filsafat Pancasila” (Danumihardja, 2011) menyebutkan secara ontologis berdasarkan pada pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia.