གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Khafnia El Haqi

Nama : Khafnia El Haqi
NPM : 2218011129

TUGAS ANALISIS JURNAL PART 12

Judul : Penamaan Nilai-nilai Pancasila Melalui Konrtol Sosial Oleh Media Masaa Untuk Menekan Kesehatan Di Indonesia
Penulis : Ariesta Wibisono Anditya Fakultas Ekonomi dan Sosial, Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta.
E-mail : ariesta@unjaya.ac.id Nurani Hukum, Vol. 3 No. 1 Juni 2020. ISSN. 2655-7169
Pendahuluan :
Masyarakat selalu mengalami perkembangan, karenanya juga mengalami perubahan-perubahan, termasuk tata nilai yang ada. Akibat perkembangan teknologi yang sedemikian, segala bentuk telekomunikasi dapat terjadi tanpa mengenal waktu, sehingga aliran dalam filsafat, ideologi, dan kebudayaan pada umumnya mudah dikenal oleh berbagai jenis kelompok masyarakat dan mempengaruhi tata nilai yang mereka miliki. Hukum sudah cukup tua menjadi bagian kehidupan manusia dari masa ke masa dan terus berubah seiring perubahan sosial, ilmu pengetahuan, dan teknologi.
Dalam buku Barda Nawawi Arief bahwa, media massa dapat mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap hukum. Pengaruh media massa dalam kehidupan sehari-hari kini, misalnya, iklan di perempatan, layar informasi di lampu lalu lintas, surat kabar, majalah, komik, dan sebagainya.
Metode Penelitian :
Penelitian ini dilakukan secara normatif yakni penelitian yang mendasarkan pada kajian norma yang ada pada sistem hukum
Isi :
Media massa berdasarkan tinjauan pustaka oleh penulis, hanya memberikan pemuas informasi kepada masyarakat, artinya, masyarakat hanya terpuaskan keingintahuannya saja mengenai berita hukum melalui sajian gambar maupun suara tanpa terdorong pembentukan kepribadiannya. Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.
Nama : Khafnia El Haqi
NPM : 2218011129

ANALISIS JURNAL PERTEMUAN KE-10

Jurnal dengan judul FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA MENUJU BANGSA BERKARAKTER yang di tulis oleh Yoga Putra Semadi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia menjelaskan tentang Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Filsafat adalah berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau philei yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006).
Pancasila merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, maupun aksiologis. Diktat “Filsafat Pancasila” (Danumihardja, 2011) menyebutkan secara ontologis berdasarkan pada pemikiran tentang negara, bangsa, masyarakat, dan manusia.
Secara epistemologis berdasarkan sebagai suatu pengetahuan intern struktur logis dan konsisten implementasinya. Secara aksiologis bedasarkan pada yang terkandung di dalamnya, hierarki dan struktur nilai, di dalamnya konsep etika yang terkandung. Dasar ontologis Pancasila sebagai sistem filsafat bisa diinterpretasikan bahwa adanya negara perlu dukungan warga negara.
Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan dicerminkan dari identitas Pancasila. Lalu, Pancasila juga falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia.

Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita harus mempelajari Filsafat Pancasila karena Pendidikan Pancasila mempunyai ciri integral, etis dan reigius.
Nama : Khafnia El Haqi
NPM : 2218011129

ANALISIS SOAL PERTEMUAN KE-10

1. Bagaimana menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, jelaskan!!
Jawab :
Menurut saya proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 ini bisa dikatakan sedikit sulit untuk dilakukan karena pasalnya melibatkan tenaga pendidik, orang tua, anak itu sendiri serta alat yang digunakan untuk proses belajar itu sendiri.
Terkadang ada beberapa tenaga pendidik yang kurang bisa dalam teknologi sehingga membuat sulit untuk melakukan proses pembelajaran.
Selain itu mungkin akan terjadi kesenjangan antara anak yang latar belakang ekonomi orang tua yang mampu dengan anak yang latar belakang ekonomi orang tua yang kurang mampu, hal ini berkaitan dengan fasilitas yang diberikan orang tua kepada anaknya dalam melakukan pembelajaran seperti anak dengan latar belakang kurang mampu terkadang sangat minim fasilitas dalam pembelajaran seperti tidak mempunyai leptop ataupun gadget untuk melakukan proses pembelajaran, selain itu banyak orang tua mengeluh karena boros untuk membeli kuota atau pulsa di tengah krisis ekonomi, bahkan sampai terkadang anak terpaksa harus putus sekolah. Sedangkan anak dengan latar belakang orang tua yang mampu dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Masalah lainnya yaitu terkadang orang tua kurang bisa dalam mendampingi anak dalam belajar.

2. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkolerasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Jawab :
Cara untuk mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkolerasi dengan implementasi nilai Pancasila yaitu dengan mendorong semua siswa untuk aktif dalam berdiskusi terkait materi apa yang dipelajari melalui media zoom, atau siswa di ajak untuk berinovasi dengan pembelajaran yang mana menurut mereka itu efektif untuk penyampaian materi kedepannya hal ini berkorelasi dengan nilai Pancasila sila ke-4 yang mengimplementasikan musyawarah. Selain itu, orang tua juga ikut berperan dalam pengefektifan dan memaksimalkan pendidikan yaitu dengan mengingatkan anaknya untuk belajar, disiplin, menaati perarutan selama belajar.

3. Berilah contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasila, seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai, di lingkungan Anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Jawab :
Banyak sekali contoh terkait dengan pengembangan karakter Pancasila seperti tidak mencontek saat diberikan tugas oleh guru, mengikuti zoom tepat waktu, mengumpulkan tugas tepat waktu, menjawab salam dan membuka fitur oncam pada zoom untuk menunjukkan rasa hormat dan sopan kita kepada guru.


4. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat?
Jawab :

Maksud Hakikat Pancasila merupakan Benteng Milenial Bangsa Pancasila sebagai sistem filsafat adalah satu kesatuan yang bulat dan utuh antara sila yang satu dengan sila lainnya agar mencapai suatu tujuan tertentu yang bermanfaat bagi kehidupan masyarakat. Sila-Sila Pancasila sila menunjukkan suatu rangkaian bertingkat yang tersusun secara sistematis