Kiriman dibuat oleh Ginting, Arron Nathaniel

Ginting, Arron Nathaniel
2218011131

Analisis soal 2

A.    Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
-Menurut saya etika perilaku politik saat ini korup tetapi ada segelintir orang yang beretika baik, yang masih berpedoman pada pancasila dan UUD'45. Para politisi saat ini cenderung beretika sesuai kepentingan pribadinya, bukan kepentingan umum, itulah yang berbahaya karena tidak mencerminkan nilai pancasila sila ke-5. Korupsi juga terjadi di kalangan politisi Indonesia dan sudah jelas jelas melanggar sila ke-1. Itulah etika politisi yang tidak sesuai dengan pancasila


B.     Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
- Etika anak muda zaman sekarang berubah jika dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Di zaman sekarang remaja cenderung hilang etikanya misal dalam menyapa orang yang lebih tua, berterima kasih dll. Solusi dari dekadensi moral tersebut adalah pentingnya pendidikan karakter di setiap jenjang pendidikan agar remaja sekarang menjadi remaja yang beretika.
Ginting, Arron Nathaniel
2218011131

Analisis Jurnal
“PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA”

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang bersifat tetap yang berfungsi untuk menimbang benar salah baik buruk, oleh karena itu Pancasila Harus diterapkan menjadi tolok ukur bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Notonegoro menjelaskan nilai Pancasila menjadi 3 kategori, yaitu :
1. nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia,
2. nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas,
3. nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia

Media massa merupakan sarana perolehan informasi bagi masyarakat umum maupun anonim yang memiliki fungsi dan peranan yang besar. Media massa memiliki keterkaitan yang erat dengan masyarakat. Bahkan dalam sistem sosial, media massa menjadi salah satu institusi sosial yang memiliki potensi dan efek yang sangat besar dalam kehidupan masyarakat, sebagai sumber kekuatan perubahan yang dapat memengaruhi kehidupan sosial politik.

Secara umum, media massa mempunyai fungsi sebagai
1.bmedia informasi
2. pendidikan
3. hiburan
4. kontrol sosial (kontrol sosial sangat penting pula untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan kekuasaan baik korupsi, kolusi, nepotisme, maupun akan penyelewengan dan penyimpangan lainnya).

Peranan Pers Nasional adalah sebagai berikut:
1.Untuk memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui
2.Menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong mewujudkan supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan
3.Mengembangkan pendapat umum yang berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar
4.Melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan juga saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum
5.Memperjuangkan keadilan dan kebenaran.
Ginting, Arron Nathaniel
2218011131

Pancasila ialah dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya
memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila adalah dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila, meliputi:
1.Kausa Materialis (berhubungan dengan materi)
2. Kausa Formalis = berhubungan dengan bentuk
3. Kausa Efisiensi (berhubungan dengan kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan dasar negara)
Pancasila. Dan menjadik
4. Kausa Finalis (kefinalan sebagai dasar negara)

Filsafat Pendidikan di Indonesia berasal dari nilai-nilai dalam Pancasila. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang plural.


Dalam sejarah pendidikan, dapat dijumpai berbagai pandangan atau teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan, yaitu sebagai berikut.
a. Empirisme
b. Nativisme
c. Naturalisme
d. Konvergens.
Ginting, Arron Nathaniel
2218011131

Studium Generale "Penguatan Karakter Religius dan Kebangsaan"

Acara disambut dengan Tari Muli Siger dan dibuka oleh Wakil Rektor 2 Universitas Lampung hingga akhirnya ditutup dengan Peresmian MoU Laboratorium Karakter Mahasiswa Unila Masjid Al-Wasii. Lalu dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Narasumber:

Spirit Moderasi beragama
Oleh Dr. M. Bahrudin

-Konferensi WCRP Kyoto 1970
Tidak ada kedamaian antarnegara tanpa kedamaian antaragama.
-Pluralitas merupakan sunatullah Allah SWT telah menciptkan semuanya selain Allah adalah majemuk dan tidak ada satupun dari kita yang dapat mengingkari hal tersebut.
-Moderasi beragama merupakan roh spirit dalam bernegara.
-Moderasi beragama = perilaku seimbang dan adil dalam hubungan antaragama
-3 pilar moderasi: pemikiran, pergerakan, perbuatan
- moderat dalam berkeyakinan, terbukanya pintu rukhsah (keringanan), Rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit, Moderat dalam perilaku, moderat dalam membelanjakan harta.
-Eksklusivisme : Blind obedience, intolerance, racism.
-Acknowledge, celebrate, value, learn, respect.

Penguatan Karakter melalui Pendidikan Spiritual
Prof.H.Ainul Gani, M.Ag, S.H

Manusia terdiri 4 dari unsur 1. jasad (vitaminnya shalat yang bagus dll),
2. hati (harus diberi cahaya yaitu jangan lupa mengirimkan asma asma Allah),
3. napsu (sunatullah tetapi harus dikendalikan dengan tasawuf, makan jangan terlalj banyak,jangan terlalu banyak bicara, jangan terlalu banyak tidur) , dan
4.ruh (Harus memiliki karakter cinta terhadap ilmu)

kesemuanya itu memiliki "vitamin" Yang dibutuhkan untuk perkembangan keempat unsur tersebut.

Mereka yang sukses adalah mereka yang mampu memanage waktu.
1. Waktu tidak bisa diulang
2. Waktu adalah pedang
3. Waktu adalah peluang.

Membangun Karakter Kebangsaan
Dr. Sairul Basri, M.Pd.

Amcaman Negara
1. Ekonomi
2.Teknologi
3. Ancaman nonmiliter
4. Politik
5. Bencana Alam
6. Legislasi
7. Radikalisme dan Terorisme
8. Pornografi
9. Narkoba

Mengapa perlu sikap kebangsaan?
karena negara seperti mahluk hidup juga dan perlu dilindungi. Dan perlu dilindungi dari HTAG.

Doktrin nilai nasionalisme yang berpancasila
1. Mencintai tanah air
2. Rela berkorban demi kepentingan bangsa
3. Yakin pancasila sebagai ideologi negara
4. Sadar berbangsa dan bernegara

Jadilah insan yang mau mati bersama bangsa, jangan jadi pengkhianat bangsa. Berkacalah pada sejarah bayangkan betapa sakit dan pedihnya nenek moyang kita yang telah menabur sulit demi sulit sehingga kita bisa hidup nyaman saat ini. Jangan lupakan perjuangan sejarah nenek moyang kita, marilah kita berkorban demi negara.

Ideologi Pancasila dan Al-Quran bagaikan 2 sisi koin yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya membangun negara menjadi suatu negara yang harmonis.