Posts made by Rijal Rahman Hakim

Rijal Rahman Hakim
2218011191
Analisis Jurnal

Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter
Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Hakikat manusia itu adalah semua kompleksitas makhluk hidup, baik sebagai makhluk individu maupun sebagai makhluk sosial. Menurut Titus (dalam Kaelan, 2007) terdapat tiga persoalan mendasar dalam epistemology, yaitu:
(1) tentang sumber pengetahuan manusia;
(2) tentang teori kebenaran pengetahuan manusia; dan
(3) tentang watak pengetahuan manusia.
sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar aksiologinya, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan.
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut: Kausa Materialis, Kausa Formalis, Kausa Efisiensi, dan Kausa Finalis.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
1. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
2. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
3. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
4. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong;
5. Keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.
Nilai-nilai Pancasila yang bersumber dari hakikat Tuhan, manusia, satu rakyat dan adil dijabarkan menjadi konsep Etika Pancasila, bahwa hakikat manusia Indonesia adalah untuk memiliki sifat dan keadaan yang berperiKetuhanan Yang Maha Esa, berperi-Kemanusiaan, berperi-Kebangsaan, berperi-Kerakyatan, dan berperi-Keadilan Sosial.
Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia : Filsafat Pendidikan di Indonesia berakar pada nilai-ilai yang terdapat dalam Pancasila. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai:
a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistic
Nama: Rijal Rahman Hakim
NPM: 2218011191

Mata Kuliah Umum
Universitas Lampung

1. Pemateri ; Dr. Mohammad Bahruddin.
FKUB : Forum Komunitas Umat Beragama.
Konferensi WC RP, Kyoto, 1970 :
Materi : Moderasi Beragama
- No peace among thr nations without peace among the relogions.
- No peace among the religions without dialogue among the religions
- No dialogue among the religions without a consensus on shared etical values, a global etic.
- No new World order without a global etic

Karakter manusia yang memiliki moderasi/cara pandang/semangat mental merupakan spirit/modal untuk hidup rukun.
Kerukunan umat beragama merupakan pilar kerukunan nasional
Moderasi ada 3 pilar :
1. Moderasi Pemikiran
2. Moderasi gerakan
3. Moderasi perbuatan

Moderasi beragama :
1. Moderasi dalam berkeyakinan
2. Terbukanya pintu Rukhsah (Keringanan)
3. Rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit
4. Moderat dalam perilaku
5. Moderat dalam membelanjakan harta

Hambatan & solusi pada global ethic
1. Bind obedience
2. Intolerance
3. Racism
Indikatot moderat : acknowlage, celebrate, value, learn, respect.

2. Pemateri:Prof. Dr. Ainul Gani,S.Ag., S.H, M.Ag.
Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Spiritual

Generasi muda merupakan penduduk Indonesia yang cukup signifikan, Data Pusat Pengendalian Sosial, data siswa yang terlibat tauran 1.318 siswa, Data dari KPAI terdapat 17 kasus kekerasan yang melibatkan peserta didik dan guru. Di samping tawuran terdapat juga perilaku seksual di kalangan remaja yang cenderung meningkat, yaitu hamil di luar nikah sebanyak 20,9% remaja mengalami kehamilan dan kelahiran sebelum menikah dan 38,7 % remaja mengalami kehamilan di luar nikah dan kelahiran setelah menikah.
Generasi muda adalah harapan dan penerus bangsa. jika generasi mudanya tidak memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi penerus negara, lantas apa yang akan terjadi pada negara kita di masa mendatang.
Solusi mengatasi masalah-masalah di atas adalah melalui pendidikan spiritual, Pendidikan spiritual merupakan vitamin dalam diri manusia, ada 4 unsur dalam diri manusia, yaitu jasad, nafsu, hati, ruh.
Pengamatan menunjukkan orang yang sukses adalah orang yang bisa memanage waktu, hidup harus seimbang antara kehidupan di dunia dan di akhirat. Kesimpulannya, 4 perkara yang akan di tanyakan di hari akhir, yaitu umur, ilmu, hari, tubuh.

3. Pemateri : Dr. Sairul Bakrie
Materi : Membangun Karakter Kebangsaan
Negarawan : ahli yang menjalankan pemerintahan untuk kemajuan bangsa.


Diperlukan karakter kebangsaan karena negara itu layaknya makhluk hidup, yang perlu dilindungi.

Bela negara / Doktrin Nilai Nasionalisme yang berPancasila:
-Cinta tanah air.
- Sadar berbangsa dan bernegara
- Rela berkorban untuk kepentingan bangsa
- Yakin dengan ideologi Pancasila

Alat pemersatu bangsa : Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika -> NKRI