Posts made by Rijal Rahman Hakim

Nama : Rijal Rahman Hakim
NPM : 2218011191

Urgensi Penegasan Pancasila Sebagai Dasar Nilai Pengembangan IPTEK

Adanya kemajuan dari ilmu pengetahuan serta teknologi bagi manusia memiliki peran dalam memberikan kemudahan-kemudahan bagi manusia serta dengan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dapat digunakan untuk memecahkan berbagai persoalan hidup dan kehidupan yang dihadapi manusia nilai nilai Pancasila ini dapat menjadi benteng bagi kehidupan manusia. Peran-peran dari Pancasila ini dalam pengembangan iptek yakni pertama dalam pluralisme nilai pada manusia. Dimana pada saat zaman sekarang, banyak sekali perkembangan serta perubahan cara pandang manusia tentang kehidupan. Dengan pengamalan nilai Pancasila maka masyarakat yang mengamalkannya akan tidak terjerumus pada nilai yang tidak sesuai dengan nilai kepribadian bangsa.
Kedua yakni, pada perkembangan IPTEK ini bisa menjadikan seseorang pada titik yang membahayakan seperti pada ketidakpastian eksistensi manusia di masa depan. Dengan memegang nilai Pancasila maka seseorang tersebut akan keluar dari titik yang membahayakan tersebut. Ketiga, perkembngan iptek yang didominasi oleh negara-negara barat akan mengancam nilai-nilai khas yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Dengan memegang nilai Pancasila tersebut maka seseorang dapat membedakan sesuatu yang buruk atau baik. Dengan penerapan nilai Pancasila ini, maka seseorang akan selalu melakukan tindakan penyaringan dan penangkalan yang jelas tentang pengaruh dunia secara global yang tidak sesui dengan nilai-nilai kepribadian bangsa Indonesia.
Urgensi Pancasila dalam pengembangan IPTEK ini dapat dilihat yakni diantaranya dalam pengembangan IPTEK didasarkan pada nilai –nilai Pancasila, menyatakan nilai Pancasila sebagai faktor internal pengembangan iptek, serta menjadikan Pancasila sebagai rambu-rambu normative dalam pengembangan IPTEK yang nantinya Pancasila ini berperan dalam mengendalikan seseorang agar tidak keluar cara berpikirnya dari kepribadian bangsa.
Nama : Rijal Rahman Hakim
NPM : 2218011191

Analisis Video " Pancasila Sebagai Dasar Pengembangan IPTEK"
Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi harus senantiasa berorientasi pada nilai-nilai Pancasila. IPTEK dapat diartikan sebagai hasil karya manusia. Karya tersebut pada dasarnya dipergunakan untuk membantu keperluan manusia dalam menghadapi kehidupannya. IPTEK tersebut ada saja yang memanfaatkannya untuk kepentingan tertentu baik yang dampak positif maupun negatif. Pada dasarnya Pancasila merupakan rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam mempertimbangkan sebuah strategi secara imperatif kita meletakkan Pancasila sebagai dasar nilai pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila merupakan hal penting dalam perkembangan ilmu dan teknologi. Perkembangan IPTEK saat ini dan di masa yang akan datang itu sangat cepat. Oleh karenanya, Pancasila dituntut terbuka dari kritik, bahkan ia merupakan kesatuan dari perkembangan ilmu yang menjadi tuntutan peradaban manusia.

Sila-sila Pancasila yang menjadi sistem etika dalam pengembangan IPTEK
1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa : Ilmu pengetahuan mencipta, keseimbangan antara rasional dan irasional, antara akal dan kehendak. Berdasarkan sila ini IPTEK tidak hanya diciptakan tetapi juga dipertimbangkan maksud dan akibatnya. Sila ini menempatkan manusia dalam alam sebagai bagiannya dan bukan pusatnya.
2. Sila kemanusiaan yang adil dan beradab : Memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan IPTEK harus bersikap beradab. Nilai kemanusiaan sebagai dasar pengembangan ilmu memberikan arah dalam mengendalikan ilmu pengetahuan. Ilmu dikembalikan pada fungsinya semula, yaitu untuk kemanusiaan, tidak hanya untuk kelompok, lapisan tertentu.
3. Sila persatuan Indonesia : Pengembangan IPTEK hendaknya dapat mengembangkan rasa nasionalisme, kebesaran bangsa serta keluhuran bangsa sebagai bagian umat manusia di dunia.
4. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan : Mendasari pengembangan IPTEK secara demokratis, artinya setiap ilmuwan harus memiliki kebebasan untuk mengembangkan IPTEK juga harus menghormati dan menghargai kebebasan orang lain dan juga memiliki sikap yang terbuka untuk dikritik dikaji ulang maupun dibandingkan dengan penemuan lainnya. Nilai Kerakyatan sebagai dasar pengembangan ilmu mengimbangi penerapan dan penyebaran ilmu pengetahuan yang lebih demokratis.
5. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia : Pengembangkan IPTEK harus menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan yaitu keseimbangan keadilan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri maupun dengan tuhannya, manusia dengan manusia, manusia dengan masyarakat bangsa dan negara, serta manusia dengan alam lingkungannya. Guna menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat, karena kepentingan individu tidak boleh terinjak oleh kepentingan semu.
Nama: Rijal Rahman Hakim
NPM: 2218011191

Analisis Soal

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Kehidupan politik rakyat Indonesia selalu didasari oleh nilai-nilai pancasila. Pancasila merupakan landasan dan tujuan kehidupan politik bangsa kita. Berkaitan dengan hal tersebut, proses pembangunan politik yang sedang berlangsung di negara kita sekarang ini harus diarahkan pada proses reaktualisasi sistem politik demokrasi pancasila yang handal, yaitu sistem politik yang tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki kualitas kemandirian tinggi yang memungkinkannya untuk membangun atau mengembangkan dirinya secara terus-menerus sesuai dengan tuntutan aspirasi masyarakatnya dan perubahan zaman.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !

Menurut saya generasi muda sudah banyak yang etika dan moralnya mengalami penurunan. Sebagai buktinya, lihatlah di sekeliling kita, bahwa kasus-kasus kejahatan semakin hari semakin meningkat. Mulai dari pencurian, penjarahan, perampokan, perzinahan, penipuan, pemerkosaan, pelecehan seksual, perjudian, dan masih banyak lagi, termasuk pembunuhan. Yang jelas fakta membuktikan bahwa semakin hari, akibat menurunnya kualitas moral masyarakat ini semakin banyak saja yang menjadi korbannya.
Untuk solusi dekadensi moral kita harus menyesuaikan dengan target yang ingin didakwahi, misal target kita adalah anak-anak, remaja dan orang tua, baik laki-laki mau pun perempuan. Dalam artian, bahwa dakwah kita adalah dakwah bagi semua kalangan tanpa terkecuali. Untuk itu, kita harus mengetahui apa yang anak-anak sukai, apa yang remaja sukai, dan apa yang orang tua sukai.
Misalnya anak-anak suka dengan film kartun, maka kita bisa memanfaatkan peluang ini untuk membuat kartun yang menyelipkan dakwah di dalam cerita kartun tersebut. Anak-anak suka dongeng, kita bisa membuat dongeng fiksi atau non fiksi, yang menceritakan tentang keutamaan-keutamaan beribadah dll.Remaja suka sinetron, kita bisa membuat sinetron yang bernafaskan religi. Remaja suka membaca novel, kita bisa membuat novel-novel religi yang mendidik. Remaja suka musik, kita bisa memanfaatkan ini, dengan membuat musik-musik religi yang disesuaikan dengan aliran musik yang disukai remaja.
Orang tua suka humor, kita bisa mengakali dakwah kita dengan menyelipkan sedikit humor, agar dakwah kita tidak kaku, dan tentunya disukai banyak kalangan. Tentunya dengan humor yang porsinya pas, tidak terlalu berlebihan.
Nama : Rijal Rahman Hakim
NPM : 2218011191

ANALISIS JURNAL

Dasar dari negara Indonesia adalah Pancasila. Dengan hal itu, Indonesia memiliki tujuan untuk menjadikan masyarakat nya menganut nilai-nilai Pancasila. Untuk mewujudkan mimpi tersebut dapat dibantu dengan kehadiran media massa baik berupa media cetak ataupun elektronik. Media massa dapat dijadikan sebagai alat kontrol sosial bagi masyarakat mulai dari gagasan, pandangan, dan bentuk suara dan gambaran secara umum. Pengaruhnya pun juga dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari dengan adanya kehadiran iklan, artikel, dan berita yang sudah dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pancasila sebagai pandangan hidup memiliki nilai-nilai untuk dijadikan tolak ukur baik buruknya suatu keputusan. Pertama, Nilai materiil merupakan suatu hal yang berguna bagi manusia. Kedua, nilai vital yang berguna untuk menjalankan kegiatan ataupun aktivitas. Terakhir, nilai kerohanian yang berhubungan langsung dengan agama dan kepercayaan manusia.

Kerjasama media massa dengan lembaga penegak hukum masih sebatas antara media pencari berita dengan narasumbernya saja, memang wajar mengingat kerjasama yang lebih jauh dapat memungkinkan. adanya intervensi dari kedua belah pihak yang sama-sama menganggu. Namun hal ini di satu sisi menjadi masalah karena dalam konteks kontrol sosial tidak ada integrasi antara pemerintah dan masyarakat. Kerjasama media massa dengan penegak hukum dapat membantu juga timbulnya Kerjasama antara lembaga penegak hukum, dimana masih ditemui persaingan antara lembaga penegak hukum dalam upaya kontrol sosial, maka peran media massa di sini adalah dalam rangka mengembalikan citra dan kepercayaan masyarakat yang sama di antara semua lembaga penegak hukum. Sisi sebaliknya, media massa yang melakukan jurnalisme yang tidak beretika lambat laun akan kehilangan audiensnya sendiri, mengingat seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya informasi yang mengedukasi. Konstruksi media massa akan berita hukum tetap dapat memiliki nilai jual kepada audiens sekaligus beretika, asalkan media massa punya sumber daya yang memahami bagaimana jurnalisme hukum dan etika pemberitaan.
Rijal Rahman Hakim
2218011191
Analisis Soal

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
jawab: menurut pendapata saya mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 ada hal positif dan hal negatif.
sisi positif: komunikasi orang tua dan anak akan lebih terjalin. Orang tua akan lebih memahami kondisi anak-anak selama 24 jam dan dapat mengetahui secara langsung kepribadian anak-anaknya seperti apa, sehingga kedekatan dapat lebih intens. Selain itu daring dapat membuat kita lebih disiplin mengatur waktu di rumah/melakukan pekerjaan rumah dengan belajar.
sisi negatif: selama belajar di rumah, hal ini turut berpengaruh terhadap situasi emosional anak khususnya untuk anak-anak yang masih menuju proses kematangan. Jika di sekolah mereka bisa membentuk kepribadian dan bereksperesi, tapi sejak dirumah mereka merasa terkekang dan sulit untuk berekspresi. Sehingga hal ini turut berpengaruh terhadap emosional anak saat proses menuju kematangannya. ada pula anak yang putus sekolah karena dirasa pandemi covid-19 membuat mereka menjadi beban orang tua akibat dari banyak orang tua yang kehilangan pekerjaannya.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Pastinya, peran orangtua dirumah adalah yang paling berpengaruh karena selama pandemi, para murid belajar melalui sistem daring di rumah. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi guru-guru mengajarkan dan memaksimalkan implementasi nilai Pancasila saat pandemi. Para orangtua dapat mencontohkan perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila, seperti dengan menaati dan disiplin dalam menjalankan kebijakan yang berlaku saat pandemi demi meminimalisir penularan, membantu sesama masyarakat yang mengalami keterpurukan ekonomi, dan berserah diri kepada tuhan untuk keselamatan diri dan berakhirnya masa pandemi. Guru-guru di sekolah juga tetap dapat mengajarkan murid untuk berperilaku disiplin dalam kelas daring dan jujur dalam mengerjakan tugas maupun ujian.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Jawaban:Contoh kasus terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan universitas antara lain adalah:
karna pembelajaran dilakukan jarak jauh maka akan banyak dampak yang terjadi dampak salah satunya dampak negatif Dimana siswa menjadi kurang termotivasi dan merasa tidak adanya kewajiban untuk memberikan yang terbaik dalam setiap pembelajaran. Mereka menjadi tidak peduli dengan tugas, mereka mengerjakan tugas hanya karena itu wajib, sehingga mereka akan memilih untuk mencontek temannya.Hal ini merupakan Tindakan yang sangat tidak mencerminkan karakter yang baik dan tidak sesuai dengan landasan hidup kita, yakni Pancasila. karena sebagai siswa yang berkarakter kita tidak akan melalukan perbuatan yang tidak sesuai dengan landasan kehidupan kita. salah satu karakter yang berlandasan dan sesuai pancasila adalah jujur.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Jawaban:Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional memiliki arti bahwa segala aspek pembangunan nasional harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Oleh sebab itu pembangunan nasional ditujukan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek rohani, jasmani, aspek individu, sosial, dan ketuhanan dalam berprilaku dimasyarakat.