Posts made by Rifat Makarim

NAMA : Rifat Makarim
NPM : 2218011163

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
Jawab :
Etika politik Pancasila adalah perbuatan atau perilaku politik yang selaras dengan Kemanusiaan yang adil dan beradab, yang bersila ketiga, bersila keempat, bersila kelima, dan bersila kesatu.
Sistem etika perilaku politik Indonesia saat ini
Indonesia sebenarnya memiliki nilai-nilai tradisional yang juga ditanamkan sejak dahulu, seperti: nilai-nilai budaya, agama, dan adat istiadat yang bermacam-macam bentuknya dari Sabang hingga Merauke. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya antara lain seperti: kejujuran, keteladanan, sportifitas, toleransi, tanggung jawab, reputasi, disiplin, etos kerja, gotong royong, dan lain-lain. Nilai-nilai tersebut sangat dan masyarakat dipatuhi oleh elemen hingga saat ini dan juga diimplementasikan di pemerintahan. Etika mengenai politik dan pemerintahan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, ada juga aturan yang menegaskan bahwa dalam memberikan pelayanan kepada publik, pejabat negara harus bersiap dari pelaksanaannya jika merasa dirinya telah menguasai dan menerapkan sistem nilai,

Apa yang terjadi di Indonesia saat ini masih ada yang belum sesuai dengan Pancasila m, namun jika dilihat secara khusus etika dan pemerintahan di kalangan elit dan pejabat negara di Indonesia, nilai-nilai tradisional Indonesia yang tertanam yang telah disebutkan tadi tidak terlihat terlihat pada diri mereka seperti apa yang terlihat di media sosial

Seorang pejabat maupun pejabat negara yang terlibat dalam kasus hukum, menghadapi berjiwa ksatria dapat menghadapinya sesuai dengan nilai-nilai etika dan budaya yang tertanam di bangsa ini. Apalagi cita-cita bangsa Indonesia adalah menuju kepada hukum negara ( rechtsstaat) dimana dalam proses penegakan hukum harus dilaksanakan secara tegas dan tidak tebang pilih demi kepastian hukum. Setiap orang pada dasarnya memiliki hak yang sama di hadapan hukum (equality before the law) untuk mendapatkan proses peradilan yang jujur ​​dan terbuka ( fair trial) serta imparsial, sehingga pada akhirnya tidak dapat melakukan tindakan menahan proses hukum ( obstruction of justice).

Jika kita melihat televisi, ada sebuah kasus hukum yang terjadi akhir-akhir ini yang menjerat seorang pejabat negara. Yang bersangkutan seharusnya mengikuti proses hukum yang berlaku, namun pada faktanya dirinya tidak menunjukan sikap terhadap tindakan tersebut. Bahkan atas kasus hukum yang menimpa dirinya, banyak kejadian-kejadian unik yang akhirnya menggagalkan proses hukum yang seharusnya bisa dilaksanakan lebih cepat. kabar kabar di media massa bahwa kasus tersebut akan ditangani hukumnya kepada Pengadilan HAM Internasional. Pernyataan tersebut membuat para ahli hukum bertanya-tanya, apalagi melihat bahwa kasus hukum yang menimpa pejabat negara tersebut bukan merupakan kasus pelanggaran HAM (seperti kejahatan atas kemanusiaan, genosida, kejahatan perang, dan merupakan pelanggaran menurut Statuta Roma) tuduhan atas tindak pidana korupsi, tetapi sedang oleh KPK. Tidak ada pengabaian atasproses hukum antara lain: yang bersangkutan dibela oleh hukum hukum, diberi kesempatan mengajukan praperadilan, mengajukan fakta dan ahli dan hak untuk membela diri. Jika yang dipersoalkan adalah hak asasi manusia, proses praperadilan pada dasarnya dilaksanakan dengan ruh atas hak asasi manusia terhadap tersangka, dengan lebih mempersoalkan proses penangkapan, penyidikan, dan penyelidikan dan bukan bukti-bukti materi perkara. Secara umum tuduhan atas kasus hukum ini tidak berdampak signifikan secara internasional melainkan merupakan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang dapat diselesaikan melalui pengadilan tipikor di dalam negeri.

Masyarakat Indonesia tentunya dapat menilai melalui apa yang terpapar di media massa, apakah hukum berjalan dengan sepatutnya ataukah masih berada di titik nadirnya. Hingga kini belum terdengar berita apakah pejabat yang terlibat dalam kasus hukum tersebut akan bertindak sesuai dengan etika dan pemerintahan sesuai negara. Melalui tayangan yang menampilkan tingkah laku akrobatik kalangan elit dan pejabat negara Indonesia, masyarakat Indonesia dapat menyimpulkan bahwa meskipun nilai-nilai etika Pancasila Indonesia telah tertanam sebelumnya namun budaya menurut serta jiwa sportifitas tampaknya belum mendarah daging dalam berbangsa dan bernegara.

Namun selalu ada kesempatan bagi siapapun yang memiliki keinginan untuk maju demi kepentingan bangsa dan negara. Di atas ketertinggalan dengan bangsa lain, Indonesia harus mengejar untuk menjadi negara modern yang dapat berpolitik dengan nilai-nilai tradisional yang dibanggakan. Pasti, semua berawal dari niat yang mulia dari para politisi pejabat dan negara Indonesia.
Pemimpin yang memiliki karakter, tanggung jawab, integritas dan bersih adalah pemimpin yang diharapkan dan diinginkan seluruh rakyat Indonesia.Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang sungguh-sungguh memperjuangkan aspirasi rakyat kecil. Mampu menjawab dan mengatasi segala persoalan bangsa. Mulai dari hukum, sosial, ekonomi, sampai kepada merancang bangun sebuah tatanan moral para elit politik yang ada.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
Jawab :
Etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal saya masih ada beberapa yang tidak mencerminkan etika dan nilai Pancasila.Contohnya ketika melewati orang tua, tidak membungkuk dan mengucap “permisi”. Malah bersikap acuh saja langsung nyelonong didepannya. Hal tersebut terkesan sangat sepele tapi sebenarnya itu lah yang membentuk etika di kehidupan
Jika dilihat-lihat banyak generasi milenial sekarang khususnya kaum muda yang minim etikanya, kebanyakan dari mereka terlalu mengedepankan ego dan gengsi yang membuat prilaku etikanya menjadi tidak baik. Etika itu identik dengan adabnya seseorang, banyak orang yang mengedepankan ilmu tapi etika dan adabnya kurang diperhatikan. Sebagian kaum muda menganggap sepele bahkan cenderung tidak memperdulikan baik dan buruknya etika mereka. Pergaulan bebas di kalangan generasi muda merupakan faktor hilangnya nilai-nilai etika dalam bermasyarakat serta minimnya kepedulian sosok orang tua dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai beretika yang baik terhadap anaknya. Hal tersebut yang membuat sebagian para pemuda di zaman sekarang tidak memiliki jiwa kepedulian terhadap etika sosial dan keagamaan.
Generasi muda yang baik itu tidak hanya memiliki wawasan tinggi, melainkan juga memiliki etika dan moral yang baik. Jika setiap pemuda menanamkan arti sebuah pentingnya etika dalam diri mereka, maka kehidupan dan masa depan akan tertata dengan baik. Intelektualitas generasi bangsa ini dapat dilihat dari etika dan moralnya. Nilai moral sangat penting bagi kelangsungan pertumbuhan intelektualitas generasi muda bangsa Indonesia. Nilai-nilai moral tersebut tertuang dalam perilaku kehidupan bermasyarakat, seperti nilai kejujuran, nilai tanggung jawab, nilai disiplin, nilai keadilan dan nilai kooperatif. Semua aspek nilai tersebut sangat penting tertanam dalam diri setiap generasi muda bangsa.
Pada era globalisasi saat ini, semua informasi dapat diakses oleh semua kalangan, dari anak kecil, remaja, dewasa, bahkan orang tua. Dalam menyikapi hal tersebut moral sangat berperan penting dalam hal membatasi pengaruh negatif budaya luar, yang mana itu akan merusak karakter, moral, dan pola pikir generasi muda bangsa saat ini. Di saat genereasi muda tidak memiliki filterisasi pada diri mereka dalam menanggapi perkembangan zaman di era globalisai saat ini, hal itu akan berdampak kepada penyimpangan-penyimpangan sosial, contonya tawuran antar pelajar, seks bebas, narkoba dan pelecehan seksual.
Solusi mengenai adanya dekadensi moral ,adanya kesadaran pada diri sendiri yang dapat ditumbuhkan dengan menyadarkan akan peran dan tanggung jawab generasi muda sebagai pengerak dalam perkembangan dan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara di masa yang akan datang.
Untuk mewujudkan perubahan yang lebih baik di masa yang akan datang, perlu adanya penanaman dan pembinaan karakter sejak dini pada diri para pemuda zaman sekarang. Hal itu dimulai dari peran orang tua dalam mengajarkan nilai-nilai agama dan sosial terhadap anaknya sehingga itu akan berujung menjadi kebiasaan. Yang mana dari kebiasaan tersebut secara langsung akan diaplikasikan oleh seorang anak ke dalam lingkungan bermasyarakat. Selanjutnya guru berperan penting dalam ruang lingkup pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai moral dan pembentukan karakter pada muridnya.
Selain itu, generasi muda harus membekali diri dengan pendidikan yang berlandaskan nilai pancasila agar generasi muda akan dapat memperkuat jati diri bangsa Indonesia. Dengan menanamkan nilai-nilai agama, sosial, dan memberikan contoh yang baik kepada generasi muda merupakan cara menjaga aset penting bangsa untuk menciptakan perubahan peradaban bangsa Indonesia di masa yang akan datang
Rifat Makarim
2218011163
Analisis Soal

A.   Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19!
Proses aktivitas pendidikan pada masa pandemi covid-19 dilakukan secara daring. Dengan pembelajaran daring siswa dapat belajar kapanpun dan dimanapun. Siswa dapat berinteraksi dengan guru menggunakan aplikasi aplikasi seperti zoom, google classroom, google meet, telepon maupun whatsapp group. Namun pembelajaran daring ini sedikit kurang efektif karena tidak berhadapan langsung dengan pengajar dan juga dapat terkendali jaringan internet.

B.   Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila dapat dilakukan dengan mengatur waktu dan mempunyai list target atau jadwal agar kita dapat mengatur target yang ingin kita capai.

C.   Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Pada saat pembelajaran daring ini banyak siswa yanh mengerjakan tugas ataupun ujian tidak jujur dengan mencontek. Hal ini merupakan tindakan yang bertolak belakang dengan norma norma Pancasila, karena sebagai siswa yang berkarakter kita tidak akan melalukan perbuatan yang tidak sesuai dengan landasan hidup kita.

C. Hakikat nilai-nilai sila pancasila sebagai sistem filsafat adalah sebagai berikut:
Sila pertama: Mempercayai adanya Tuhan sebagai prisip utama yang menjadi tanggung jawab dalam bidang agama.
Sila kedua: Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia tidak dapat hidup secara individu. Menjunjung tinggi asas kemanusiaan dan tata krama sesuai kepribadian bangsa Indonesia.
Sila ketiga: Rasa semangat kebangsaan yaitu rasa cinta tanah air yang tertanam di hati masyarakat Indonesia demi menjaga persatuan bangsa Indonesia.
Sila keempat: Keputusan yang diambil ketika menemui suatu permasalahan harus melalui musyawarah mufakat yang disepakati semua anggota permusyawarahan dan tidak mengambil pendapat mayoritas atau mengesampingkan pendapat minoritas. Menghargai semua pendapat atau usulan dan mengambil keputusan sebagai jalan terbaik atas permasalahan yang terjadi.
Sila kelima: Menjunjung tinggi keadilan dalam semua aspek yang ada demi menegakkan hukum.
Rifat Makarim
2218011163
Analisis jurnal

Filsafat Pancasila Dalam Pendidikan Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter

Pancasila ialah dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia. Contohnya dalam bidang Pendidikan. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia dan memiliki fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Pendidikan sebagai suatu lembaga yang berfungsi menanamkan dan mewariskan norma tingkah laku perbuatan berdasarkan kepada dasar-dasar filsafat oleh lembaga pendidikan. Untuk menjamin supaya pendidikannya maka dibutuhkan landasan landasan, yaitu landasan filosofis dan landasan ilmiah sebagai asas normatif. Pendidikan karakter memiliki tujuan, salah satunya adalah membentuk pribadi warga negara yang baik. Pancasila sebagai sistem filsafat dapat kita lihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, dan juga aksiologis. Agar dapat tercipta manusia yang cerdas, berperilaku baik, memenuhi hak dan kewajiban kita harus mananamkan dasar filsafat Pancasila dalam aspek pendidikan
NAMA : Rifat Makarim
NPM : 2218011163

Pemateri 1
Dr Mohammad Bahrudin, M.A Ketua PKUB Lampung (spirit moderasi beragama)
konferensi WCRP Kyoto 1970
Genesis and contents of the gobal ethic project
- “No peace among of the nations wnthout peace among-the religions."
- “No peace among the relipons without dialaque among the retyions.”
- “No dialogue among the religjious withoul a consensus on shared ethical uaboes, a global ethic."
- “No new world erder without a global ethic.”
Moderasi beragama adalah ruh kerukunan umat beragama dan kerukunan umat beragama merupakan pilar kerukunan nasional.

Pemateri 2 adalah Prof. Dr. H Ainul Gani, S.Ag., S.H., M.Ag dengan materi Penguatan Karakter Religius

Pelaksanaan tugas kepala badan kependudukan dan keluarga berencana nasional di Jakarta menjelaskan selain narkoba dan HIV/AIDS seks bebas ini menjadi salah utama remaja di Indonesia. Ini merupakan masalah serius karena jumlah remaja tergolong besar 26,7% dari total penduduk.

Pemateri 3 adalah Dr. Sairul Basri S.Ag., S.H., M.Pd dengan materi Membangun Karakter Kebangsaan

Negarawan adalah seorang ahli yang menjalankan pemerintahan atau negara yang mampu membuat negara yang berwibawa yang taat menyusun arah negara ke depan untuk mengajar bangsa tujuannya adalah agar dapat mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan negara.