Kiriman dibuat oleh Fatihah Nur Alifa 2258011019

Analisis Soal
Fatihah Nur Alifa
2258011019
PSPD 2022

A. Menurut saya, sistem politik Indonesia saat ini masih minim etika. Terbukti dengan masih banyak ditemukannya penyalahgunaan jabatan seperti korupsi dan nepotisme. Kehidupan di zaman sekarang cenderung berpihak kepada orang yang memiliki kuasa. Hal itu menyebabkan kepercayaan rakyat kepada pemerintah menjadi hilang. Wakil rakyat tidak lagi memiliki transparansi dalam menjalankan pemerintahan yang berdampak pada menurunnya kredibilitas politisi Indonesia. Tata cara pemerintahan sepatutnya dikembalikan lagi ke dalam nilai-nilai pancasila.

B. Dekadensi moral pada generasi muda memang terlihat jelas, baik secara langsung maupun lewat sosial media. Di zaman sekarang, banyak anak yang terlalu cepat dewasa dibandingkan umurnya. Anak-anak sekolah dasar sudah berbicara kata kasar dan tidak pantas, siswa sudah hamil dan menikah muda sehingga harus menghentikan pendidikannya, tawuran antar pelajar yang memakan korban jiwa, dan hal yang menyimpang lainnya. Generasi muda tidak lagi menggunakan sosial media dengan bijak. Bukannya digunakan sebagai wadah komunikasi dan sumber informasi positif, sosial media sekarang tampak seperti medan perang di mana orang berlomba-lomba memamerkan kehidupannya. Ujaran kebencian juga tak henti-henti terlontar setiap harinya. Bersamaan dengan itu, berita-berita burung dan informasi pribadi yang seharusnya tidak disebarkan di ranah publik juga ikut meramaikan. Untungnya di sekitar saya, masih ada pemuda-pemuda yang menggalakkan budaya Pancasila seperti gotong royong tolong menolong, dan hormat menghormati. Moral generasi muda secepatnya harus dibenahi dengan pemaparan dan penanaman nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidupnya.
Fatihah Nur Alifa
2258011019
PSPD 2022

Analisis Jurnal

Jurnal yang saya analisis memiliki judul "FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA
MENUJU BANGSA BERKARAKTER". Sebelum masuk ke topik utama, penulis mengulas terlebih dahulu mengenai hakikat filsafat pancasila. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis
dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Hakikat dasar ontologis Pancasila adalah manusia yang merupakan subjek hukum
pokok dari Pancasila.
Kajian epistemologis filsafat Pancasila, dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari
hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Selanjutnya, sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem
filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar aksiologinya, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan.

Selanjutnya, penulis menyebutkan prinsip-prinsip pancasila yang sebenernya memiliki esensi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan.

Nilai Pancasila sepatutnya ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Pendidikan merupakan usaha sadar yang sengaja dan terencana untuk membantu
perkembangan potensi dan kemampuan anak agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya
sebagai individu dan sebagai warga masyarakat. Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila
pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Cita dan karsa bangsa Indonesia diusahakan secara melembaga dalam sistem
pendidikan nasional yang bertumpu dan dijiwai oleh suatu keyakinan, pandangan hidup dan
folosofi tertentu. Inilah dasar pikiran mengapa filsafat pendidikan Pancasila digadang-gadang sebagai tuntutan
nasional. Kualitas negara sangat bergantung pada kualitas warga negara. Kualitas warga negara sangat
erat berkaitan dengan pendidikan. Hubungan ini juga menjadi timbal-balik karena landasan
pendidikan haruslah mengacu pada landasan negara. Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat dimaknai bahwa pendidkan karakter di
Indonesia merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pendidikan karakter
memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta
manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial,
memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pelaksanaannya, kita harus memahami terlebih dahulu nilai yang terkandung dalam Pancasila, menjadikan Pancasila sebagai aturan, dan memberi contoh perlakuan kepada orang lain.
Analisis Soal
Fatihah Nur Alifa
2258011019
PSPD 2022

1. Pandemi covid-19 dimulai ketika saya berada di kelas 10 semester 2. Perubahan drastis terkait pelaksanaan pembelajaran cukup menyulitkan saya. Proses belajar yang tadinya dilaksanakan di kelas, tiba-tiba harus terhenti dan dilaksanakan dari rumah masing-masing. Saya ingat betapa sulitnya mengerti materi yang disampaikan oleh guru karena beberapa kendala. Terkadang ketika sedang zoom, jaringan internet menghalangi kelancaran prosesnya. Omongan guru terputus-putus, gambar presentasi tidak muncul, bahkan kadang masuk zoom pun tidak bisa. Ada pula guru yang tidak sempat melakukan zoom sehingga hanya memberikan file materi yang kurang bisa saya pahami tanpa dijelaskan secara verbal. Menurut saya, proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 yang sudah saya lewati tidak efektif dibandingkan proses KBM biasa.

2. Memurut saya, guru dan siswa harus sama-sama berkomitmen dalam melangsungkan proses belajar mengajar yang optimal dan efektif. Siswa harus bisa mempersiapkan diri, sekaligus pirantinya sedemikian rupa sehingga proses belajar tidak terganggu. Guru juga harus menaati jadwal pembelajarannya yang sudah diatur sehingga tidak ada waktu dan usaha siswa yang terbuang. Pemerintah juga mungkin bisa membuat kebijakan bantuan untuk siswa-siswa yang mengalami kesulitan dalam pemenuhan fasilitas belajar daring.

3. Kemarin saya mengikuti kuliah umum tentang pengembangan karakter Pancasila. Di situ, saya mendapatkan wawasan baru tentang bagaimana hidup dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila, seperti menghargai perbedaan agama, penguatan karakter melalui pendidikan spiritual, dan bagaimana cara penguatan karakter generasi bangsa. Menurut saya, saya sangat beruntung mendapatkan kesempatan menghadiri acara tersebut karena materi-materi yang disampaikan sangat relevan terhadap kebutuhan saya. Saya merasa di zaman sekarang ini, karakter Pancasila dalam jiwa anak muda sudah mulai pudar. Hal itu bisa terjadi karena pertukaran informasi yang sudah semakin luas dan tidak terbatas jarak dan waktu. Para pemateri pada acara itu mengingatkan saya tentang pentingnya membangun lagi karakter tersebut. Karakter Pancasila seperti bertakwa kepada Tuhan, menjaga kerukunan bangsa, tidak membeda-bedakan suku, ras, agama, tetap melestarikan gotong royong dan bersifat adil.

4. Maksud dari Pancasila sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku adalah kita harus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai acuan dari aktivitas sehari-hari. Pancasila sebagai dasar kehidupan bernegara harus kita lestarikan dengan memahami nilai-nilainya, bersikap sesuai hukum, dan berperilaku serta memperlakukan orang lain sebagaimana hak dan kewajiban yang sudah diatur dalam undang-undang. Semua hukum yang berlaku di negara kita akan berkiblat ke satu dasar ideologi yang sama yaitu Pancasila.