Posts made by Heriqza Arza

Heriqza Arza Dinnur Maulana
2218011189
Analisis Jurnal

Filsafat Pancasila dalam Pendidikan di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter

Filsafat berasal dari kata Philosophy yang secara epistimologis berasal dari philos atau philei yang artinya cinta dan shopia yang berarti hikmat atau kebijaksanaan. Secara epistimologis bermakna cinta kepada hikmat atau kebijaksanaan (wisdom) (Sutrisno, 2006).

Pancasila adalah dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan. Pendidikan sebagai suatu lembaga yang berfungsi menanamkan dan mewariskan sistem norma tingkah laku perbuatan yang didasarkan kepada dasar-dasar filsafat yang dijunjung oleh lembaga pendidikan dan pendidik dalam suatu masyarakat.

Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, maupun aksiologis. Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila.

Ciri-ciri kemanusiaan yang kelihatan dari Pancasila ialah integral, etis, dan religius (Poeposwardoyo, 1989). Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut, yaitu sebagai berikut.
a. Integral Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila adalah kemanusiaan yang integral, yakni mengakui manusia seutuhnya.
b. Etis Pancasila merupakan kualifikasi etis. Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia, ini berarti menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab.
c. Religius Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia, maka pandangan kemanusiaan Pancasila adalah paham kemanusiaan religius.
Heriqza Arza Dinnur Maulana
2210011047
Stadium Generale
Tema : Penguatan Karakter Religius dan Kebangsaan

Materi 1 : Spirit Moderasi Beragama (oleh Dr. Mohammad Bahrudin, M. A)
Konferensi WRCP, Kyoto,1970: No peace among the nations without peace among the regions.
Yang harus rukun adalah orang-orang nya bukan Ajarannya, kita tidak boleh mencampuradukkan ajaran agama, arti rukun dalam beragama adalah saling menghargai dan menghormati antar agama.
Moderasi beragama merupakan soul/ruh kerukunan umat beragama & kerukunan umat bergama merupakan pilar kerukunan nasional. Tiga pilar moderasi: pemikiran, gerakan, dan perbuatan.

Materi 2 : Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Religius (oleh Prof. Dr. Ainul Gani, M. Ag)
Esensi dari pendidikan spritual ini adalah penanaman pada dalam diri, mereka yang sukses adalah mereka yang dapat me-manage waktu, karna waktu adalah peluang, hidup harus seimbang antara dunia dan akhirat.
Remaja harus punya motivasi untuk tumbuh sabagai harapan den penerus bangsa, salah satu solusinya adalah perlu diterapkannya Pendidikan Spiritual

Materi 3 : Membangun Karakter Kebangsaan (oleh Dr. Sairul Basri, M.Pd)
Saat ini ancaman yang terbesar adalah berasal dari negara kita sendiri, bahasa Indonesia disegani karena nasionalisme, sejarah, dan ideologinya.
Ideologi yang tidak diganti merupakan satu faktor bangsa kita utuh sampai saat ini.
Diperlukannya sikap kebangsaan adalah karena negara layaknya makhluk hidup, yaitu sistem nya akan bisa berubah, maka dari itu perlu dilindungi dari hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan dan akan membuat sistem menjadi kuat