Kiriman dibuat oleh Siti Naya Avivah

Siti Naya Avivah

2258011007

Analisis Jurnal

Pancasila sebagai pandangan hidup memiliki arti sebagai suatu landasan yang mengandung nilai-nilai sebagai tolak ukur untuk penimbangan dan pemutusan benar atau salah, baik atau buruknya sesuatu. Maka dari itu, nilai-nilai Pancasila tersebut merupakan norma dan pedoman yang senantiasa diterapkan. Norma Pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi yang terdiri dari hakekat Tuhan, hakekat manusia, hakekat satu, hakekat rakyat, dan hakekat adil. Hakikat Tuhan dipahami melalui sifat-sifat Tuhan seperti Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, dan lainnya.

Hakikat manusia menurut Notonegoro dibagi menjadi dua, yaitu teori monodualisme yang mengajarkan bahwa manusia terdiri atas dua asas yang merupakan kesatuan dan monopluralisme yang mengajarkan bahwa manusia terdiri atas banyak asas yang merupakan kesatuan. Hakekat satu menunjukkan sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi. Hakekat rakyat yang menunjukkan segenap penduduk suatu negara, anak buah, orang kebanyakan, atau orang biasa. Hakikat Adil memiliki arti tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang, dan seimbang.

Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pemanfaatan media massa artinya penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik untuk tujuan tertentu. Media massa mempunyai peran yang strategis dalam kontrol sosial. Melalui pemberitaan, media massa dapat melakukan kontrol atau pengawasan terhadap hukum. Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan.
Siti Naya Avivah
2258011007
Tugas Analisis Jurnal

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang memuat lima dasar berisi jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia seluruhnya dan seutuhnya.

Hubungan antara filsafat dan pancasila ialah pandangan hidup yang ditinjau dari filsafat pendidikan. Pancasila sebagai falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa
Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai yang terkandung pada Pancasila.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila adalah Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan. Lalu, Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya. Kemudian ada Kausa Efisiensi, kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan Pancasila, menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, lalu Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka.

Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima, kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial, kesatuan, yaitu kesatuan yang berarti memiliki kepribadian sendiri, kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong, dan keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya. Teori mengenai perkembangan manusia dan hasil pendidikan adalah Empirisme, bahwa hasil pendidikan dan perkembangan itu bergantung pada pengalaman yang diperoleh anak didik selama hidupnya. Nativisme, teori yang dianut oleh Schopenhauer yang berpendapat bahwa bayi lahir dengan pembawan baik dan pembawan yang buruk. Teori Naturalisme, dipelopori oleh J.J Rousseau, ia berpendapat bahwa semua anak yang baru lahir mempunyai pembawaan yang baik, tidak seorang anak pun lahir dengan pembawaan buruk, Teori Konvergensi, dipelopori oleh William Stern, yang berpendapat bahwa anak dilahirkan dengan pembawaan baik dan buruk.

Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut, yaitu Integral Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila adalah kemanusiaan yang integral, yakni mengakui manusia seutuhnya, Etis Pancasila merupakan kualifikasi etis, dan Religius Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia, maka pandangan kemanusiaan Pancasila adalah paham kemanusiaan religius.

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat
lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pendidikan suatu bangsa akan secara otomatis mengikuti ideologi suatu bangsa yang dianutnya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang mempunyai fungsi dalam hidup dan kehidupan bangsa dan negara Indonesia.
Siti Naya Avivah
2258011007

Tugas Analisis Soal

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!

Menurut saya, kondisi pendidikan negara saat ini di tengah pandemi COVID-19 sangat merata dan menurun kualitasnya, tidak semua pelajar memiliki teknologi yang dibutuhkan, karena untuk bisa menjangkau ilmu, pelajar perlu menjangkau internet. Tidak semua daerah telah merata pembangunan fasilitas internetnya. Tanpa pengawasan khusus secara langsung dari guru juga membuat pembelajaran terkadang kurang efektif dan tidak dapat diterima pelajar secara baik. Menurut saya juga, pendidikan di masa pandemi ini dapat menimbulkan kesenjangan sosial dimana rakyat yang kurang mampu dan hidup di daerah terpencil dapat menurun bahkan memudar tingkat kebaikan pendidikannya. Di tengah pandemi, banyak sekali orang yang bekerja kehilangan pekerjaan dan mengalami keterpurukan ekonomi. Begitu juga dengan orang tua para pelajar tersebut, kesulitan biaya pun dapat menjadi penghalang untuk para pelajar dapat mencari ilmu. Jadi, menurut saya pendidikan di era pandemi bagi pelajar di kalangan atas dan menengah memang telah terlaksanakan dengan baik karena terpenuhinya fasilitas terbaik untuk para pelajar tersebut melakukan kelas online dan sekolah yang menjalani tugasnya dalam mengajar secara daring dengan baik. Namun, bagi orang-orang yang mengalami keterpurukan ekonomi, pendidikan di tengah pandemi adalah hal yang sulit untuk dilakukan.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?

Peranan orang tua di lingkungan keluarga adalah yang paling berpengaruh karena selama pandemi, karena para pelajar akan belajar melalui sistem daring di rumah. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi guru-guru mengajarkan dan memaksimalkan implementasi nilai Pancasila saat pandemi. Para orangtua dapat mencontohkan perilaku yang mencerminkan nilai Pancasila, seperti dengan menaati dan disiplin dalam menjalankan kebijakan yang berlaku saat pandemi demi meminimalisir penularan, membantu sesama masyarakat yang mengalami keterpurukan ekonomi, dan berserah diri kepada tuhan untuk keselamatan diri dan berakhirnya masa pandemi. Guru-guru disekolah juga tetap dapat mengajarkan murid untuk berperilaku disiplin dalam kelas daring dan jujur dalam mengerjakan tugas atau ujian.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!

Beberapa kasus terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan universitas antara lain adalah dengan Bersikap sopan dan santun dengan tenaga pengajar, seluruh civitas akademik, teman sebaya, dan seluruh masyarakat lingkungan terkait, Berperilaku disiplin, hadir setiap kelas secara tepat waktu dan mengumpulkan tugas sesuai tidak tenggat waktu, Tidak melakukan tindak kecurangan maupun plagiat dalam mengerjakan tugas maupun ujian, Bertanggung jawab atas hal yang telah diperbuat di lingkungan kampus, Menjaga perilaku dan keramah-tamahan, serta Tidak membuat keributan di lingkungan terkait.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?

Hakikat pancasila adalah hal-hal yang terkandung dalam setiap nilai yang ada pada Pancasila dan merupakan acuan bagi masyarakat Indonesia dalam berperilaku, acuan paradigma berpikir, dan bersikap. Maksud dari paradigma berpikir adalah Pancasila dijadikan sebagai kerangka acuan dalam berpikir dan sebagai landasan bagi masyarakat Indonesia dalam berpikir. Pancasila harus dijadikan acuan dalam bersikap dan perperilaku bagi Warga Negara Indonesia. Ketika warga telah mengimplementasikan Pancasila sebagai dasar atas perilaku dalam kehidupan bernegara, akan terciptanya kerukunan dalam lingkup masyarakat karena semua berperilaku dengan acuan berpikir yang sama dalam melakukan tindak perilaku tersebut.
Siti Naya Avivah
2258011007
Pendidikan Pancasila Ganjil

KEGIATAN LP3M/P-MKU STADIUM GENERAL SABTU 22 OKTOBER 2022

Penguatan Karakter Religius dan Kebangsaan

Ada 18 pendidikan nilai karakter, yang sesuai dengan norma atau nilai-nilai yang berlaku. Selanjutnya ada nilai karakter religus yang dapat diimplementasikan dalam kehidupan. Sebagai mahasiswa yang menjadi barisan terdepan dunia pendidikan, harus mengenali nilai-nilai yang penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

1. Spirit Moderasi Beragama oleh Dr. Moh. Bahrudin
Ketika perang salib terjadi antara umat islam dan kristiani, cukup memporak-porandakan kedamaian yang ada. Pluralitas atau keberagaman merupakan hukum alam dalam bahasa umum. Selain Tuhan, semua adalah majemuk. Pada Surat Al-Ikhlas tertera bahwa semua makhluk selain Allah adalah berbilang atau banyak. Semuanya berpasangan.

Moderasi beragama adalah ruh atau jiwa dari kerukunan umat beragama. Sifat moderat adalah modal dasar untuk hidup rukun beragama. Tanpa hal tersebut, maka akan terjadi perpecahan atau perceraian. Moderasi beragama dipahamai sebagai pilihan untuk memiliki cara pandang. Dijabarkan melalui 3 pilar, yakni pemikiran, moderasi gerakan, dan moderasi perbuatan. Segala sesuatu dimulai dari pemikiran, bergerak menjadi gerakan dan diwujudkan dalam perbuatan.

Pada berbagai bidang terbagi menjadi moderasi dalam berkeyakinan, terbukanya pintu rukhsah atau keringanan, rutin menjalankan ajaran agama walau sedikit, moderat dalam perilaku, serta moderat dalam membelanjakan harta.

Indikator moderat berupa Acknowledge, yakni menghormati agama lain di negata kita. Celebrate, menikmati keberagaman yang dihadirkan tiap agama. Menerimanya dengan bahagia. Value, menjunjung tinggi nilai nilai luhur unibersial agama-agama yang ada. Learn, belajar dari pengalaman & sejarah masa lalu.
Respect, mengapresiasi kontribusi setiap kelompok agama.

2. Penguatan Karakter Religius oleh Prof. Dr. Ainul Gani
Salah satu bentuk penyimpangan atau melemahnya karakter religus dalam kehidupan bermasyarakat adalah tingginya angka kehamilan di luar nikah di kalangan remaja. Bentuk penyimpangan lainnya adalah tingginya angka HIV, AIDS, dan penggunaan narkoba di kalangan remaja. Padahal, sebagai penerus generasi muda, remaja seharusnya mengedepankan pendidikan spiritual dan menjaga pergaulan.

Pendidikan spiritual atau tarbiyah ruhhiyah adalah nutrisi utama yang diperlukan manusia agar tidak menjauh dari Allah SWT. Nafsu diperlukan sebagai meningkatkan kreativitas manusia, tetapi ada beberapa syarat untuk mengontrol nafsu tersebut, yang pertama adalah tidak terlalu banyak makan, tidak terlalu banyak tidur, dan tidak terlalu banyak berbicara yang tidak penting atau tidak memiliki nilai.

Nabi Muhammad SAW. memberikan pesan berdimensi pendidikan spiritual, beliau bersabda, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambungkanlah tali silaturrahim, dan biasakanlah sholat malam. 4 perkara yang akan dipertanggungjawabkan di hari akhir adalah umur, harta, ilmu, dan tubuh.

Mahasiswa sukses adalah mereka yang bisa mengelola waktu, mereka yang bisa menerima kesuksesan orang lain. Orang yang paling beruntung adalah mereka yang bisa mengamalkan amal-amal baik dan menyeimbangkan urusan dunia dan akhiratnya.

3. Penguatan Karakter Kebangsaan oleh Dr. Sairul Basri, M.Pd.
Negarawan adalah seseorang yang ahli dalam menjaga persatuan dan kesatuan atas Negara. Ancaman negara terdiri atas banyak hal, seperti Narkoba, Radikalisme dan Terorisme, Ancaman Legalislasi seperti upaya pengubahan UU atau Dasar Negara, Bencana Alam, Politik, dan Ideologi.

Mengapa diperlukan sikap kebangsaan? Agar dapat teranalisis ancaman, untuk itu perlu perlindungan HTAG oleh seluruh Warga Indonesia. Doktrin nilai nasionalisme yang berpancasila dapat dilakukan dengan dilakukannya karang taruna, sadar berbangsa dan bernegara, mencintai tanah air dengan segenap hati, serta mengedepankan kepentingan negara.

Pancasila dan dasar negara adalah satu kesatuan yang berintegrasi. Alat pemersatu bangsa adalah Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika. Semuanya berperan penting dalam perkembangan dan berjalannya NKRI. Ideologi akan terancam apabila warga Indonesia bertindak sendiri tanpa kearifan lokal, tidak menanamkan kecintaan sejak dini, dan melemahkan kebhinnekaan.

Kenakalan remaja dapat menjadi faktor utama hancurnya masa depan bangsa, seperti menjadi perokok, melakukan tawuran atau kekerasan, dan berbagai macam kenakalan remaja lainnya. Laksanakanlah sikap selalu berhati-hati, pintar memilah-milih budaya yang baru, selalu menghormati sesama manusia, tebarkanlah prestasi bukan frustasi.