Sandrina Audy Aprilia
2218011003
Pancasila adalah pedoman hidup. Pancasila dalam pengertian ini memiliki muatan berupa nilai. Nilai adalah pemahaman filosofis, kriteria untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu itu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro memaparkan nilai Pancasila dalam tiga kategori. Nilai-nilai kehidupan, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia agar dapat melakukan kegiatan dan kegiatan.
3. Nilai-nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang melayani kerohanian manusia.
Norma pancasila dapat ditemukan melalui intisari muatan pancasila. Esensi pertama adalah esensi Tuhan. Sifat kedua, sifat manusia. Esensi ketiga, esensi Yang Esa. Esensi keempat, atau orang, berarti semua penduduk negara, bawahan, orang biasa, atau orang biasa. Dan hakikat kelima adalah hakikat keadilan, tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang, tidak seimbang dan tidak seimbang. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai inti tersebut, maka segala kegiatan pemerintahan, kemasyarakatan, dan perseorangan di Indonesia dapat disebut sebagai kegiatan yang beretika Pancasila.
Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam pelaksanaan fungsi kontrol sosial belum sepenuhnya dilaksanakan, khususnya di Indonesia. Berita yang disebarluaskan kepada masyarakat umum seringkali tidak benar dan disebarluaskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Orang-orang justru mempercayainya, tanpa menelusuri berita atau sumber beritanya. Hal ini melanggar nilai-nilai Pancasila, terutama nilai-nilai material, spiritual dan vital, dan mengarah pada pelanggaran hak asasi manusia lainnya. Belum terpraktikkannya semangat Pancasila dibuktikan dengan adanya pesan-pesan yang menyesatkan. Media massa di Indonesia berada dalam kondisi mampu mengubah moral masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila yang tercermin dari kemerosotan patriotisme, berkembangnya liberal individu, dan transmisi kepentingan individu atau kolektif. belum. bangsa dan bangsa.
2218011003
Pancasila adalah pedoman hidup. Pancasila dalam pengertian ini memiliki muatan berupa nilai. Nilai adalah pemahaman filosofis, kriteria untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu itu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro memaparkan nilai Pancasila dalam tiga kategori. Nilai-nilai kehidupan, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia agar dapat melakukan kegiatan dan kegiatan.
3. Nilai-nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang melayani kerohanian manusia.
Norma pancasila dapat ditemukan melalui intisari muatan pancasila. Esensi pertama adalah esensi Tuhan. Sifat kedua, sifat manusia. Esensi ketiga, esensi Yang Esa. Esensi keempat, atau orang, berarti semua penduduk negara, bawahan, orang biasa, atau orang biasa. Dan hakikat kelima adalah hakikat keadilan, tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang, tidak seimbang dan tidak seimbang. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai inti tersebut, maka segala kegiatan pemerintahan, kemasyarakatan, dan perseorangan di Indonesia dapat disebut sebagai kegiatan yang beretika Pancasila.
Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam pelaksanaan fungsi kontrol sosial belum sepenuhnya dilaksanakan, khususnya di Indonesia. Berita yang disebarluaskan kepada masyarakat umum seringkali tidak benar dan disebarluaskan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Orang-orang justru mempercayainya, tanpa menelusuri berita atau sumber beritanya. Hal ini melanggar nilai-nilai Pancasila, terutama nilai-nilai material, spiritual dan vital, dan mengarah pada pelanggaran hak asasi manusia lainnya. Belum terpraktikkannya semangat Pancasila dibuktikan dengan adanya pesan-pesan yang menyesatkan. Media massa di Indonesia berada dalam kondisi mampu mengubah moral masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila yang tercermin dari kemerosotan patriotisme, berkembangnya liberal individu, dan transmisi kepentingan individu atau kolektif. belum. bangsa dan bangsa.