Posts made by Ruchpy Cahya Putra

Nama : Ruchpy Cahya Putra
NPM. : 2218011031

Pancasila memiliki pengertian sebagai pandangan hidup asal-usulnya dari falsafah hidup. Pancasila dalam pengertian ini, isinya berupa nilai-nilai. Nilai (value) merupakan pengertian filsafat, artinya tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu
nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia; nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas; nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Media massa memiliki keterkaitan yang erat dengan masyarakat bahkan dalam sistem social. Dalam masyarakat modern, jurnalistik telah menjadi media edukasi massa yang mengembangkan suplemen edukasi kepada pelajar dalam beragam tingkat dan masyarakat umum, baik yang berpendidikan atau tidak. Peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan hukum yang biasanya dimuat di media massa terbatas antara lain
Nama : Ruchpy Cahya Putra
NPM : 2218011031

A. Selama pandemi COVID-19, proses kegiatan pendidikan tidak dapat berlangsung di lembaga atau secara langsung, tetapi jika pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya untuk mengembangkan keterampilan/potensi individu agar keduanya dapat hidup, tujuan pendidikan tetap terpenuhi. Secara optimal baik secara pribadi maupun sebagai anggota masyarakat, ia memiliki nilai-nilai moral dan sosial sebagai pedoman hidupnya. Pendidikan merupakan aset terpenting bagi peserta didik untuk berkembang menjadi manusia yang memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pembelajaran online adalah penggunaan jaringan internet dalam proses pembelajaran. Pembelajaran online memberikan siswa fleksibilitas dalam waktu belajar mereka, memungkinkan mereka untuk belajar kapan saja, di mana saja. Siswa dapat berinteraksi dengan guru di dalam kelas, melalui konferensi video, telepon atau live chat, Zoom, atau aplikasi seperti grup WhatsApp. Namun, pembelajaran online bisa jadi kurang efektif karena pembelajarannya tidak tatap muka.

B. Efektif dan mengefektifkan proses pendidikan di tengah pandemi Covid19. Singkatnya, saya selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar saya dilindungi dari penyakit Covid-19 sehingga saya dapat melakukan kegiatan belajar saya dengan sukses. Kedua, nasionalisme Indonesia, cinta persatuan, rasa persatuan, peserta didik yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, takut, akhlak mulia, kreativitas tinggi, gotong royong, berpikir kritis dan kemandirian dalam desain pembelajaran jarak jauh harus selalu dikembangkan sebagai sebagai daring. Mahasiswa harus memiliki tingkat empati yang tinggi terhadap semua lapisan masyarakat. Melalui panduan pembelajaran jarak jauh interaktif yang dirancang oleh guru yang mengarah pada implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pembentukan karakter, orang tua dapat mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembelajaran jarak jauh anak-anaknya dengan menerapkan Pancasila. Oleh karena itu, mempengaruhi perilaku keagamaan siswa, gotong royong, integritas, kemandirian, dan rasa nasionalisme.

C. Satu-satunya efek negatif adalah siswa kurang termotivasi dan tidak merasa berkewajiban untuk memberikan yang terbaik dalam setiap pelajaran. Mereka menjadi acuh terhadap pekerjaan, melakukannya hanya karena itu adalah kewajiban, dan lebih suka meniru teman-temannya. Ini tidak mencerminkan karakter yang baik dan tidak selaras dengan Pancasila, dasar kehidupan kita. Sebagai siswa berkarakter, kami tidak melakukan hal yang tidak sesuai dengan kehidupan kami. Salah satu karakter yang berdasarkan dan sesuai dengan Pancasila adalah Kejujuran.

D. Sebagaimana diketahui, hakikat Pancasila adalah segala sesuatu yang terkandung dalam Pancasila, yang harus dijadikan pedoman hidup bermasyarakat, yaitu dasar negara. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila meliputi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan. Pembaruan nilai-nilai Pancasila dibuktikan dengan adanya standar-standar yang memuat nilai-nilai tersebut. Norma-norma tersebut secara tidak langsung sangat mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat Indonesia karena dapat dikenakan sanksi jika dilanggar.
Nama : Ruchpy Cahya Putra
NPM : 2218011031

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup bangsa Indonesia dan mengandung lima asas yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Peraturan Pancasila secara utuh dan lengkap menggambarkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bangsa Indonesia. Pancasila juga merupakan filsafat. Karena Pancasila merupakan acuan kognitif-intelektual cara berpikir nasional yang dapat dimasukkan ke dalam sistem filosofis yang kredibel dalam upaya akademik. Pembentukan suatu bangsa secara otomatis mengikuti ideologi bangsa yang dimilikinya. Pancasila adalah dasar dan ideologi bangsa Indonesia yang berfungsi dalam kehidupan dan kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia. Filsafat adalah pencarian kebenaran yang mendalam dan serius. Filsafat pendidikan adalah berpikir secara mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Jika fungsi Pancasila dikaitkan dengan sistem pendidikan dari perspektif filsafat pendidikan, maka Pancasila adalah pandangan hidup masyarakat yang merevitalisasi kehidupan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia adalah wajar jika didasarkan dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang menjadi pedoman perilaku bangsa Indonesia yang sejalan dengan budaya bangsa Indonesia. Pendidikan karakter harus diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Mewujudkan manusia Indonesia yang cerdas, berakhlak mulia, mampu hidup pribadi dan bermasyarakat, memenuhi hak dan kewajibannya sebagai warga negara yang baik, serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya mengandung falsafah pendidikan Pancasila yang bercirikan integratif, etis dan religius.
Nama : Ruchpy Cahya Putra
NPM. : 2218011031

Pemateri 1 “Moderasi Beragama” (Dr. Moh. Baharudin, M.A)
Konperensi WCRP. Kyoto 1970
Genesis and contents of the gobal ethic project
“No peace among of the nations without peace among-the religions."
“No peace among the relipons without dialogue among the religions.”
"No dialogue among the religions without a consensus on shared ethical values, a global ethic."
“No new world erder without a global ethic."

Moderasi beragama adalah ruh kerukunan umat beragama dan kerukunan umat beragama merupakan pilar kerukunan nasional. Moderasi beragama dapat dipahami sebagai pilihan untuk memiliki cara pandang sikap dan perilaku ditengah tengah adil dan seimbang antara penganut agama sendiri dan penghormatan kepada praktik beragama. Moderasi beragama dalam berbagai bidang
1. moderasi dalam berkeyakinan
2. terbukanya pintu rukhsah (keringanan)
3. rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit
4. moderasi dalam perilaku
5. moderasi dalam membelanjakan harta

Pemateri 2 “Penguatan Karakter Religius (Prof. Dr. H Ainul Gani, S.Ag., S.H., M.Ag)
Pelaksanaan tugas Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di Jakarta, menjelaskan selain narkoba dan HIV AIDS seks bebas. Ini menjadi salah utama remaja di Indonesia. Ini merupakan masalah serius karena jumlah remaja tergolong besar : 26,7% dari total penduduk

Nabi Muhammad SAW memberikan pesan “Tebarkan salam berikan salam sambungkan tali silaturahim”. Pengamatan menunjukkan bahwa mereka yang sukses adalah mereka yang dapat me-manage waktu. 4 perkara yang akan ditanyakan di akhir :
1. umur
2. ilmu
3. harta
4. tubuh

Pemateri 3 “Membangun Karakter Kebangsaan” (Dr. Sairul Basri S.Ag., S.H., M.Pd)
Negarawan merupakan seseorang yang ahli menjalankan pemerintahan atau negara yang mampu membuat negara yang berwibawa yang taat menyusun arah negara kedepan untuk kemajuan bangsa. Tujuannya adalah agar mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan negara dari berbagai ancaman negara antara lain :
1. ekonomi
2. pornografi
3. narkoba
4. radikalisme dan terorisme
5. legislasi
6. bencana alam
7. politik
8. idiologi
9. teknologi