གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ LATIFAH NURUL

NAMA : LATIFAH NURUL HIDAYAH
NPM : 2218011155
ANALISIS JURNAL PERTEMUAN 12

Nama jurnal : PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA
Nama penulis : Ariesta Wibisono Anditya
Tahun penerbit : 2020
Halaman : 16

Pasca era reformasi, muncul revolusi informasi sebagai akibat euphoria jurnalisme seiring lahirnya regulasi di bidang kebebasan pers sebagaimana adanya Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Namun di sisi lain, akibat perkembangan masyarakat dan kian pesatnya kemajuan teknologi telah menimbulkan persoalan hukum karena sebagian regulasi media belum ada pengaturannya, padahal hukum mengatur untuk menyelesaikan persoalan yang mengemuka.

Secara umum, media massa mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Namun seiring dengan perkembangan globalisasi, sangat disayangkan banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan pada pemakainan media massa. Seperti halnya penyebaran berita0berita palsu, penipuan, dan tindak kekerasan.

Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Penanaman Nilai-Nilai Pancasila Melalui Kontrol Sosial Oleh Media Massa Untuk Menekan Kejahatan Di Indonesia Seharusnya dapat terlaksana sebagai insan yang berakal, cipta, rasa, dan karsa. Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara
NAMA : LATIFAH NURUL HIDAYAH
NPM : 2218011155
Analisis Jurnal
Nama jurnal : filsafat pancasila dalam pendidikan di Indonesia menuju bangsa berkarakter
Nama penulis : Yoga Putra Semadi
Tahun penerbit : 2019
Halaman : 8

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya. Sebagai sebuah falsafah dan sebuah ideologi bagi bangsaIndonesia, Pancasila adalah dasar dari pelaksanaan segala aspek kehidupan bagi bangsa Indonesia. Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan.

Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis
dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Secara
ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui
hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini
Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang Pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. . Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan reigius.
Nama : LATIFAH NURUL HIDAYAH
NPM : 2218011155

A.Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Jawab : Proses pendidikan di tengah pandemi covid dapat dibilang sangat kacau. Pada masa pandemi seluruh siswa harus bisa beradaptasi dengan kondisi baru. Semua kegiatan terpaksa dilaksanakan secara online. Siswa dan guru harus belajar bagaimana cara melaksakan pembelajaran secara online, tentu saja masa adaptasi ini tidak bisa dilaksanakan dengan waktu yang cepat. selain itu peran orang tua dirumah semakin besar untuk bisa membantu anaknya dalam belajar online dan memfasilitasi nya. tetapi banyak dari orang tua yang kesulitan untuk memfasilitasinya karena alasan ekonomi. sebagai seorang siswa kita juga harus bisa mengontrol diri untuk bisa fokus dalam belajar dirumah.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Jawab : - Dengan cara kontrol diri yang baik daari rasa malas dan juga manajemen waktu.
- Buatlah ruang belajar yang nyaman untuk kita belajar
- Jangan menunda-nunda segala tugas yang ada
- HIndari diri dari segala gangguan seperti pekerjaan rumah
- Memotivasi diri untuk belajar
- Mengoptimalkan sarana dan prasarana yang ada. bisa belajar dari banyak sumber.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Jawab : contohnya adalah masyarakat yang masih saja membuang sampah sembarangan dan enggan untuk bergotong royong membersihkan lingkungan. Ini merupakan dua contoh yang sering saya temui di lingkungan saya. Sudah jelas dengan membuang sampah sembarangan akan mengotori lingkungan dan membuat berbagai macam penyakit sudah pasti hal ini sangat merugikan orang banyak. padahal bumi adalah tempat kita tinggal harusnya dijaga agar kita nyaman.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Jawab : Pancasila sebagai dasar negarapun harus menjadikan pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia, demi terwujudnya tatanan masyarakat yang sesuai dengan pancasila. Untuk mewujidkan hal tersebut diperlukanya penanaman nilai nilai pancasila yang kuat dalam diri setiap individu. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila diantaranya nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, dan keadilan. Jadi Setiap perilaku kita dalam berpikir, bersikap dan berperilaku dalam masyarakat itu harus selalu berdasarkan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila.