Kiriman dibuat oleh Timothy Rooney Santosa

Nama : Timothy Rooney Santosa
NPM : 2218011021

Masyarakat selalu mengalami perkembangan maka kita dapat menemukan perkembangan teknologi. Media massa dapat diartikan sebagai bentuk dari perkembangan teknologi. Dengan media massa, masyarakat akan mengetahui hukum dengan membaca maupun mendengar informasinya. Media massa mempunyai peran yang penting dalam kontrol sosial. Media massa dapat melakukan kontrol atau pengawasan terhadap hukum. Media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Namun, peran tersebut harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing manusia Indonesia.

Berbagai bentuk media massa sebagai perangkat berkomunikasi di antaranya adalah media cetak, media penyiaran, dan media elektronik. Media cetak ini meliputi koran atau surat kabar, majalah, tabloid, bulletin, buku dan sebagainya. Media penyiaran merupakan media informasi yang menggunakan gelombang frekuensi sebagai sarana penyampaian informasi. Media elektronik tidak mesti menggunakan gelombang frekuensi, misalnya film, electricboard advertising dan sebagainya.
Media massa merupakan bagian dari pers. Media massa adalah sarana dan saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas. Pers adalah penyiaran pikiran, gagasan berita dalam jalan kata tertulis. Media massa merupakan bagian dari pers yang berfungsi untuk memancarkan pikiran dan perasaan baik dengan kata-kata tertulis maupun dengan lisan, atau dalam konteks sekarang untuk menyalurkan aspirasi dan gagasan masyarakat.
Media massa sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. Fungsi kontrol sosial media massa terkait dengan penanggulangan tindak pidana korupsi disini antara lain dapat berupa pemantauan terhadap pengungkapan kasus-kasus korupsi yang ditangani oleh penegak hukum yang dimulai sejak penyidikan, penuntutan, pengadilan dan pemasyarakatan.

Peristiwa-peristiwa yang berkaitan dengan hukum yang biasanya dimuat di media massa terbatas antara lain :
• Melibatkan tokoh atau orang terkenal
• Berkaitan dengan skandal hukum
• Pertama kali terjadi
• Memiliki problem hukum
• Proses pembuatan undangundang
• Melihat penerapan undang - undang baru
• Perselisihan antara lembaga hukum
• Pemilihan petinggi hukum
• Kisah-kisah pencari keadilan
• Berkaitan dengan lembaga hukum atau aparat hukum

Namun, di samping sisi positif dari media massa ini terdapat juga sis negatifnya. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, karena mengejar tenggat waktu dan kurangnya pemahaman akan etika pemberitaan maka konstruksi berita hukum menjadi berlebihan dan tidak memberikan edukasi, dan kerjasama media massa dengan lembaga penegak hukum masih sebatas antara media pencari berita dengan narasumbernya saja. Hal demikian telah melanggar nilai-nilai Pancasila, pengamalan jiwa Pancasila yang masih kurang ditunjukkan dengan adanya berita-berita yang menyesatkan. Masyarakat dapat saja mempercayai hal tersebut jika tidak menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut. Oleh karena itu, kita perlu bijaksana dan sadar dalam menerima suatu berita.
Nama : Timothy Rooney Santosa
NPM : 2218011021

Pancasila merupakan dasar pandangan hidup rakyat Indonesia yang di dalamnya memuat lima dasar yang isinya merupakan jati diri bangsa Indonesia. Sila-sila dalam Pancasila menggambarkan tentang pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi manusia Indonesia seluruhnya dan seutuhnya.

Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, maupun aksiologis. Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila. Pendidkan karakter di Indonesia merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila, yaitu kausa materialis, kausa formalis, kausa efisiensi, kausa finalis. Ciri-ciri kemanusiaan yang kelihatan dari Pancasila ialah integral, etis, dan religious. Dengan memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa maka tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial (Bangsa berkarakter).
Nama : Timothy Rooney Santosa
NPM : 2218011021

ANALISIS SOAL 1
A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!

Dulu ketika saya online, saat masih SMA, sudut pandang saya mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 adalah sama saja ketika luring bahkan lebih enak. Hal ini karena dulu saat SMA tidak ada diantara murid-murid di SMA saya yang kesusahan untuk mengakses pendidikan secara daring. Namun, memang ada segelintir di antara kami yang kesusahan dalam kendala sinyal. Hal ini karena mereka pulang ke kampung mereka. Sejak saat itu, saya mulai terbuka dan berpikir bagaimana keadaan teman-teman saya di daerah terpencil yang ada di pedalaman Indonesia. Untuk akses sekolah luring saja mereka sudah kesusahan apalagi daring. Saya merasa perangkat dan jaringan menjadi kendala utama bagi mereka karena terkadang saya juga yang dapat dikatakan berada di “kota”, jaringan masih menjadi masalah utama. Selain itu, faktor yang mempengaruhi adalah ketepurukan ekonomi akibat covid-19. Banyak usaha yang tutup selama pandemi sehingga orang tua kesusahan untuk memenuhi kebutuhan anaknya, yaitu salah satunya pendidikan. Proses pendidikan di masa pandemi ini juga membutuhkan banyak biaya antara lain kuota dan device/ perangkat elektronik. Harga paket internet tidaklah murah apalagi di tengah ketepurukan ekonomi di masa pandemi.

Proses pendidikan yang diadakan darinng juga memiliki kelebihan dan kekurangannya. Jika melalui meeting online, murid dapat menonton ulang pembelajaran yang telah diberikan guru, murid menjadi lebih santai karena tidak perlu banyak persiapan fisik (mandi, berangkat sekolah, dll), biaya transportasi berkurang, dan lainnya. Kekurangannya adalah ada beberapa anak yang cara belajarnya harus dengan interaksi langsung, sinyal dan perangkat yang harus stabil, biaya paket internet, dan lainnya.
Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 sebenarnya dapat berjalan dengan baik melalui daring, namun tidak semua murid memiliki kesempatan/ privilege yang sama untuk dapat mengakses pendidikan itu dan kita perlu mensyukuri atas setiap yang kita lalui dan miliki sehingga dengan bahagia kita dapat menjalani kehidupan.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?

Oleh karena proses Pendidikan di tengah pandemic covid-19 sebagian besar berlangsung di rumah maka orang tua mengambil peran besar dalam hal ini dan jangan lupa bahwa proses Pendidikan itu dapat terasa efektif serta maksimal jika ada kemauan dari kita sendiri. Sebelumnya kita perlu mengetahui pentingnya nilai Pancasila terlebih dahulu sehingga kita dengan senantiasa mengimplementasinya. Contohnya, kita perlu sadar bahwa kita hendaknya menghargai sesama seperti layaknya kita ingin dihargai sehingga Ketika ada guru yang sedang menjelaskan, sebaiknya kita menghidupkan kamera dan memeperhatikannya. Selain itu kita harus dapat bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Hal ini dapat terlihat dari tugas-tugas yang telah dikerjakan atau tidak dan kemauan kita belajar di tengah banyak godaan untuk menundanya. Orang tua dapat membantu mengingatkan anaknya jika berbuat melenceng dari nilai norma atau Pancasila. Begitu pula dengan guru, misalnya pasti kita sudah tidak asing lagi dengan kata-kata “Kerjakn dengan jujur”. Hal ini menunjukkan perhatian seorang guru agar anak didiknya dapat memaksimalkan proses Pendidikan sesuai dengan nilai Pancasila. Akan tetapi, hal ini dapat berlangsung jika ada kemauan dari kita sendiri untuk jujur.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!

Contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan universitas :
1. Mengerjakan ujian (UTS, UTB, UP, Pre/PostTest) dan tugas dengan mendahulukan nilai kejujuran.
2. Hadir kelas, praktikum, atau acara universitas tepat waktu
3. Mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu
4. Mengabari jika menemukan barang yang hilang di grup Angkatan
5. Membuang sampah sesuai dengan jenisnya dan pada tempatnya
6. Bersikap sopan baik di lingkungan fakultas ataupun universitas
7. Selalu menerapkan 5 S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun)
8. Membantu teman yang kesusahan dalam belajar
9. Tidak memancing keributan, baik saat perlombaan antar angkatan/teman senagkatan ataupun di kehidupan berkuliah sehari-hari
10. Menjaga nama baik fakultas dan universitas

Melalui kasus-kasus ini maka kita dapat berkembang maju dan sejahtera dalam kehidupan berkuliah Selain itu, dengan melakukan hal-hal ini diharapkan kehidupan berkuliah dapat berjalan lancer dengan terbukanya jalan karena kebaikan-kebaikan yang kita lakukan.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?

Yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila kita implementasikan atau terapkan saat kita berpikir, bersikap dan berperilaku sebagai acuan atau landasan attau dasar. Dengan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila ini maka akan tercipta cita -cita bangsa dan persatuan serta kesatuan. Dengan melakukan pengaktualisasian ini maka Pancasila akan tetap selalu relevan dalam fungsinya memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa sehingga loyalitas warga masyarakat dan warganegara terhadap Pancasila tetap tinggi.