གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ 2218011009 Riadhatil Qalbi Nashelf

Nama : Riadhatil Qalbi Nashelf
NPM : 2218011009
Analisis Soal Pertemuan 12
A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila?
Berdasarkan apa yang sedang terjadi saat ini, masih banyak kita temukan tokoh politik maupun pejabat pemerintahan yang masih tidak mencerminkan perilaku sesuai dengan Pancasila. Sering pula kita temukan adanya kasus yang sangat bertentangan dengan bagaimana etik seorang pejabat pemerintahan seharusnya, dan banyaknya keluhan masyarakat terkait dengan pelayanan pemerintah yang sangat jauh berbeda dari apa yang mereka janjikan saat kampanye pemilihan. Banyak dari mereka yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan tidak peduli bagaimana menderitanya rakyat di bawah kepemimpinannya.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbicangan tentang etika, pada umumnya membicarakna tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi!
Menurut saya tidak semua generasi muda saat ini memiliki etika buruk seperti yang dikatakan banyak orang, karena sampai sekarang saya belum menemukan hal-hal fatal yang bertentangan dengan nilai-nilai norma di sekeliling saya. Meski begitu tidak juga menutup fakta bahwa masih banyak kalangan muda yang bersikap tidak sesuai dengan nilai Pancasila. Oleh karena beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengembalikan nilai tersebut dan menjadikannya lekat pada pribadi generasi muda saat ini seperti :
• Memberi contoh keteladanan nilai-nilai Pancasila
• Perlunya kontrol orang tua terhadap generasi muda agar dapat mengarahkan bagaimana seharusnya berperilaku
• Memberi filter terhadap pengaruh globalisasi, tidak menelan mentah-mentah informasi yang didapat di sosial media
Nama : Riadhatil Qalbi Nashelf
NPM : 2218011009
Analisis Jurnal Pertemuan 10

Pancasila merupakan pandangan hidup rakyat Indonesia sejak lama, yang di dalamnya terdapat nilai-nilai yang menjadi jati diri bangsa. Pancasila menggambarkan pedoman hidup berbangsa dan bernegara bagi rakyat Indonesia, Pancasila juga menjadi filsafat karena merupakan acuan intelektual kognitif. Filsafat Pendidikan adalah pemikiran mendalam tentang Pendidikan. Pancasila adalah falsafah yang menjadi pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia.
Filsafat Pendidikan Indonesia berdasarkan kepada nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pancasila. Nilai-nilai luhur tersebut harus ditanamkan kepada setiap peserta didik melalui penyelenggaraan nasional di semua level Pendidikan. Pancasila dijadikan acuan dalam membangun karakter bangsa. Pendidikan karakter memilki esensi dan makna yang sama dengan pendidkan moral, tujuannya adalah untuk membentuk pribadi suatu individu agar menjadi pribadi yang baik. Oleh karena itu, hakikat dari Pendidikan karakter adalah Pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dan berlandaskan Pancasila.
Filsafat Pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri sebagai berikut :
a. Integral kemanusiaan yang diajarkan Pancasila adalah mengakui manusia seutuhnya, memanusiakan manusia seutuhnya.
b. Etis Pancasila, yaitu menjunjung tinggi kebebasan namun bukan liberalisme. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab.
c. Religius yang ditegaskan sila pertama, bahwa religius adalah hakikatnya manusia. Pancasila mengaku Tuhan sebagai pencipta, kebebasan beragama merupakan sebuah hak yang paling asasi diantara hak asasi manusia lainnya.
Oleh karena itu ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila seperti memahami nilai-nilai Pancasila tersebut, menjadikan Pancasila sebagai landasan hukum dalam kehidupan, dan memberikan contoh keteladanan dalam implementasi pancasila di kehidupan sehari-hari.
Nama : Riadhatil Qalbi Nashelf
NPM : 2218011009
Analisis Soal Pertemuan 10

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses Pendidikan di tengah pandemi covid-19?
Menurut saya sebagai pelajar, keterlaksanaan proses belajar mengajar selama masa pandemi ini tidak efektif. Banyak aspek yang menjadi kendala dalam proses pembelajaran, dan pemahaman saya juga tidak maksimal jika dibandingkan dengan belajar di kelas seperti biasanya. Walaupun pada era ini informasi bisa diakses denga mudah di internet, tetapi tetap berbeda rasanya dengan penjelasan yang diberikan secara langsung oleh pengajar. Belum lagi kendala keterbatasan device dan gangguan sinyal yang dapat menghambat proses belajar maupun saat diadakannya ujian secara virtual.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses Pendidikan di tengah pandemic covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Setiap pelajar harus bisa memiliki motivasi belajar yang kuat dari diri sendiri, harus punya kontrol diri agar tetap bersemangat dalam menjalankan Pendidikan. Selain itu juga perlu dukungan dari orangtua untuk tetap bersekolah apapun alasannya. Oleh karena itu diperlukan peran pemerintah agar tetap menjaga kestabilan dan pemerataan ekonomi negara agar setiap rakyat Indonesia bisa menyekolahkan anak-anaknya. Pemerintah juga hendaknya memfasilitasi pembelajaran selama online ini.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter pancasilais di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut
Di masa pembelajaran online ini hal yang paling sulit dipertahankan salah satunya adalah kejujuran dan displin waktu. Sebagai pelajar kejujuran kita sangat diuji ketika diadakannya ujian secara online, karena selain kita bisa mengerjakannya dimana saja, kita juga diuji dengan mudahnya akses informasi dengan device yang kita gunakan. Namun kembali lagi kepada apa sebenarnya tujuan ujian diadakan, kembali kepada karakter masing-masing individu. Jika menganggap ujian adalah sarana untuk uji kemampuan dan pemahaman tentu kita dapat mengontrol diri dari perbuatan tidak jujur.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nila-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap, dan berperilaku masyarakat?
Pancasila sebagai acuan masyarakat dalam menjalankan kehidupan, sebagai pegangan dalam mengambil sikap. Kita sebagai warga negara menjadikan Pancasila sebagai pedoman kehidupan dan mengamalkan setiap nilai dari silanya dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Nama : Riadhatil Qalbi Nashelf
NPM : 221811009
Rangkuman Studium General

Materi 1 “Spirit Moderasi Beragama” oleh Dr. Mohammad Bahrudin M. A
Hasil konferensi WCRP di Kyoto pada 1970 bahwa kerukunan berbangsa dan bernegara akan tercipta dengan adanya kerukunan antar umat beragamanya. Indonesia dianugerahi dengan berbagai kekayaan keberagaman nusantara yang sudah seharusnya menjadi suatu hal yang disyukuri dengan menjaga kerukunan masyarakat. Kerukunan sangat diperlukan ditengah kemajemukan yang ada, kerukunan sudah menjadi hukum alam, karena perbedaan bukan sesuatu yang bisa dihindari. Namun yang perlu dirukunkan hanyalah umatnya, bukan agamanya. Oleh karena toleransi ada batasannya, jika suatu bahasan sudah mengenai akidah maka kita harus tetap berpegang teguh dengan agama yang kita Yakini.
Moderasi beragama merupakan pilihan untuk beperilaku netral, ditengah-tengah, tidak berlaku fanatik namun tidak pula meninggalkan agama sepenuhnya. Moderasi beragama merupakan pilar kerukunan nasional, yang sering dijabarkan melalui tiga pilar yaitu pemikiran, gerakan, dan perbuatan. Indikator moderat yaitu aknowledge, celebrate, value, learn, dan respect.

Materi 2 “Penguatan Karakter Religius” oleh Prof. Dr. Ainul Ghani, S. Ag., S.H, M. Ag.
Di era ini banyak terjadi penyimpangan di kalangan generasi muda. Berdasarkan data dari berbagai sumber mengatakan bahwa remaja masa ini banyak terlibat tawuran, narkoba, kekerasan, free seks dan kenakalan lainnya. Oleh karena itu penting adanya Pendidikan spiritual untuk menguatkan karakter remaja masa kini, sebagai pegangan hidup. Pendidikan spiritual menjadi nutrisi utama untuk menghadapi globalisasi yang terjadi, selain itu kita juga harus mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.

Materi 3 “Penguatan Karakter Kebangsaan” oleh Dr. Sarul Basri, M. Pd
Penguatan karakter kebangsaan ini bertujuan untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan NKRI dari berbagai ancaman, yang sangat penting untuk generasi muda penerus bangsa kedepannya. Ancaman tersebut dapat berupa radikalisme, terorisme, pornografi, narkoba, politik, ekonomi, dll.
Sebagai generasi muda penerus bangsa kita harus berhati-hati dan jangan sampai mudah percaya kepada hal baru, melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan hal yang mencurigakan, menyaring pengaruh asing, mendekatkan diri kepada Tuhan, menghormati guru dan orang tua, berprestasi sertaberusaha menjadi pribadi yang baik dan benar
Doktrin nilai nasionalisme yang berpancasila :
• Cinta tanah air
• Sadar dalam berbangsa dan bernegara
• Rela berkorban untuk kepentingan bangsa
• Yakin terhadap Pancasila sebagai ideologi negara