གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Alfy Rosfita

Alfy Rizka Silfa Rosfita
2218011119

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pnacasila? Jelaskan!
Pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum, artinya selain Pancasila masih ada sumbersumber hukum yang lain. Sumber hukum belum tentu merupakan hukum dalam arti peraturan perundang-undangan. Jika meninjau etika perilaku politik seorang pemerintah, tentu masyarakat akan meninjau dari kualitas kerjanya sebagai wakil rakyat. Sebagaimana dijelaskan dalam artikel di atas, banyak paradigma-paradigma yang justru menjadi bumerang bagi pemerintah itu sendiri. Banyak orang berpikir bahwa menjadi pemerintah justru lebih menguntungkan sebab disuguhkan berbagai hak yang tidak dimiliki oleh masyarakat biasa. Bukan hal yang mengejutkan juga jika pelaku kejahatan lolos begitu saja karena uang suap dan yang memiliki kuasa menerima suap tersebut. Hal-hal seperti ini (dan seperti dinormalisasikan) yang menyebabkan etika perilaku dalam politik semakin menjauh dari kata Pancasila. Maka dari itu, diperlukan introspeksi diri agar terciptanya perilaku politik sesuai dengan nilai Pancasila dan sesuai dengan apa yang tertulis. Masih banyak pejabat dan petinggi negara yang abai akan tugasnya dan kurangnya profesionalitas dalam menjalankan setiap tugasnya. Kurangnya rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diemban menyebabkan banyaknya terjadi tindak KKN yang menyebabkan banyak kerugian bukan hanya kepada negara namun juga kepada masyarakat.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggalmu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekaadensi moral yang saat ini terjadi!
Kemerosotan moral sekarang ini tidak hanya melanda kalangan dewasa, melainkan juga telah menimpa kalangan pelajar yang menjadi generasi penerus bangsa. Orang tua, guru, dan beberapa pihak yang berkecimpung dalam bidang pendidikan, agama dan sosial banyak mengeluhkan terhadap perilaku sebagian pelajar yang berperilaku di luar batas kesopanan seperti mabuk-mabukan, tawuran, penyalahgunaan obat terlarang, pergaulan dan seks bebas, hedonis, dan sebagainya. Tetapi ada juga generasi muda yang mengalami dekadensi moral Mulai dari pencurian, penjarahan, perampokan, perzinahan, penipuan, pemerkosaan, pelecehan seksual, perjudian, dan masih banyak lagi, termasuk pembunuhan membuktikan bahwa semakin hari, akibat menurunnya kualitas moral masyarakat ini semakin banyak saja yang menjadi korbannya. Hal ini mungkin terjadi karena kurangya didikan dari orang tua maupun pengaruh dari lingkungan sekitar. Maka dari itu, solusi mengenai adanya dekadensi moral adalah dengan meningkatkan pendidikan nilai/moral atau pembinaan moral. Selain itu, generasi muda harus membekali diri dengan pendidikan yang berlandaskan nilai pancasila agar generasi muda akan dapat memperkuat jati diri bangsa Indonesia. Dengan menanamkan nilai-nilai agama, sosial, dan memberikan contoh yang baik kepada generasi muda merupakan cara menjaga aset penting bangsa untuk menciptakan perubahan peradaban bangsa Indonesia di masa yang akan datang.
Nama : Alfy Rizka Silfa Rosfita
NPM : 2218011119

Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. bangsa Indonesia merupakan Kausa Materialis-nya Pancasila. Selanjutnya, Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan memiliki susunan yang bersifat formal logis, baik dalam arti susunan sila-silanya maupun isi arti dari sila-silanya. Susunan sila-sila Pancasila bersifat hierarkis piramidal. Selanjutnya, sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat juga memiliki satu kesatuan dasar aksiologinya, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan.

Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

Bangsa Indonesia memiliki keyakinan bahwa nilai dan moral yang terpancar dari asas Pancasila ini sebagai suatu hasil sublimasi dan kritalisasi dari sistem nilai budaya bangsa dan agama yang kesemuanya bergerak vertikal dan horizontal serta dinamis dalam kehidupan masyarakat. Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara, kerkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi, nilai dan moral bangsa. Nilai Pancasila harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Filsafat pendidikan itu berdiri secara bebas dengan memperoleh keuntungan karena memiliki kaitan dengan filsafat umum, meskipun kaitan tersebut tidak penting, yang terjadi adalah suatu keterpaduan antara pandangan filosofi dengan filsafat pendidikan karena filsafat sering diartikan sebagai teori pendidikan secara umum. Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila. hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.