Nama: Muhammad Fadhil Ar-rafi
NPM: 2218011173
Pemateri 1 : Dr.Moh. Bahrudin, M.A
Judul materi : Spirit Moderasi Beragama, moderat dan peduli antara umat beragama.
Konferensi, WCRP, Kyoto 1970 :
Harus ada kerukunan umat beragama, jika tidak ada maka akan terjadi kericuhan seperti misalnya kejadian Poso dan Perang Salib.
Yang harus rukun adalah orang-orang nya bukan Ajarannya, kita tidak boleh mencampuradukkan ajaran agama, arti rukun dalam beragama adalah saling menghargai dan menghormati antar agama.
Moderasi sering dijabarkan dalam 3 pilar
1. Pemikiran
2. Gerakan
3. Perbuatan
Moderasi beragama dalam berbagai bidang
1. Moderat dalam berkeyakinan
2. Terbukanya pintu Rukhsah (Keringanan)
3. Rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit
4. Moderat dalam berperilaku
5. Moderat dalam menjalankan harta
Hambatan dan Solusi pada global ethic
1. Eksklusivisme
- blind obedience
- intolerance
- racism
2. Inklusifisme
Indikator moderat :
1. Acknowledge : menghormati kehadiran agama lain di negara kita
2. Celebrate : Menikmati keberagaman yang di sumbangkan setiap agama
3. Value : Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur universal agama-agama
4. Learn : Belajar dari pengalaman dan sejarah masa lalu
5. Respect : mengapresiasi kontribusi setiap agama
6. Tolerant : memberikan hak yang sama kepada agama lain.
Pemateri 2: Prof. Dr. Ainul Gani., S.Ag., SH, M.Ag
Judul Materi: Penguatan Karakter melalui Pendidikan Spiritual
Bagaimana Kondisi Generasi Muda Saat ini?
Ada kasus 17 kekerasan yahh melibatkan peserta didik dan guru pada tahun 2021 yang tersebar di 11 provinsi.
Pelaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja meningkat. Dengan jumlah 3006 usia 17-24, menunjukkan 20.9% remaja mengalami kehamilan dan kelahiran sebelum menikah. dan 38.7% remaja mengalami kehamilan sebelum menikah dan kelahiran setelah menikah.
Selain narkoba dan AIDS/HIV dan seks bebas jadi masalah di Indonesia.
Pendidikan Spiritual termasuk sesuatu yang penting merupakan vitamin: Solat, baca quran, dzikir.
Dunia dan akhirat harus seimbang.
Ada 4 perkara yang di tnya di hari akhir:
1. Umur
2. Ilmu
3. Harta
4. Tubuh
Mahasiswa sukses adalah mereka yang bisa mengelola waktu dengan baik.
Pemateri 3 : Dr. Sairul Basri, S.Ag., SH., M.Pd.
Judul Materi : Membangun Karakter Kebangsaan
Negarawan : seseorang yang ahli menjalankan pemerintahan atau negara yang mampu membawa negara yang berwibawa yang taat menyusun arah negara ke depan untuk kemajuan bangsa.
Tujuan : segala upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan negara dari berbagai ancaman.
Ancaman Negara antara lain berasal dari ekonomi, pornografi, narkoba, radikalisme dan terorisme, ligeslasi, bencana alam, politik, ideologi, dan teknologi.
Perlu adanya sikap kebangsaan karena negara layaknya seperti makhluk hidup maka perlu dilindungi dari hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan oleh seluruh warga negara.
Alat pemersatu sebagai ideologi berbangsa adalah Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Doktrin nilai nasionalisme yang berpancasila adalah mencintai tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, rela berkorban untuk kepentingan bangsa, dan yakin Pancasila sebagai ideologi negara.
Ideologi terancam apabila warga negara:
1. Bertindak sendiri tanpa dengan kearifan lokal (karena pancasila diambil dari kearifan lokal)
2. Tidak ditanamkan sejak dini kepada seluruh Warga Negara Indonesia
3. Pancasila hanya sebagai slogan saja, teori tidak menjadi pandangan hidup berbangsa
4. Berupaya mengganti ideologi bangsa
5. Melemahkan kebangsaan
Laksanakan :
1. Hati-hati jangan sampai mudah percaya kepada hal-hal baru
2. Laporkan dengan aparat hal-hal yang mencurigakan
3. Jangan mudah meniru budaya baru/asing
4. Dekatkan diri kepada Allah
5. Buatlah diri anda hanya prestasi bukan prustasi
6. Hormati orang tua dan guru (kalau ini hilang berarti budaya sudah berubah ke dunia barat)
7. Berusahalah untuk menjadi orang baik dan benar, karena orang sukseslah yang akan menyelamatkan bangsa dan agama.
NPM: 2218011173
Pemateri 1 : Dr.Moh. Bahrudin, M.A
Judul materi : Spirit Moderasi Beragama, moderat dan peduli antara umat beragama.
Konferensi, WCRP, Kyoto 1970 :
Harus ada kerukunan umat beragama, jika tidak ada maka akan terjadi kericuhan seperti misalnya kejadian Poso dan Perang Salib.
Yang harus rukun adalah orang-orang nya bukan Ajarannya, kita tidak boleh mencampuradukkan ajaran agama, arti rukun dalam beragama adalah saling menghargai dan menghormati antar agama.
Moderasi sering dijabarkan dalam 3 pilar
1. Pemikiran
2. Gerakan
3. Perbuatan
Moderasi beragama dalam berbagai bidang
1. Moderat dalam berkeyakinan
2. Terbukanya pintu Rukhsah (Keringanan)
3. Rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit
4. Moderat dalam berperilaku
5. Moderat dalam menjalankan harta
Hambatan dan Solusi pada global ethic
1. Eksklusivisme
- blind obedience
- intolerance
- racism
2. Inklusifisme
Indikator moderat :
1. Acknowledge : menghormati kehadiran agama lain di negara kita
2. Celebrate : Menikmati keberagaman yang di sumbangkan setiap agama
3. Value : Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur universal agama-agama
4. Learn : Belajar dari pengalaman dan sejarah masa lalu
5. Respect : mengapresiasi kontribusi setiap agama
6. Tolerant : memberikan hak yang sama kepada agama lain.
Pemateri 2: Prof. Dr. Ainul Gani., S.Ag., SH, M.Ag
Judul Materi: Penguatan Karakter melalui Pendidikan Spiritual
Bagaimana Kondisi Generasi Muda Saat ini?
Ada kasus 17 kekerasan yahh melibatkan peserta didik dan guru pada tahun 2021 yang tersebar di 11 provinsi.
Pelaku seksual yang tidak sehat di kalangan remaja meningkat. Dengan jumlah 3006 usia 17-24, menunjukkan 20.9% remaja mengalami kehamilan dan kelahiran sebelum menikah. dan 38.7% remaja mengalami kehamilan sebelum menikah dan kelahiran setelah menikah.
Selain narkoba dan AIDS/HIV dan seks bebas jadi masalah di Indonesia.
Pendidikan Spiritual termasuk sesuatu yang penting merupakan vitamin: Solat, baca quran, dzikir.
Dunia dan akhirat harus seimbang.
Ada 4 perkara yang di tnya di hari akhir:
1. Umur
2. Ilmu
3. Harta
4. Tubuh
Mahasiswa sukses adalah mereka yang bisa mengelola waktu dengan baik.
Pemateri 3 : Dr. Sairul Basri, S.Ag., SH., M.Pd.
Judul Materi : Membangun Karakter Kebangsaan
Negarawan : seseorang yang ahli menjalankan pemerintahan atau negara yang mampu membawa negara yang berwibawa yang taat menyusun arah negara ke depan untuk kemajuan bangsa.
Tujuan : segala upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan negara dari berbagai ancaman.
Ancaman Negara antara lain berasal dari ekonomi, pornografi, narkoba, radikalisme dan terorisme, ligeslasi, bencana alam, politik, ideologi, dan teknologi.
Perlu adanya sikap kebangsaan karena negara layaknya seperti makhluk hidup maka perlu dilindungi dari hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan oleh seluruh warga negara.
Alat pemersatu sebagai ideologi berbangsa adalah Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Doktrin nilai nasionalisme yang berpancasila adalah mencintai tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, rela berkorban untuk kepentingan bangsa, dan yakin Pancasila sebagai ideologi negara.
Ideologi terancam apabila warga negara:
1. Bertindak sendiri tanpa dengan kearifan lokal (karena pancasila diambil dari kearifan lokal)
2. Tidak ditanamkan sejak dini kepada seluruh Warga Negara Indonesia
3. Pancasila hanya sebagai slogan saja, teori tidak menjadi pandangan hidup berbangsa
4. Berupaya mengganti ideologi bangsa
5. Melemahkan kebangsaan
Laksanakan :
1. Hati-hati jangan sampai mudah percaya kepada hal-hal baru
2. Laporkan dengan aparat hal-hal yang mencurigakan
3. Jangan mudah meniru budaya baru/asing
4. Dekatkan diri kepada Allah
5. Buatlah diri anda hanya prestasi bukan prustasi
6. Hormati orang tua dan guru (kalau ini hilang berarti budaya sudah berubah ke dunia barat)
7. Berusahalah untuk menjadi orang baik dan benar, karena orang sukseslah yang akan menyelamatkan bangsa dan agama.