Posts made by Amanda Putri Zain

Nama : Amanda Putri Zain
NPM : 2218011159

A. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!

Menurut saya etika perilaku politik saat ini belum sesuai dengan nilai-nilai pancasila yang ada. Adanya reformasi yang menuntut demokrasi sebenarnya telah menunjukkan transformasi namun tetap saja tidak banyak perubahan yang terjadi, pemerintah tetap mempertahankan birokrasi yang lama.

Selain itu penyimpangan2 etika politik juga dilakukan oleh para politikus itu sendiri, hanya sebagian kecil dari mereka yang tetap berpegang pada nilai-nilai pancasila.

B. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !

Etika generasi muda di tempat tinggal saya sudah cukup baik dan sesuai dengan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa indonesia, sebagian besar generasi muda tetap mempertahankan nilai kesopanan, dan bisa menjaga martabat mereka sebagai generasi muda penerus bangsa, namun memang ada beberapa oknum yang mungkin belum sadar akan perannya bagi kemajuan bangsa ini.
Solusi dengan adanya dekandansi moral ini mungkin bisa diatasi dengan adanya pendidikan moral dan pancasila di setiap sekolah dan universitas, selain itu dengan membangkitkan kesadaran para generasi muda serta dengan memunculkan kebanggaan dan rasa cinta pada tanah air kita pada kalangan muda
Nama : Amanda Putri Zain
NPM : 2218011159

Pancasila merupakan pandangan hidup bagi bangsa Indonesia yang di dalamnya terdapat jati diri bangsa, Suatu masyarakat atau bangsa menjadikan filsafat sebagai suatu pandangan hidup, yaitu merupakan asas dan pedoman yang melandasi semua aspek hidup dan kehidupan bangsa tersebut, tanpa terkecuali aspek pendidikan.

Pancasila sebagai falsafah artinya pancasila merupakan pedoman dari segala aspek kehidupan, pendidikan misalnya, mulai dari proses, penatalaksanaan dan hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan seharusnya sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, karena pendidikan sejatinya adalah proses penanaman aspek-aspek kehidupan, tingkah laku dan norma kehidupan yang tentunya sesuai dengan pancasila itu sendiri.

Prinsip-Prinsip Filsafat Pancasila
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan materi/bahan, dalam hal ini
Pancasila digali dari nilai-nilai sosial budaya yang ada dalam bangsa Indonesia sendiri.
b. Kausa Formalis, maksudnya sebab yang berhubungan dengan bentuknya, Pancasila yang
ada dalam pembukaan UUD ’45 memenuhi syarat formal (kebenaran formal).
c. Kausa Efisiensi, maksudnya kegiatan BPUPKI dan PPKI dalam menyusun dan merumuskan
Pancasila menjadi dasar negara Indonesia merdeka.
d. Kausa Finalis, maksudnya berhubungan dengan tujuannya, tujuan diusulkannya Pancasila
sebagai dasar negara Indonesia merdeka.
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong; dan
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya
Nama : Amanda Putri Zain
NPM : 2218011159

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!

Berdasarkan pengalaman saya, proses pembelajaran atau pendidikan pada saat pandemi yang diadakan secara daring menimbulkan perubahan yang cukup signifikan pada mental para pelajar. Ada yang menjadi tertekan karena tugas yang jauh lebih banyak dari pada saat pembelajaran normal ( luring ) sementara materi yang diserap atau disampaikan guru atau dosen kurang maksimal. Selain itu banyak juga para pelajar yang menjadi terlalu santai atau meremehkan pelajaran karena ujian-ujian pun dilaksanakan secara online dan sangat memungkinkan untuk melakukan kecurangan. Hal ini juga akhirnya mempengaruhi moral para pelajar khususnya di Indonesia, banyak dari kita lupa caranya beretika dan menghargai dosen atau guru, lupa cara bersosial dan berhubungan baik dengan teman, yang jarang kita dapatkan ketika pembelajaran secara online.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?

Peran orang tua sangatlah penting untuk mengefektifkan pendidikan saat masa pandemi, karena ketika di rumah orang tua lah yang memiliki kontrol terhadap anak-anaknya. perilaku disiplin, kejujuran, dan sopan santun tetap harus diterapkan meski belajar dari rumah.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!

contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan universitas :
Jujur dalam mengisi absensi, mengerjakan pretest maupun post test ataupun ujian lainnya, datang tepat waktu dalam kegiatan apapun, peka dan peduli terhadap teman, saling mengingatkan dan menjaga kerukunan, toleransi dan tidak membeda2kan teman berdasarkan agama, suku, ras, adat dll, menghormati dosen dan seluruh sivitas yang ada di lingkungan kampus, menjaga kebersihan lingkungan kampus,

Dari kasus2 tersebut di atas jika kita bisa sama-sama menerapkannnya maka akan tercipta suasana pendidikan yang damai, tentram dan sangat nyaman, sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas belajar

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?

Menurut pendapat saya hakikat pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilainya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat adalah dengan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam setiap aspek kehidupan, bagaimana kita berpikir bahwa apakah tindakan kita sudah sesuai dengan nilai-nilai pancasila, bagaimana menyikapi suatu keadaan dengan tetap menyesuaikan dengan pancasila dan berperilaku pancasilais
Nama : Amanda Putri Zain
NPM : 2218011159

Materi 1 :
Spirit Moderasi beragama
DR. Mohamad Bahrudin
(Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Lampung)

Konferensi WRCP, Kyoto, 1970
- “No peace among the nation without peace among the religions.” apabila umat beragama tidak rukun, maka bangsa tersebut juga tidak akan rukun. mengapa harus rukun? karena kemajemukan, pluralitas merupakan suatu sunnatullah dalam agama islam dan yang tunggal hanya Allah SWT. Di tengah pluralitas tidak ada solusi lain selain kita harus RUKUN

Moderasi beragama merupakan ruh dari kerukunan umat beragama. Karakter moderat merupakan modal untuk hidup rukun antar umat beragama karena yang lebih penting adalah bagaimana mental atau karakter seseorang ketika ada godaan untuk hidup tidak rukun.
Kerukunan umat beragama merupakan pilar kerukunan nasional, di Indonesia terdapat 6 agama, dan dituntut untuk rukun, namun perlu diingat bahwa yang dirukunkan adalah umatnya bukan ajarannya, karena kita tidak boleh mencampurkan ajaran2 agama satu dengan lainnya (sinkritisme). Kita tetap menjalankan agama masing-masing namun tetap menghormati dan saling mengerti antar umat beragama.

Pengertian moderasi : Sikap tengah-tengah dalam menjalankan agama sendiri dan menghormati agama orang lain
Pilar Moderasi : Pikiran, pergerakan, perbuatan
Moderasi agama dalam berbagai bidang:
-Moderat dalam berkeyakinan (agar tidak berlebihan dan menyusahkan diri sendiri dalam menjalankan agama)
-Terbukanya pintu rukhsah/keringanan. Terdapat keringanan-keringanan dalam beribadah pada saat-saat tertentu/darurat
-Rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit
-Moderat dalam perilaku
-Moderat dalam membelanjakan harta. Tidak berlebihan/boros

Hambatan dan Solusi
Eksklusivisme : fanatik buta, intoleran, rasisme
Hal tersebut harus dihilangkan -> Inklusivisme

Indikator moderat
-Actknowledge
-Celeberate
-Value -> nilai luhur
-Learn
-Respect
-Tolerate

Materi 2 :
Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Spiritual
Prof. Dr. H. Gani., S.Ag., SH., M.Ag

Bagaimana Kondisi Generasi Muda?
Masalah :
-Tawuran
-Kekerasan yang melibatkan pelajar dan guru
-Perilaku seksual yang tidak sesuai

Solusi -> perlu diterapkan pendidikan spiritual
Pendidikan Spiritual -> Manusia terdiri dari 4 unsur yang harus diberi asupan.
- jasad -> dzikir, sholat, membaca al-qur’a
- nafs -> nafsu merupakan sunnatullah, namun harus dikendalikan dengan pendekatan tasawwuf
- hati -> dengan membaca asma-asma Allah
- ruh -> harus memiliki karakter yang cinta Ilmu

4 perkara yang ditanya di hari akhir :
-Umur
-Ilmu
-Harta
-Tubuh

Materi 3 :
Membangun Karakter Kebangsaan
DR. Saiful Basri S.H., M.Pd

Ancaman Negara :
Ekonomi
Senjata Biologi
Pornografi
Narkoba
Radikalisme dan Terorisme
Legislasi -> ancaman pembuatan undang-undang untuk kepentingan tertentu, yang merugikan rakyat dan bangsa Indonesia
Bencana Alam
Politik
Ideologi
Teknologi -> Radiasi tingkat tinggi

Kita memerlukan sikap kebangsaan karena negara layaknya makhluk hidup yang terus berubah dan bisa juga mati, maka perlu dilindungi dari Hambatan, Tantangan, Ancaman, dan Gangguan.
Seluruh Rakyat Negara Indonesia bertanggung jawab atas bangsa kita, maka kita harus memiliki semangat yang tinggi agar negara kita tidak dipimpin oleh orang yang tidak memiliki rasa nasionalisme dan hanya mementingkan kepentingannya sendiri tanpa memikirkan rakyat

Doktrin Nasionalisme yang berpancasila
-Mencintai tanah air
-Rela berkorban untuk kepentingan bangsa
-Yakin pancasila sebagai ideologi negara

Ideologi terancam apabila
-Bertindak sendiri dengan kearifan lokal
-Tidak ditanamkan sejak dini
-Pancasila hanya sebagai slogan
-Berpikir atau berupaya untuk mengganti ideologi
-Melemahkan kebhinekaan

Kenakalan remaja gambaran kehancuran masa depan -> menghasilkan generasi lemah, ketergantungan dengan orang lain dan tidak mampu bersaing, hura-hura dan kehilangan masa depan

LAKSANAKAN
-Jangan mudah percaya hal baru
-Laporkan dengan aparat orang yang mencurigakan, jangan main hakim sendiri
-Jangan mudah meniru gaya asing
-Dekatkan diri kepada Tuhan
-Prestasi bukan frustasi
-Hormati orang tua dan guru
-Berusaha untuk menjadi orang baik dan benar