གནས་བསྐྱོད་བཟོ་མི་ Muhammad Alif Zahran

Muhammad Alif Zahran
2218011083

Tugas Analisis jurnal 12

Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum
pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan. Pencegahan melalui media massa sangat
disarankan karena kebijakan hukum pidana tidak selamanya dapat digunakan sebagai sarana
utama menekan kejahatan. Meski demikian, peran tersebut harus disertai dengan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kesadaran diri masing-masing manusia Indonesia.
Dasar adalah sesuatu yang bersifat statis, suatu ajaran yang menjadi landasan, pegangan dalam berbuat. dasar dan tujuan itu berhubungan erat. besarnya kekuatan media massa
pada masa awal abad ke-20
digambarkan sebagai peluru yang ditembakkan atau obat yang
disuntikkan. Istilah ini lalu memunculkan gagasan teori kekuatan
pengaruh media massa.Memasuki era
akhir abad ke-20, penelitian tentang dampak pemberitaan media massa yang dapat mempengaruhi penegakan hukum menciptakan perdebatan dimana
sebagian sarjana berpendapat
pemberitaan media dapat
mempengaruhi sudut pandang
audiensnya terhadap poin-poin tertentu. sementara sebagian lagi berpendapat
bahwa dampaknya meskipun ada
sangatlah minim, karena berbeda
metode dan kondisi dari audiensnya,
tergantung dari bagaimana audiensnya
menerima informasi yang disajikan. Pengamalan nilai-nilai Pancasila
oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh.

Berita yang diedarkan kepada masyarakat luas seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut. Seharusnya sebagai mahluk yang berakal,
cipta, rasa, dan karsa, petunjuk sudah
diturunkan oleh Allah dalam Al Hujurat ayat 6 bahwa berita yang datang
kedepan kita harus diteliti kembali
sebelum dipercaya. Hal demikian telah
melanggar nilai-nilai Pancasila
khususnya mengenai nilai materiil, nilai
kerohanian, dan nilai vital yang berujung
pada pelanggaran hak manusia lainnya.
Pengamalan jiwa Pancasila yang masih
kurang ditunjukkan dengan adanya
berita-berita yang menyesatkan.Media
massa di Indonesia belum sampai pada
keadaan yang dapat membuat
masyarakat mengubah moral untuk
menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal
demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia
individual-liberalistik, masih
tertanamnya kepentingan pribadi atau
golongan di atas kepentingan bangsa
dan negara.
Muhammad Alif Zahran
2218011083

Analisis soal

A. Proses pendidikan selama pandemi itu dilakukan secara daring/online yang mana menurut saya pribadi sangat tidak efektif dan tidak lebih baik dari pendidikan secara luring jika membahas tentang proses penyerapan ilmu yang dilakukan sehari hari. karena efek pembelajaran dirumah itu sangat banyak mulai dari siswa yang bisa bersantai sambil tiduran atau siswa yang bisa belajar sambil makan yang mana mengurangi konsentrasinya atau bahkan bisa sambil jalan jalan. memang semua itu balik lagi kediri sendiri, namun jika suasana belajar dikelas yang seharusnya menjadi komponen dalam pembelajaran sehari hari itu tidak dirasakan maka wajar saja jika hal hal seperti diatas terjadi yang mana sangat mempengaruhi kualitas siswa siswa diindonesia.

B. menurut saya dengan membuat regulasi yang sesuai namun juga tidak memberatkan itu bisa menjadi salah satu cara efektif, dalam artian mungkin bisa memberikan tugas yang mana bisa secara langsung atau tidak langsung membuat siswa otomatis harus belajar atau memberi kan quiz lalu ambil dari buku agar siswa membuka buku dan lain sebagainya.

C. Selama pandemi banyak sekali saya temukan karakter yang sangat kurang pancasilais dari anak anak dibawah umur yang masih sekolah namun terdampak pandemi rata rata karena luwesnya dan bebasnya mreka dalam bermedia sosial membuat mereka bergaul bukan hanya dengan orang yang umuran sama dengan mreka namun juga dengan orang yang jauh diatas mereka yang mana ini membuat pmikiran mreka yang jadi dewasa lebih cepat namun dalam makna yang negatif.

D.Pancasila hakikat nya merupakan dasar dari ideologi dan pandangan hidup bangsa indonesia dalam pengaktualisasian nilai nilai yang terkandung didalamnya pertama tama masyarakat harus benar benar memahami penting nya pancasila lalu bisa memahami setiap makna dan isi yang terkandung didalam stiap sila sila pancasila agar menjadikan setiap individu di indonesia menjadi individu yang pancasilais.
Muhammad Alif Zahran
2218011083

Analisis jurnal

Jurnal filsafat pendidikan pancasila di indonesia menuju bangsa berkarakter

Pancasila adalah sebuah pedoman/ideologi bangsa indonesia yang sudah menjadi dasar dari pandangan hidup rakyat diindonesia, Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa
yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. sila sila dalam pancasila juga mengandung makna filsafat yang memiliki manfaat bagi hidup rakyat bangsa indonesia. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur bangsa Indonesia. Pendidikan karakter sudah seharusnya diambil dari isi yang terkandung
dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berakhlak baik, bisa hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri, yaitu integral, etis dan religius.
Muhammad Alif Zahran
2218011083

Narasumber 1: Dr. Mohammad Bahrudin
Tema : SPIRIT MODERISASI BERAGAMA

.Konferensi WCRP, Kyoto, 1970 Kejadian dan isi Global Ethics Projedt, berisi
- Tidak ada perdamaian antara bangsa-bangsa tanpa perdamaian di antara agama-agama.
- Tidak ada perdamaian di antara agama-agama,Tanpa dialog di antara agama-agama
- Tanpa konsensus pada nilai-nilai etika bersama, etika global."etika lobal.”

. Moderisasi Agama merupakan ruh kerukunan umat beragama yang berpilar kerukunan nasional
. Moderasi beragama dipahahami sebagai piilihan untuk memiliih cara kita memandang,bersikap dan berprilaku di tengah tengah, adil dan seimbang, termasuk seimbang antara pengamalan agama sendiri (eksldusif) dan penghormatan kepada prakdik beragama orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif)
.Modernisasi beragama dalam berbagai bidang
(1) Moderasi dalam berkeyakinan
(2) Terbukanya Pintu Rukhsah (Keringanan),
(3) Rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit
(4) Moderat dalam perilaku
(5)Moderat dalam membelanjakan harta.
. Indikator Moderisasi
- ACKNOWLEDGE : Menghormati kehadiran agama lain di negera kita;
- CELEBRATE : Menikmati keberagaman yang. disumbangkan setiap agama;
- VALUE : Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur universal agama-agama;
- LEARN : Belajar dari pengalaman dan sejarah masa lalu;
- RESPECT : Mengaapresiasi kontribusi setiap kelompok agama;
- TOLERATE : Memberikan hak yang sama kepada agama lain.

Narasumber 2 : Prof. Dr. H. A. Gani., S.Ag., SH., M.Ag
Tema : Penguatan Karakter melalui pendidikan spiritual

.Pendidikan Spiritual sangat dibutuhkan agar kita tidak menjauhi hidayah Allah SWT
. Esensi : penanaman dan pencerahan terhadap kuasa allah
.pengamatan menunjukan bahwa mereka yg sukses adalah mereka yg bisa memprioritaskan waktu
. sifat waktu : gabisa di ulang
.dunia dan akhirat harus seimbang
. 4 perkara yang ditanya akhir akhir : ilmu, umur, harta, tubuh

Narasumber 3 : Dr. Sairul Basri, SA.g. S.H., M.Pd
Tema : Membangun Karakter Kebangsaan
- Negarawan: Seseorang yang ahli menjalankan sistem pemerintahan atau negara yang mampu membawa negara yang berwibawa yang taat menyusun arah negara kedepan untuk kemajuan bangsa.
- Tujuan : SEGALA UPAYA UNTUK MEMPERTAHANKAN KEDAULATAN NEGARA, KEUTUHAN Wilayah NKRI DAN KESELAMATAN NEGARA DARI BERBAGAI ANCAMAN.
- Ancaman Negara
1. Pornografi
2. Bencana Alam
3. Politik
4. Narkoba
5. Ideologi
6. Teknologi
7. Radikalisme dan Terorisme
- Alat pemersatu bangsa : Pancasila, UUD 1945. Bhineka Tunggal Ika. NKRI
- DEOLOGI TERANCAM APABILA WARGA NEGARA
1. BERTINDAK SENDIRI TANPA DENGAN KEARIFAN LOKAL (KARENA PANCASILA DIAMBIL DARI KL)
2. TIDAK DITANAMKAN SEJAK DINI KEPADA SELURUH WN
3. PANCASILA HANYA SEBAGAI SLOGAN SAI A, TEORI DAN TIDAK MENJADI PANDANGAN HIDUP BERBANGSA
4. BERPIKIR DAN BERUPAYA UNTUK MENGGANTI IDEOLOGI BANGSA (INI RESIKO YANG TERTINGGI)
5. MELEMAHKAN KEBHINEKAAN