Posts made by Lulu Asfi Assifa

Nama : Lulu Asfi Assifa
NPM : 2218011075
Analisis Jurnal
Pancasila dalam pengertian sebagai pandangan hidup asal-usulnya dari falsafah hidup. Pancasila dalam pengertian ini, isinya berupa nilai-nilai. Nilai (value) merupakan pengertian filsafat, artinya tolok ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Notonagoro menjelaskan mengenai nilai-nilai Pancasila, dengan membaginya ke dalam 3 (tiga) kategori, yaitu :
1. nilai materiil, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia,
2. nilai vital, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas,
3. nilai kerohanian, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.
Norma Pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi Pancasila. Hakekat yang pertama yakni hakekat Tuhan. Hakekat yang kedua, yakni hakekat manusia. Hakekat yang ketiga, yakni hakekat satu. Hakekat yang keempat, yakni rakyat, berarti segenap penduduk suatu negara, anak buah, orang kebanyakan, atau orang biasa. Kemudian hakekat yang kelima, adalah hakekat adil, yakni tidak berat sebelah, tidak sewenangwenang, seimbang, atau perlakuan yang sama. Dengan memahami serta menerapkan dasar nilai-nilai tersebut, maka segala kegiatan kenegaraan, kemasyarakatan, maupun perorangan di Indonesia dapat dikatakan beretika Pancasila.
Pengamalan nilai-nilai Pancasila oleh media massa dalam menerapkan fungsi kontrol sosial di Indonesia khususnya belum terlaksana secara menyeluruh. Berita yang diedarkan kepada khalayak ramai seringkali tidak sesuai dengan fakta dan disebarkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tanpa menelusuri kembali berita dan sumber berita tersebut, masyarakat justru mempercayai hal tersebut. Hal demikian telah melanggar nilai-nilai Pancasila khususnya mengenai nilai materiil, nilai kerohanian, dan nilai vital yang berujung pada pelanggaran hak manusia lainnya. Pengamalan jiwa Pancasila yang masih kurang ditunjukkan dengan adanya berita-berita yang menyesatkan. Media massa di Indonesia belum sampai pada keadaan yang dapat membuat masyarakat mengubah moral untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, hal demikian tercermin pada pudarnya jiwa patriotik, berkembangnya manusia individual-liberalistik, masih tertanamnya kepentingan pribadi atau golongan di atas kepentingan bangsa dan negara.
Nama : Lulu Asfi Assifa
NPM : 2218011075
ANALISIS JURNAL
Pancasila juga merupakan sebuah filsafat karena pancasila merupakan acuan intelektual kognitif bagi cara berpikir bangsa, yang dalam usaha-usaha keilmuan dapat terbangun ke dalam sistem filsafat yang kredibel. Pancasila sebagai suatu sistem filsafat, memiliki dasar ontologis, dasar epistemologis dan dasar aksiologis tersendiri yang membedakannya dengan sistem filsafat lain. Secara ontologis, kajian Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Kajian epistemologis filsafat Pancasila, dimaksudkan sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan. Tentang sumber pengetahuan Pancasila, sebagaimana diketahui bahwa Pancasila digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sendiri serta dirumuskan secara bersama-sama oleh “The Founding Fathers” kita. Jadi bangsa Indonesia merupakan Kausa Materialis-nya Pancasila.
PRINSIP PRINSIP FILSAFAT PANCASILA
Pancasila ditinjau dari kausal Aristoteles dapat dijelaskan sebagai berikut.
a. Kausa Materialis
b. Kausa Formalis
c. Kausa Efisiensi
d. Kausa Finalis
Inti atau esensi sila-sila Pancasila meliputi:
a. ke-Tuhanan, yaitu sebagai kausa prima;
b. kemanusiaan, yaitu makhluk individu dan makhluk sosial;
c. kesatuan, yaitu kesatuan memiliki kepribadian sendiri;
d. kerakyatan, yaitu unsur mutlak negara, harus bekerja sama dan gotong royong;
e. keadilan, yaitu memberikan keadilan kepada diri sendiri dan orang lain yang menjadi haknya.

NILAI NILAI PANCASILA
Bangsa Indonesia sejak awal mendirikan negara, berkonsensus untuk memegang dan menganut Pancasila sebagai sumber inspirasi, nilai dan moral bangsa. Konsensus bahwa Pancasila sebagai anutan untuk pengembangan nilai dan moral bangsa ini secara ilmiah filosofis merupakan pemufakatan yang normatif.
FILSAFAT PANCASILA DALAM PENDIDIKAN DI INDONESIA
Filsafat pendidikan Indonesia berakar pada nilai-nilai budaya yang terkandung pada Pancasila. Nilai Pancasila tersebut harus ditanamkan pada peserta didik melalui penyelenggaraan pendidikan nasional dalam semua level dan jenis pendidikan. Ada dua pandangan yang menurut (Jumali dkk, 2004), perlu dipertimbangkan dalam menetukan landasan filosofis dalam pendidikan Indonesia. Pertama, pandangan tentang manusia Indonesia. Filosofis pendidikan nasional memandang bahwa manusia Indonesia sebagai: a. makhluk Tuhan Yang Maha Esa dengan segala fitrahnya;
b. makhluk individu dengan segala hak dan kewajibannya;
c. makhluk sosial dengan segala tanggung jawab hidup dalam masyarakat yang pluralistik, baik dari segi lingkungan sosial budaya, lingkungan hidup, dan segi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah-tengah masyarakat global yang senantiasa berkembang dengan segala tantangannya.
Kedua, Pandangan tentang pendidikan nasional itu sendiri.
Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, bahwa Pancasila pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari, dan mencerminkan identitas Pancasila. Cita dan karsa bangsa Indonesia diusahakan secara melembaga dalam sistem pendidikan nasioanl yang bertumpu dan dijiwai oleh suatu keyakinan, pandangan hidup dan folosofi tertentu
FILSAFAT PANCASILA DALAM MEMBANGUN BANGSA BERKARAKTER
Berdasarkan beberapa penjelasan di atas, dapat dimaknai bahwa pendidkan karakter di Indonesia merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur kita bangsa Indonesia yang memiliki adat ketimuran. Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri yaitu integral, etis dan reigius. Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Di bawah ini ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik
Nama : Lulu Asfi Assifa
NPM : 2218011075
ANALISIS SOAL
A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Jawab : Proses pendidikan di tengah pandemi ini menggunakan penerapan pembelajaran online, dimana banyak sekali yang harus dibenahi mengenai sistem pembelajaran ini. Banyak tantangan yang harus kita lewatkan dalam menerapkan sistem pembelajaran online, salah satunya adalah infrastruktur dan fasilitas. Banyak orangtua yang mengeluhkan bahwa mereka tidak mampu untuk menyediakan smartphone ataupun akses internet yang anak anak mereka butuhkan selama pembelajar online, maka dari hal tersebut banyak terjadi kasus anak putus sekolah.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Jawab : Pemerintah mendistribusikan bantuan kuota kuota internet kepada setiap individu dalam aspek pendidikan siswa, mahasiswa, guru maupun dosen dengan adil dan merata

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Jawab : Dalam lingkungan sekolah kita tuntunya pernah menghadapi sebuah ujian, dalam hal tersebut guru selalu meminta kita untuk bertindak jujur. Dalam lingkungan bermasyarakat, misal dalam gotong royong membersihkan lingkungan atau ketika hari kemerdekaan datang kami para warga bergotong royong membuat sebuah acara kerukunan seperti lomba lomba untuk meningkatkan rasa tenggang rasa di antara warga masyarakat. Menurut saya contoh contoh kasus yang sudah saya sebutkan tadi apabila penerapannya bisa optimal bisa sangat membantu untuk mengembangkan karakter pancasilais dalam setiap diri warga masyarakat Indonesia

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Jawab : Setiap perilaku kita dalam berpikir, bersikap dan berperilaku dalam masyarakat harus selalu berdasarkan nilai nilai yang terkandung dalam pancasila
Nama : Lulu Asfi Assifa
NPM : 2218011075

PEMATERI PERTAMA : MODERAT BERAGAMA
Dr. Mohammad Bahrudin, M.A (ketua FKUB Prov Lampung)
Hasil konferensi agama 1970
1. Tidak ada kerukunan di sebuah negara kalau tidak ada kerukunan antar umat beragama
2. Tidak ada kerukunan/kedamaian di sebuah negara kalau tidak ada dialog antar umat beragama

Moderasi beragama merupakan ruh kerukunan umat beragama & kerukunan umat beragama merupakan pilar kerukunan nasional, yang dirukunkan adalah umatnya bukan ajarannya.
Berikut adalah pilar moderasi
1. Pikiran
2. Gerakan
3. Perbuatan

Moderasi beragama dalam berbagai bidang
1. Moderasi dalam beryakinan
2. Terbukanya pintu rukhsah (keringanan)
3. Rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit
4. Moderat dalam perilaku
5. Moderat dalam membelanjakan harta

Indikator moderat
1. acknowledge : menghormati keberadaan agama lain di negara kita
2. celebrate : menikmati keberagaman yang disumbangkan setiap agama
3. Value : menjunjung tinggi nilai nilai luhur universal agama agama
4. Learn : belajar dari pengalaman dan sejarah masa lalu
5. Respect : mengapresiasi kontribusi setiap kelompok agama
6. Tolerate : memberikan hak yang sama kepada agama lain

PEMATERI KEDUA : PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS MELALUI PENDIDIKAN SPIRITUAL
Prof. Dr .H. A. Gani, S.Ag., SH., M.Ag

pendidikan spiritual sangat penting sekarang ini karena semakin meningkatnya jumlah kenakalan remaja seperti tawuran, hamil di luar nikah, seks bebas, narkoba dan HIV/AIDS
Pendidikan spiritual termasuk 'nutrisi bergizi tinggi' yang sangat dibutuhkan oleh manusia sehat agar tidak menjauh dari hidayah Allah SWT
manusia memiliki 4 unsur
-jasad
-nafsu
-ruh
-hati
4 perkara yang akan ditanya pada hari akhir
umur, ilmu, harta, tubuh kita

PEMATERI KETIGA : PENGUATAN KARAKTER KEBANGSAAN
DR. SAIRUL BASRI, S. Ag., S.H., M.Pd. dari kementerian pertahanan RI
negarawan : seseorang ahli yang menjalankan pemerintahan atau negara yang mampu membawa negara yang berwibawa yang taat menyusun arah negara kedepan untuk kemajuan bangsa

siklus ancaman ancaman yang akan merubah sistem pertahanan Indonesia
1. ekonomi
perang di masa depan perang ekonomi, perang teknologi
2. pornografi
3. narkoba
4. radikalisme dan terorisme
5. ligelasi (ancaman membuat undang undang untuk kepentingan sesuatu dengan melemahkan kepentingan sesuatu)
6. bencana alam
7. politik
8. ideologi
9. tekhnologi
alat pemersatu bangsa
Pancasila, UUD 1945, bhinneka tunggal Ika

ideologi terancam apabila warga negara
1 bertindak sendiri tanpa mengambil kearifan lokal
2. tidak ditanamkan sejak dini kepada seluruh WNI
3. Pancasila hanya sebagai slogan saja
4.berpikir dan berupaya untuk mengganti ideologi bangsa
5 melemahkan kebhinekaan