Posts made by Meffa Arindya Maliandary

Nama : Meffa Arindya Maliandary
NPM : 2218011169

Analisis Soal

1. Bagaimanakah sistem etika perilaku politik saat ini? Sudah sesuaikah dengan nilai-nilai Pancasila? Jelaskan!
JAWABAN :
Sistem etika perilaku politik saat ini dapat dikatakan cukup baik. Namun, masih banyak juga sistem etika perilaku politik di Indonesia yang bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila. Hal ini dibuktikan dengan adanya korupsi, kolusi, dan nepotisme yang masih merajalela di kalangan pemerintahan. Padahal Indonesia sendiri ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih dan adil. Tentu saja perilaku KKN tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Nilai-nilai Pancasila mengandung etika yang akan menciptakan bangsa Indonesia berbudi pekerti baik. Sedangkan KKN akan menciptakan Indonesia yang semakin memburuk. Etika perilaku politik sendiri seharusnya adalah praktik yang dilakukan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila demi terwujudnya politik yang baik. Oleh karena itu, KKN sangat bertolak belakang dengan etika perilaku politik yang baik dan benar.

2. Etika selalu terkait dengan masalah nilai sehingga perbincangan tentang etika, pada umumnya membicarakan tentang masalah nilai (baik atau buruk). Bagaimanakah etika generasi muda yang ada di sekitar tempat tinggal mu? Apakah mencerminkan etika dan nilai yang dianut oleh bangsa Indonesia? Berikan solusi mengenai adanya dekadensi moral yang saat ini terjadi !
JAWABAN :
Etika generasi muda yang ada di sekitar saya sebagian besar mencerminkan etika bangsa Indonesia. Namun, masih ada beberapa oknum yang memiliki etika kurang baik dan tidak mencerminkan nilai yang di.anut bangsa Indonesia. Contohnya tidak menghargai dan menghormati orang yang lebih tua. Seharusnya sebagai generasi muda kita harus berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila yaitu menghormati orang yang lebih tua. Dengan demikian, kita akan menjadi generasi muda yang berbudi pekerti baik.
Solusi dekadansi moral yang saat ini terjadi adalah:
1. Memberikan pendidikan Pancasila sejak dini
2. Memberikan perhatian dan pengawasan lebih dari orang tua maupun guru terhadap anak
3. Berupaya meningkatkan sikap religius dan karakter pada generasi muda
4. Mengadakan sosialisasi pentingnya moralitas dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Nama : Meffa Arindya Maliandary
NPM : 2218011169

Analisis Jurnal

1. Judul : Filsafat dalam Pendidikan di Indonesia Menuju Bangsa Berkarakter
2. Penulis : Yoga Putra Semadi
3. Metode : Study Kepustakaan
4. Isi Jurnal :
Berdasarkan isi dari jurnal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendidkan karakter di Indonesia merupakan hasil dari penerapan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Filsafat adalah berfikir secara mendalam dan sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran. Filsafat pendidikan adalah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan berdasarkan filsafat. Apabila kita hubungkan fungsi Pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, maka Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang menjiwai dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, sistem pendidikan nasional Indonesia wajar apabila dijiwai, didasari dan mencerminkan identitas Pancasila. Pancasila adalah falsafah yang merupakan pedoman berperilaku bagi bangsa Indonesia yang sesuai dengan kultur kita bangsa Indonesia yang memiliki adat ketimuran.
Menurut Ramli (2003), pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik. Adapun kriteria manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda. Pancasila sebagai sistem filsafat bisa dilihat dari pendekatan ontologis, epistemologis, maupun aksiologis.
Demokrasi Pancasila menegaskan pengakuan atas harkat dan martabat manusia sebagai makhluk masyarakat, Negara, dan masyarakat bangsa (Arbi, 1998). Orientasi hidup kita adalah hidup kemanusiaan yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri kemanusiaan yang kelihatan dari Pancasila ialah integral, etis, dan religius (Poeposwardoyo, 1989). Filsafat pendidikan Pancasila mengimplikasikan ciri-ciri tersebut, yaitu sebagai berikut.
a. Integral Kemanusiaan yang diajarkan oleh Pancasila adalah kemanusiaan yang integral, yakni mengakui manusia seutuhnya. Manusia diakui sebagai suatu keutuhan jiwa dan raga, keutuhan antara manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Kedua hal itu sebenarnya adalah dua sisi dari satu realitas tentang manusia. Hakekat manusia yang seperti inilah yang merupakan hakekat subjek didik.
b. Etis Pancasila merupakan kualifikasi etis. Pancasila mengakui keunikan subjektivitas manusia, ini berarti menjungjung tinggi kebebasan, namun tidak dari segalanya seperti liberalisme. Kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang bertanggung jawab.
c. Religius Sila pertama pancasila menegaskan bahwa religius melekat pada hakikat manusia, maka pandangan kemanusiaan Pancasila adalah paham kemanusiaan religius. Religius menunjukan kecendrungan dasar dan potensi itu. Pancasila mengakui Tuhan sebagai pencipta serta sumber keberadaan dan menghargai religius dalam masyarakat sebagai yang bermakna. Kebebasan agama adalah satu hak yang paling asasi diantara hak-hak asasi.
Pendidikan karakter memang seharusnya diambil dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Agar tercipta manusia Indonesia yang cerdas, berperilaku baik, mampu hidup secara individu dan sosial, memenuhi hak dan kewajiban sebagai warga negara yang baik serta beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Semuanya telah mencakup filsafat pendidikan Pancasila yang mempunyai ciri yaitu integral, etis dan reigius. Seorang pendidik haruslah sadar akan pentingnya pendidikan karakter. Salah satu cara untuk menerapkan pendidikan karakter adalah dengan melaksanakan nilai-nilai Pancasila. Di bawah ini ada beberapa poin yang harus dilakukan oleh pendidik dalam melaksanakan nilai-nilai Pancasila.
a. Harus memahami nilai-nilai Pancasila tersebut.
b. Menjadikan Pancasila sebagai aturan hukum dalam kehidupan.
c. Memberikan contoh pelaksanaan nilai-nilai pendidikan kepada peserta didik dengan baik.
Nama : Meffa Arindya Maliandary
NPM : 2218011169

Analisis Soal

A. Bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai proses pendidikan di tengah pandemi covid-19, Jelaskan!
Jawaban :
Menurut saya, proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 kurang efektif. Hal ini dikarenakan pelaksanaan sistem pembelajaran yang mengalami perubahan dari semula bertatap muka secara langsung menjadi virtual. Sistem pembelajaran secara virtual atau daring (dalam jaringan) ini membuat kegiatan pembelajaran menjadi terbatas. Penyampaian materi oleh tenaga pendidik juga kurang tersampaikan dengan baik kepada siswa. Lazimnya proses pendidikan biasanya mengupayakan interaksi yang intens antara guru dan siswa. Bisa saja melalui diskusi, tanya jawab, atau praktik. Sedangkan pada proses pembelajaran secara online, banyak siswa yang pasif dan semangat belajarnya menurun. Hal ini dikarenakan keterbatasan pada sistem pembelajaran online yang membuat guru tidak dapat memberikan pengawasan dan perhatian penuh terhadap para siswa. Akibatnya, siswa menjadi malas-malasan dan daya tarik untuk belajarnya semakin menurun sehingga ilmu yang didapatkan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan sistem pembelajaran seperti biasanya. Oleh karena itu, sistem pembelajaran online di tengah pandemi covid-19 kurang efektif.

B. Bagaimanakah mengefektifkan dan memaksimalkan proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 supaya tetap berkorelasi dengan implementasi nilai Pancasila?
Jawaban :
Proses pendidikan di tengah pandemi covid-19 dapat efektif dan dimaksimalkan dengan upaya sebagai berikut.
1. Memberikan pemahaman terhadap para siswa bahwa proses pendidikan melalui online merupakan cara terbaik untuk mencegah penularan covid-19.
2. Mengajak para siswa untuk mematuhi protokol kesehatan dan peraturan pemerintah di tengah pandemi. Salah satunya dengan cara ikut melaksanakan pembelajaran secara online.
3. Menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menarik untuk para siswa. Guru bisa menyisipkan kegiatan d di tengah pembelajaran yang dapat memicu semangat para siswa. Contohnya adalah dengan mengadakan kuis yang menyenangkan atau permainan hiburan untuk refreshing.
4. Adanya pelatihan untuk tenaga pendidik tentang penggunaan teknologi penunjang pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran secara online dapat lebih ditingkatkan.
5. Mengawasi dan memastikan bahwa para siswa diberikan sumber atau penunjang pembelajaran untuk membantunya dalam belajar.
Jika hal tersebut diterapkan dan memberikan dampak positif tentunya dapat menjadi salah satu pengimplementasian Pancasila. Karena jika siswa dapat menerapkan peraturan dengan baik tentunya siswa dapat ikut bekerja sama untuk menciptakan kondisi negeri yang lebih baik.

C. Berikan contoh kasus yang terkait dengan pengembangan karakter Pancasilais, seperti jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, dan cinta damai di lingkungan anda dan bagaimanakah menurut pendapatmu mengenai contoh kasus tersebut!
Jawaban :
Contoh pengembangan karakter Pancasilais di lingkungan saya yaitu:
• Sikap jujur harus diterapkan dalam perkuliahan khususnya dalam pengisian absen yang harus diisi jika kita hadir dalam perkuliahan.
• Sikap disiplin diterapkan dengan cara datang paling lambat 15 menit sebelum waktu perkuliahan dimulai dan tidak terlambat dalam mengumpulkan tugas.
• Bentuk tanggungjawab dilakukan dengan cara mengakui dan memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat.
• Peduli diterapkan dalam bentuk perhatian terhadap teman contohnya dengan cara membantu teman ketika kehilangan sesuatu, membesuk teman yang sedang sakit, dan mengingatkan teman ketika berbuat salah.
• Santun diterapkan dengan cara menghargai dan menghormati civitas akademik seperti memberikan senyum, salam, sapa, sopan, dan santun serta berbicara yang baik terhadap orang yang lebih tua.
• Ramah lingkungan diterapkan dengan cara menjaga lingkungan kampus tetap bersih dan membuang sampah pada tempatnya
• Gotong-royong diterapkan dengan cara bekerja sama dalam melakukan kegiatan
• Cinta damai diterapkan dengan cara menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan tenteram di kampus serta tidak menciptakan keributan.
Menurut saya, contoh-contoh kasus tersebut sangat baik dan harus selalu diterapkan. Hal ini dikarenakan contoh kasus tersebut perlu untuk mendukung pengembangan karakter Pancasila khususnya pada diri mahasiswa. Tanpa adanya penerapan hal tersebut, nilai-nilai pancasila akan semakin memudar sehingga banyak mahasiswa akan bertindak semaunya dan tidak menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup.

D. Jelaskan yang dimaksud dengan hakikat Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat?
Jawaban :
Pancasila dalam pengaktualisasian nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai paradigma berpikir, bersikap dan berperilaku masyarakat berarti segala sesuatu dalam kehidupan masyarakat harus berdasarkan nilai-nilai pancasila. Pancasila digunakan sebagai petunjuk bagaimana cara berpikir, bersikap, dan berperilaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang sesuai dengan norma masyarakat. Tanpa adanya petunjuk, akan banyak terjadi penyimpangan dalam berpikir, bersikap, dan berperilaku dimasyarakat. Nilai-nilai dalam Pancasila merupakan nilai-nilai luhur serta norma yang ada di Indonesia. Sehingga dalam pengaktualisasiannya akan mendorong terbentuknya masyarakat yang berkarakter. Pancasila berperan menuntun masyarakat Indonesia agar berperilaku sesuai norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Jiwa dan kepribadian bangsa tercermin dari bagaimana masyarakat berpikir, bersikap, dan berperan. Implementasi pancasila dalam hal tersebut sangat penting untuk mengarahkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang hebat. Dalam berpikir, bertindak, dan berperilaku tidak bisa dilakukan semaunya tanpa memikirkan konsekuensi yang akan terjadi. Disinilah peran pengaktualisasian pancasila sebagai pedoman masyarakat dalam berkehidupan.
Nama : Meffa Arindya Maliandary
NPM : 2218011169
"Catatan Materi"


Penguatan Karakter Religius dan Kebangsaan

Pemateri 1 : Dr. Mohammad Bahrudin, M.A (Ketua FKUB Lampung)
Materi : Spirit Moderasi Beragama
Isi Materi:
Konferensi WCRP, Kyoto, 1970
Genesis and contents of the Global Ethic Project
• "No peace among the nations without peace among the religions."
• "No peace among the religions without dialogue among the religions."
• "No dialogue among the religions without a consensus on shared ethical values, a global ethic."
• "No new world order without a global ethic."
Di dunia ini adalah majemuk sehingga kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk sama. Kita harus rukun karena tidak ada cara lain menghadapi pluralitas di dunia.
Moderasi beragama merupakan soul/ruh kerukunan umat beragama dan kerukunan umat beragam merupakan pilar kerukunan nasional. Di Indonesia memiliki banyak agama sehingga dituntut untuk rukun. Yang dirukunkan awalah umatnya bukan ajarannya. Artinya, tidak boleh mencampur adukkan ajaran seluruh agama menjadi satu. Dengan demikian, rukun dapat dilakukan dengan cara tetap menjalankan agama masing-masing namun menghargai dan menghormati agama lain.
• Pengertian Moderasi Agama
Moderasi beragama merupakan cara pandang, sikap, dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah-tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama.
• Pilar Moderasi Agama
Moderasi dijabarkan dalam tiga pilar, yaitu: moderasi pemikiran, moderasi gerakan, dan moderasi perbuatan.
• Moderasi agama dalam berbagai bidang:
1. Moderasi dalam berkeyakinan
2. Terbukanya pintu rukhsah (keringanan)
3. Rutin menjalankan ajaran agama walaupun sedikit
4. Moderat dalam perilaku
5. Moderat dalam membelanjakan harta
• Hambatan dan Solusi pada Global Ethic
- Eksklusivisme
1. Blind Obedience
2. Intoleransi
3. Rasisme
- Inklusivisme
• Indikator Moderat
1. Acknowledge : Menghormati kehadiran agama lain di negara kita
2. Celebrate : Menikmati keberagaman yang disumbangkan setiap agama
3. Value : Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur universal agama-agama
4. Learn : Belajar dari pengalaman dan sejarah masa lalu
5. Recpect : Mengapresiasi kontribusi setiap kelompok agama
6. Tolerate : Memberikan hak yang sama kepada agama lain


Pemateri 2 : Prof. Dr. Airul Gani, S.Ag., SH., M.Ag.
Materi : Penguatan Karakter Melalui Pendidikan Spiritual.
Isi Materi :
Berdasarkan dari berbagai sumber, banyak terjadi tawuran, seks bebas, dan narkoba dikalangan generasi muda saat ini. Padahal generasi muda adalah harapan dan penerus bangsa. Dari permasalahan tersebut, solusi untuk mengatasinya adalah menerapkan pendidikan spiritual. Pendidikan spiritual temasuk "nutrisi bergizi tinggi" yang sangat dibutuhkan oleh manusia sehat agar tidak menjauh dari hidayah Allah SWT. Esensi dari pendidikan spiritual adalah penanaman dan pencerahan manusia dengan meneladani sifat-sifat Allah. “Berakhlaklah kalian dengan akhlak Allah” (HR Muslim). Nabi Muhammad SAW pernah memberikan pesan berdimensi pendidikan spiritual yang sangat operasional. Sabda beliau, “Tebarkan salam, berikan makan, sambungkan tali silaturrahim, biasakan qiyamul lail (shalat malam) pada saat orang lain tidur, niscaya engkau akan dimasukkan oleh Allah dalam surga-Nya, Darus Salam.” (HR Al-Bukhari dan Muslim). Pengamatan menunjukkan bahwa mereka yang sukses adalah mereka yang dapat memanage waktu.
4 perkara yang akan ditanyakan dihari akhir yaitu umur, ilmu, harta, dan tubuh. "Tidaklah bergeser kedua kaki seorang hamba nanti pada saat hari kiamat, sehingga Allah akan menanyakan tentang (4 perkara): (pertama) tentang umurnya digunakan untuk apa, (kedua) tentang ilmunya diamalkan atau tidak, (ketiga) tentang hartanya darimana diperoleh dan kemana dia habiskan, (keempat) tentang tubuhnya, capek/lelahnya untuk apa." (H.R. At-Tirmidzi)
Dapat disimpulkan bahwa:
1. Mahasiswa yang sukses adalah mereka yang bisa mengelola waktu dengan baik
2. Mahasiswa sukses adalah orang yang bisa mengajak orang lain sukses
3. Orang yang paling cerdas adalah mereka yang selalu mengingat kematiam dan mempersiapkannya
4. Orang yang bahagia adalah mereka yang bisa membuat orang lain bahagia


Pemateri 3 : Dr. Sairul Basri, S.Ag., SH., M.Pd.
Materi : Membangun Karakter Kebangsaan
Isi Materi :
Negarawan : seseorang yang ahli menjalankan pemerintahan atau negara yang mampu membawa negara yang berwibawa yang taat menyusun arah negara ke depan untuk kemajuan bangsa.
Tujuan : segala upaya untuk mempertahankan kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan negara dari berbagai ancaman.
Ancaman Negara antara lain berasal dari ekonomi, pornografi, narkoba, radikalisme dan terorisme, ligeslasi, bencana alam, politik, ideologi, dan teknologi.
Perlu adanya sikap kebangsaan karena negara layaknya seperti makhluk hidup maka perlu dilindungi dari hambatan, tantangan, ancaman, dan gangguan oleh seluruh warga negara.
Alat pemersatu sebagai ideologi berbangsa adalah Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Doktrin nilai nasionalisme yang berpancasila adalah mencintai tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, rela berkorban untuk kepentingan bangsa, dan yakin Pancasila sebagai ideologi negara.
Ideologi terancam apabila warga negara:
1. Bertindak sendiri tanpa dengan kearifan lokal (karena pancasila diambil dari kearifan lokal)
2. Tidak ditanamkan sejak dini kepada seluruh Warga Negara Indonesia
3. Pancasila hanya sebagai slogan saja, teori tidak menjadi pandangan hidup berbangsa
4. Berupaya mengganti ideologi bangsa
5. Melemahkan kebangsaan
Laksanakan :
1. Hati-hati jangan sampai mudah percaya kepada hal-hal baru
2. Laporkan dengan aparat hal-hal yang mencurigakan
3. Jangan mudah meniru budaya baru/asing
4. Dekatkan diri kepada Allah
5. Buatlah diri anda hanya prestasi bukan prustasi
6. Hormati orang tua dan guru (kalau ini hilang berarti budaya sudah berubah ke dunia barat)
7. Berusahalah untuk menjadi orang baik dan benar, karena orang sukseslah yang akan menyelamatkan bangsa dan agama