Nama: Dianda Faradiba Wardani
NPM: 2258011035
Analisis Jurnal “PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA”
Pancasila sebagai pandangan hidup mengandung nilai-nilai yang menjadi tolak ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Maka nilai-nilai Pancasila tersebut merupakan norma dan pedoman yang harus diterapkan. Norma Pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi yang terdiri dari hakekat Tuhan, hakekat manusia, hakekat satu, hakekat rakyat, dan hakekat adil. Hakekat Tuhan dipahami melalui sifat-sifat Tuhan seperti Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, dan lainnya. Hakekat manusia menurut Notonegoro dibagi menjadi dua, yaitu teori monodualisme yang mengajarkan bahwa manusia terdiri atas dua asas yang merupakan kesatuan dan monopluralisme yang mengajarkan bahwa manusia terdiri atas banyak asas yang merupakan kesatuan. Hakekat satu menunjukkan sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi. Hakekat rakyat yang menunjukkan segenap penduduk suatu negara, anak buah, orang kebanyakan, atau orang biasa. Hakekat Adil mengandung arti tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang, dan seimbang.
Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pemanfaatan media massa artinya penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik untuk tujuan tertentu. Media massa mempunyai peran yang strategis dalam kontrol sosial. Melalui pemberitaan, media massa dapat melakukan kontrol atau pengawasan terhadap hukum. Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan.
NPM: 2258011035
Analisis Jurnal “PENANAMAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI KONTROL SOSIAL OLEH MEDIA MASSA UNTUK MENEKAN KEJAHATAN DI INDONESIA”
Pancasila sebagai pandangan hidup mengandung nilai-nilai yang menjadi tolak ukur untuk menimbang-nimbang dan memutuskan apakah sesuatu benar atau salah, baik atau buruk. Maka nilai-nilai Pancasila tersebut merupakan norma dan pedoman yang harus diterapkan. Norma Pancasila dapat ditemukan melalui hakekat isi yang terdiri dari hakekat Tuhan, hakekat manusia, hakekat satu, hakekat rakyat, dan hakekat adil. Hakekat Tuhan dipahami melalui sifat-sifat Tuhan seperti Maha Kuasa, Maha Adil, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, dan lainnya. Hakekat manusia menurut Notonegoro dibagi menjadi dua, yaitu teori monodualisme yang mengajarkan bahwa manusia terdiri atas dua asas yang merupakan kesatuan dan monopluralisme yang mengajarkan bahwa manusia terdiri atas banyak asas yang merupakan kesatuan. Hakekat satu menunjukkan sesuatu yang tidak dapat dibagi-bagi. Hakekat rakyat yang menunjukkan segenap penduduk suatu negara, anak buah, orang kebanyakan, atau orang biasa. Hakekat Adil mengandung arti tidak berat sebelah, tidak sewenang-wenang, dan seimbang.
Media massa adalah suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama itu dapat diterima secara serentak dan sesaat. Pemanfaatan media massa artinya penggunaan berbagai bentuk media massa, baik cetak maupun elektronik untuk tujuan tertentu. Media massa mempunyai peran yang strategis dalam kontrol sosial. Melalui pemberitaan, media massa dapat melakukan kontrol atau pengawasan terhadap hukum. Dalam bidang hukum pidana, media massa adalah pendukung dari kebijakan hukum pidana, yaitu memberikan peran pencegahan kejahatan.