1. Saya akan menggunakan stek jenis pakchong dengan strategi untuk bisa memperbanyak Pakchong dengan cepat di lahan terbatas yaitu:
- Ambil batang yang sudah cukup tua (usia minimal 60–75 hari), keras, dan tidak terlalu muda atau terlalu tua.
- Potong sepanjang 20–25 cm, minimal punya 2–3 ruas, dan bagian potongan bawah miring agar mudah menyerap air.
- tanam stek menggunakan polybag
- Perbanyak Stek Sebanyak Mungkin dari Satu Batang
- Gunakan Hormon Rooting atau Air Rebusan Daun Gamal/Legundi
- Setelah 4–6 Minggu, Pindah ke Lahan Tanam Tetap
- Tanam di Pinggir-pinggir atau Pagar Lahan
2. Penyebab:
- Stek Terlalu Muda atau Terlalu Tua
- Tidak Ada atau Sedikit Mata Tunas
- Media Tanam Kurang Gembur dan Tidak Drainase
- Penyiraman berlebihan atau kurang
- Tidak Menggunakan Perangsang Akar
- Kondisi Lingkungan Ekstrem (Panas Berlebih atau Hujan Terus-Menerus)
- Stek ditanam terbalik
Solusi:
- Gunakan batang berumur 60–75 hari, berwarna hijau tua sampai agak cokelat, keras tapi masih lentur.
- Pastikan setiap potongan stek punya minimal 2 ruas dan 1–2 mata tunas sehat.
- Gunakan media tanam campuran tanah, pupuk kandang matang, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Pastikan ada drainase baik.
- Siram secukupnya pagi dan sore, jangan sampai tergenang.
- Gunakan hormon perangsang akar (misalnya Rootone, Growtone), atau alami seperti air rendaman daun gamal/legundi/lidah buaya.
- Tandai bagian bawah stek (biasanya potongan miring), lalu tanam dengan arah yang benar, miring 45° atau tegak dengan 1 ruas di bawah tanah.
- Gunakan naungan sementara/paranet 50–60% saat pembibitan untuk melindungi dari sinar matahari/hujan langsung.
-
- Ambil batang yang sudah cukup tua (usia minimal 60–75 hari), keras, dan tidak terlalu muda atau terlalu tua.
- Potong sepanjang 20–25 cm, minimal punya 2–3 ruas, dan bagian potongan bawah miring agar mudah menyerap air.
- tanam stek menggunakan polybag
- Perbanyak Stek Sebanyak Mungkin dari Satu Batang
- Gunakan Hormon Rooting atau Air Rebusan Daun Gamal/Legundi
- Setelah 4–6 Minggu, Pindah ke Lahan Tanam Tetap
- Tanam di Pinggir-pinggir atau Pagar Lahan
2. Penyebab:
- Stek Terlalu Muda atau Terlalu Tua
- Tidak Ada atau Sedikit Mata Tunas
- Media Tanam Kurang Gembur dan Tidak Drainase
- Penyiraman berlebihan atau kurang
- Tidak Menggunakan Perangsang Akar
- Kondisi Lingkungan Ekstrem (Panas Berlebih atau Hujan Terus-Menerus)
- Stek ditanam terbalik
Solusi:
- Gunakan batang berumur 60–75 hari, berwarna hijau tua sampai agak cokelat, keras tapi masih lentur.
- Pastikan setiap potongan stek punya minimal 2 ruas dan 1–2 mata tunas sehat.
- Gunakan media tanam campuran tanah, pupuk kandang matang, dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Pastikan ada drainase baik.
- Siram secukupnya pagi dan sore, jangan sampai tergenang.
- Gunakan hormon perangsang akar (misalnya Rootone, Growtone), atau alami seperti air rendaman daun gamal/legundi/lidah buaya.
- Tandai bagian bawah stek (biasanya potongan miring), lalu tanam dengan arah yang benar, miring 45° atau tegak dengan 1 ruas di bawah tanah.
- Gunakan naungan sementara/paranet 50–60% saat pembibitan untuk melindungi dari sinar matahari/hujan langsung.
-